Wartatrans.com, JAKARTA – Desain tematik Ramadhan pada terminal penumpang pesawat, dihadirkan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) untuk hangatkan suasana.
Inisiatif ini dilakukan pengelola, untuk melengkapi keseruan perjalanan masyarakat saat mudik lebaran.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan, tradisi mudik yang akan dimulai minggu depan adalah momen istimewa bagi masyarakat Indonesia.
“Momen di mana kita melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga yang ada di daerah asal. InJourney Airports menghadirkan hangatnya nuansa ramadan di bandara untuk melengkapi perjalanan pemudik,” ungkapnya, Jumat (6/3/2026).
Di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, setiap terminal penumpang bersolek dengan desain tematik yang unik dan berbeda.
Bandara Soekarno-Hatta sendiri merupakan bandara tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang pesawat rata-rata sebanyak 150.000 penumpang setiap harinya, bahkan semakin tinggi pada periode sibuk seperti angkutan lebaran.
Pahlevi mengemukakan, desain tematik di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mengusung tema Serene Crescent yang menampilkan keanggunan nusantara berpadu dengan dengan aura syahdu dan sakral.
“Di setiap pintu masuk Terminal 3, terdapat tunnel gate, yang didominasi palet warna biru yang menenangkan berpadu dengan deretan lentera artistik. Tunnel gate ini seakan mengantarkan travelers untuk bersiap melakukan perjalanan dan merasakan seamless journey experience,” jelas dia.
Setelah melintasi tunnel gate ini, travelers dan pengunjung melangkah ke area check-in, untuk menjumpai focal point berupa instalasi megah berbentuk kubah ornamen (ornamental dome).
Instalasi kubah berukuran 9 x 9 meter ini menjulang di atas area seluas 12 x 21 meter, memadukan kekayaan nusantara lewat sentuhan motif batik dan keindahan arsitektur Timur Tengah.
Di dalam area terdapat tanaman hidup, panggung aktivasi, serta dekorasi lentera yang memperkuat nuansa teduh.
Adapun Terminal 1 dan Terminal 2 menghadirkan desain tematik Desert Harmony yang terinspirasi dari kehangatan warisan budaya nusantara dibalut dengan palet warna terakota.
Warisan budaya nusantara dalam desain tematik ini dihadirkan dengan motif batik bernuansa bumi, elemen rotan dan jati, serta anyaman, yang juga dilengkapi dengan lentera artistik.
Sama dengan Terminal 3, tema Desert Harmony ini diimplementasikan dalam instalasi seperti tunnel gate di setiap pintu masuk Terminal 1 dan 2, serta focal point.
Bandara-bandara lain di bawah InJourney Airports turut menghadirkan desain tematik Serene Crescent atau Desert Harmony.
Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, instalasi nuansa ramadan dilakukan mulai 5 Maret 2026, dan pada 9 Maret 2026 mulai dilakukan instalasi focal point sebagai pusat perhatian di terminal yang juga bisa digunakan titik temu atau tempat berfoto.
“Dua bandara tersibuk di Indonesia yakni Soekarno-Hatta Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi pilot project dalam instalasi tematik ini. Penumpang pesawat yang melalui bandara-bandara lain juga akan menjumpai desain tematik serupa. Tentunya desain tematik ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bandara sehingga dapat menghadirkan layanan terbaik,” tutur Pahlevi.
Angkutan lebaran merupakan periode trafik penerbangan tertinggi sepanjang tahun. Melalui sentuhan desain bertema ramadan, InJourney Airports ingin menciptakan atmosfer perjalanan yang nyaman dan berkesan di tengah tingginya lalu lintas penerbangan. (omy)


























