Menu

Mode Gelap
Longsor Rel di Jalur Maswati–Sasaksaat, Perjalanan KA Ciremai Terganggu 5 Juta Perjalanan Lebaran Bersama KAI: Mobilitas Nasional Menguat dalam Perjalanan yang Tepat Waktu Dedikasi Pelayanan, Nadia Diora Sabet Inspiring Frontliner of the Month Perhatian! Naik Garuda Indonesia, Tiket ke Jeddah dan Madinah Cuma Mulai Rp4 Jutaan Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026 Jembatan Kala Ili Putus, Lima Kampung di Linge Terisolir

ANJUNGAN

Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok

badge-check


 Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok Perbesar

Wartatrans.com, MALUKU — Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan tantangan akses layanan kesehatan yang masih belum merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Menjawab persoalan tersebut, Muhammadiyah melalui Lazismu menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa Klinik Apung Said Tuhuleley—sebuah kapal yacht yang difungsikan sebagai rumah sakit berjalan.

Klinik apung ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil yang sulit mengakses fasilitas medis. Alih-alih menunggu pasien datang ke rumah sakit di kota, kapal ini justru berlayar mendatangi pasien, menembus perairan seperti Laut Banda di Maluku yang dikenal memiliki gelombang cukup menantang.

Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas medis layaknya klinik pada umumnya. Tenaga kesehatan dan relawan yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini. Mereka rela menghadapi perjalanan panjang, termasuk risiko mabuk laut, demi memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program ini juga menjadi bukti nyata kekuatan filantropi masyarakat. Operasional Klinik Apung Said Tuhuleley sebagian besar didukung dari dana infak dan sedekah yang dihimpun Lazismu, termasuk donasi kecil dari masyarakat yang dikumpulkan secara kolektif.

Kehadiran klinik apung ini tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Inisiatif tersebut menjadi simbol solidaritas sosial dan upaya pemerataan akses kesehatan di Indonesia, terutama bagi warga yang selama ini berada jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan modern.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 dan Halal Bihalal

1 April 2026 - 10:03 WIB

KSOP Patimban dan Yokohama City Teken MoU Bidang Kepelabuhanan

31 Maret 2026 - 19:11 WIB

Lonjakan Truk Logistik Padati Pelabuhan Ketapang, ASDP dan Stakeholder Terus Kolaborasi

31 Maret 2026 - 17:15 WIB

Hore, Periode Pascalebaran, PELNI Beri Diskon Tarif 20% Muatan Kontainer

31 Maret 2026 - 11:51 WIB

Layanan Penyeberangan Nasional Optimal, Arus Mudik dan Balik Lebaran Lancar Terkendali

31 Maret 2026 - 11:06 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Sinergi dan Kerja Keras Semua Pihak Sukseskan Angleb

30 Maret 2026 - 17:22 WIB

Layanan Dipercepat, Antrean Ketapang–Gilimanuk Tetap Bergerak

30 Maret 2026 - 15:29 WIB

Pemudik Lebaran Tembus 147, 55 Juta, Menhub Dudy: Lebih Tinggi dari Prediksi

30 Maret 2026 - 13:22 WIB

Arus Balik Melonjak, Hari ini PELNI Layani 27 Ribu Penumpang

30 Maret 2026 - 12:45 WIB

Arus Mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Tanjung Priok Berhasil Layani Penumpang Kapal Laut dengan Lancar

29 Maret 2026 - 21:51 WIB

Trending di ANJUNGAN