Menu

Mode Gelap
Terjadi Safety Hazard, Penerbangan GA-829 Singapura-Jakarta Ganti Armada Update Angleb 2026: Lebih 13 Juta Orang Gunakan Commuter Line di Wilayah Jabodetabek, Merak dan Sekitarnya Ekonomi Kerakyatan Laris Manis Saat Lebaran 2026, Okupansi KA Tambahan Tembus 124 Persen Rakor Sinergi Lintas Instansi, Antisipasi Lonjakan Arus Pasca Idul Fitri di Pelabuhan Tanjung Priok Baru 29% Pemudik Kembali ke Bali, ASDP Tetap Jaga Stabilitas Arus Balik Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, Okupansi KA Tembus 150 Persen

PERON

Pastikan Operasional KA Aman di Musim Penghujan Jelang Nataru, KAI Daop 6 Yogyakarta Inspeksi Jalur Rel

badge-check


 Pastikan Operasional KA Aman di Musim Penghujan Jelang Nataru, KAI Daop 6 Yogyakarta Inspeksi Jalur Rel Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – Memasuki musim penghujan dan jelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta melakukan berbagai upaya untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional KA.

PT KAI Daop 6 Yogyakarta telah melakukan persiapan di berbagai aspek baik dari sisi sarana, prasarana dan SDM. Untuk memastikan kesiapan lintas, Management Daop 6 Yogyakarta telah melaksanakan inspeksi lintas Walikukun-Solobalapan, Wonogiri-Puwosari, dan Solobalapan-Goprak pada Rabu-Kamis (3-4/12/2025).

“Kegiatan inspeksi ini dilakukan untuk memastikan persiapan masa angkutan Nataru 2025/2026 sekaligus memastikan seluruh lintas siap dalam menghadapi musim penghujan. Jajaran Management Daop 6 Yogyakarta melakukan pengecekan fasilitas operasional, fasilitas pendukung perjalanan KA, fasilitas penunjang lainnya hingga kemampuan SDM dalam mengamankan dan menjaga perjalanan KA agar selamat, aman, lancar dan terkendali,” kata Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, Jumat (5/12/2025).

Feni menambahkan, dalam pelaksanaan inspeksi di tiga lintas tersebut, jajaran Daop 6 Yogyakarta melaksanakan pemeriksaan menggunakan kereta dresin inspeksi. Di lintas Walikukun-Solobalapan terdapat 6 stasiun yang diinspeksi yakni Stasiun Sragen, Masaran, Kemiri, Palur, Solojebres, dan Solobalapan.

Di lintas Wonogiri-Purwosari terdapat 5 stasiun yang ditinjau yakni Stasiun Wonogiri, Pasarnguter, Sukoharjo, Solokota, dan Purwosari. Sedangkan di lintas Solobalapan-Goprak terdapat 6 stasiun yang diinspeksi yakni Stasiun Solobalapan, Kadipiro, Kalioso, Salem, Sumberlawang, dan berakhir di Goprak.

“Yang menjadi objek pemeriksaan antara lain kelengkapan administrasi operasional KA, fasilitas stasiun, kecakapan petugas, serta prasarana perjalanan KA seperti jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, perlintasan sebidang, hingga potensi risiko di sepanjang jalur kereta api untuk segera dimitigasi. Pemeriksaan ini merupakan standard operating procedure (SOP) KAI. Berdasarkan inspeksi di lintas tersebut, keseluruhan jalur dinyatakan aman dan siap,” ujar Feni.

Daop 6 Yogyakarta memastikan prasarana dalam kondisi baik dan andal, seperti kondisi jalur, bantalan, penambat rel, jembatan, wesel, batu balast, normalisasi saluran air, dan perlintasan sebidang.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, Daop 6 Yogyakarta menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan di 19 lokasi apabila terjadi hambatan akibat cuaca ekstrim seperti banjir, amblesan dan tanah longsor dapat segera ditangani. AMUS yang disiapkan berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel, alat berat, dan peralatan lainnya.

PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat bekerjasama untuk mewujudkan perjalanan KA yang selamat dan aman khususnya selama Nataru 2025/2026.

Masyarakat diimbau untuk ikut mendukung dan peduli terhadap keselamatan perjalanan KA di wilayah sekitarnya dengan tidak membuang sampah di jalur KA, tidak membakar sampah di sekitar jalur KA, tidak meletakkan batu atau benda di jalur yang dapat membahayakan perjalanan KA, tidak membuat perlintasan liar baru,dan tidak melakukan pelemparan terhadap KA.

“Masyarakat juga dapat melaporkan kepada petugas KAI terdekat apabila melihat hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan perjalanan KA seperti aksi oknum yang mencurigakan atau gangguan alam yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan KA,” pungkas Feni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Update Angleb 2026: Lebih 13 Juta Orang Gunakan Commuter Line di Wilayah Jabodetabek, Merak dan Sekitarnya

26 Maret 2026 - 18:26 WIB

Ekonomi Kerakyatan Laris Manis Saat Lebaran 2026, Okupansi KA Tambahan Tembus 124 Persen

26 Maret 2026 - 18:09 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, Okupansi KA Tembus 150 Persen

26 Maret 2026 - 15:46 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang Ngawi

26 Maret 2026 - 14:15 WIB

Penumpang Whoosh Naik 11,3 Persen Selama Angkutan Lebaran 2026

26 Maret 2026 - 13:29 WIB

Tingkatkan Layanan di Angleb 2026, Resparking Tambah Space Parkir di Pintu Barat Stasiun Purwokerto

26 Maret 2026 - 13:09 WIB

Arus Balik Lebaran Masih Tinggi, Lebih dari 52 Ribu Penumpang Tiba di Wilayah Daop 1 Jakarta

26 Maret 2026 - 12:13 WIB

H+3 Lebaran, Mobilitas Penumpang KA di Daop 7 Madiun Masih Tinggi di Tengah Arus Balik

25 Maret 2026 - 23:30 WIB

KAI Dukung Program Motis Lebaran 2026, 25 Ribu Pelanggan Telah Manfaatkan Layanan

25 Maret 2026 - 17:16 WIB

Meriahkan Masa Angkutan Lebaran, KAI Services Percantik Kereta Makan dengan Tematik Idul Fitri

25 Maret 2026 - 16:13 WIB

Trending di PERON