Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

ANJUNGAN

Pelindo Regional 4 dan KSOP Sinergi Tata Ulang Unit Jasa TK Bagasi di Pelabuhan Makassar

badge-check


 Foto istimewa/Pelindo Regional 4 Perbesar

Foto istimewa/Pelindo Regional 4

Wartatrans.com, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan profesionalisme pelayanan di Pelabuhan Makassar melalui penataan kembali Unit Usaha Jasa Tenaga Kerja (TK) Bagasi. Langkah ini merupakan upaya bersama yang dilakukan secara humanis “Melayani dengan Sepenuh Hati”.

Langkah penataan ini menjadi bagian dari komitmen KSOP dan Pelindo untuk memastikan bahwa pelayanan kepada pengguna jasa dan masyarakat berjalan lebih optimal, tertib, serta sesuai standar pelayanan kepelabuhanan yang modern.

Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, menyampaikan bahwa penataan ulang Unit Jasa TK Bagasi merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh aktivitas di area terminal penumpang berjalan lebih teratur dan memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.

“Pelabuhan adalah kawasan strategis dan juga objek vital milik negara yang menuntut ketertiban, keamanan, dan pelayanan yang profesional. Penataan kembali Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa sinergi KSOP dan Pelindo menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pelindo Regional 4 yang responsif dan kooperatif. Pendekatan humanis ini sangat penting untuk memastikan transformasi berjalan dengan baik tanpa mengganggu mata pencaharian tenaga kerja yang telah lama beraktivitas di pelabuhan,” tegas Jon Kenedi.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan bahwa penataan ulang Unit Jasa TK Bagasi dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga untuk memberikan arah pengelolaan yang lebih jelas, tertata, dan sesuai standar perusahaan.

“Pelindo selalu berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penataan ini kami jalankan secara humanis dan terukur, sejalan dengan spirit “Melayani dengan Sepenuh Hati”. Artinya, setiap kebijakan harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan para tenaga kerja,” jelasnya.

Abdul Azis juga menekankan bahwa Pelindo ingin memastikan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam layanan bagasi memiliki identitas, standar operasional, dan pengawasan yang lebih baik.

“Kami ingin menciptakan pengalaman baru bagi pengguna jasa yang lebih tertib, lebih cepat, dan lebih nyaman. Untuk itu, para tenaga kerja juga akan diberikan arahan, pembinaan, serta penataan alur kerja yang lebih profesional sehingga seluruh pihak merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Divison Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa penataan Unit Jasa TK Bagasi akan menyentuh beberapa aspek penting, mulai dari pendataan ulang tenaga kerja, pembagian area operasional, keseragaman baju dan identitas petugas, hingga standardisasi alur kerja.

“Kami ingin menghadirkan sistem layanan yang lebih modern dan tertib. Penataan ini mencakup pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penyusunan SOP layanan, dan pengawasan bersama dengan KSOP. Semua dilakukan untuk memastikan proses layanan bagasi berjalan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Yusida.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas dalam seluruh proses penataan.

“Kami melibatkan seluruh tenaga kerja secara langsung, mengedukasi mereka, dan memastikan bahwa perubahan ini justru menciptakan kenyamanan baru bagi mereka dalam bekerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang rapi, teratur, dan profesional akan meningkatkan citra Pelabuhan Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia,” tambahnya.

Sinergi Pelindo Regional 4 dan KSOP Utama Makassar ini menjadi bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju standar yang lebih profesional. Beberapa fokus penataan meliputi antara lain penertiban dan pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penataan area operasional dan alur layanan bagasi, dan penerapan penggunaan atribut dan identitas resmi.

Melalui pembenahan ini, Pelabuhan Makassar diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan yang cepat, tertib, humanis, dan berdaya saing.

Penataan Unit Usaha Jasa TK Bagasi merupakan langkah awal dari upaya berkelanjutan KSOP dan Pelindo untuk memperkuat pelayanan publik melalui koordinasi intensif dan penerapan standar pelayanan yang lebih baik.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

APPSI Kalbar Didorong Turun ke Pasar, Lindungi Pedagang dari Premanisme dan Beban Usaha

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Konsolidasi ke Jawa Tengah, BRSN DPP PKS Perkuat Koordinasi Program Join PKS

16 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Trending di RAGAM