Menu

Mode Gelap
Aksi Jujur Petugas Cleaning KAI Services Kembalikan Dompet Penumpang Tuai Pujian Netizen 5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

ANJUNGAN

Pelindo Regional 4 dan KSOP Sinergi Tata Ulang Unit Jasa TK Bagasi di Pelabuhan Makassar

badge-check


 Foto istimewa/Pelindo Regional 4 Perbesar

Foto istimewa/Pelindo Regional 4

Wartatrans.com, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan profesionalisme pelayanan di Pelabuhan Makassar melalui penataan kembali Unit Usaha Jasa Tenaga Kerja (TK) Bagasi. Langkah ini merupakan upaya bersama yang dilakukan secara humanis “Melayani dengan Sepenuh Hati”.

Langkah penataan ini menjadi bagian dari komitmen KSOP dan Pelindo untuk memastikan bahwa pelayanan kepada pengguna jasa dan masyarakat berjalan lebih optimal, tertib, serta sesuai standar pelayanan kepelabuhanan yang modern.

Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, menyampaikan bahwa penataan ulang Unit Jasa TK Bagasi merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh aktivitas di area terminal penumpang berjalan lebih teratur dan memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku.

“Pelabuhan adalah kawasan strategis dan juga objek vital milik negara yang menuntut ketertiban, keamanan, dan pelayanan yang profesional. Penataan kembali Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa sinergi KSOP dan Pelindo menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pelindo Regional 4 yang responsif dan kooperatif. Pendekatan humanis ini sangat penting untuk memastikan transformasi berjalan dengan baik tanpa mengganggu mata pencaharian tenaga kerja yang telah lama beraktivitas di pelabuhan,” tegas Jon Kenedi.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menegaskan bahwa penataan ulang Unit Jasa TK Bagasi dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga untuk memberikan arah pengelolaan yang lebih jelas, tertata, dan sesuai standar perusahaan.

“Pelindo selalu berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penataan ini kami jalankan secara humanis dan terukur, sejalan dengan spirit “Melayani dengan Sepenuh Hati”. Artinya, setiap kebijakan harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan para tenaga kerja,” jelasnya.

Abdul Azis juga menekankan bahwa Pelindo ingin memastikan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam layanan bagasi memiliki identitas, standar operasional, dan pengawasan yang lebih baik.

“Kami ingin menciptakan pengalaman baru bagi pengguna jasa yang lebih tertib, lebih cepat, dan lebih nyaman. Untuk itu, para tenaga kerja juga akan diberikan arahan, pembinaan, serta penataan alur kerja yang lebih profesional sehingga seluruh pihak merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Divison Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa penataan Unit Jasa TK Bagasi akan menyentuh beberapa aspek penting, mulai dari pendataan ulang tenaga kerja, pembagian area operasional, keseragaman baju dan identitas petugas, hingga standardisasi alur kerja.

“Kami ingin menghadirkan sistem layanan yang lebih modern dan tertib. Penataan ini mencakup pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penyusunan SOP layanan, dan pengawasan bersama dengan KSOP. Semua dilakukan untuk memastikan proses layanan bagasi berjalan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Yusida.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas dalam seluruh proses penataan.

“Kami melibatkan seluruh tenaga kerja secara langsung, mengedukasi mereka, dan memastikan bahwa perubahan ini justru menciptakan kenyamanan baru bagi mereka dalam bekerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang rapi, teratur, dan profesional akan meningkatkan citra Pelabuhan Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia,” tambahnya.

Sinergi Pelindo Regional 4 dan KSOP Utama Makassar ini menjadi bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju standar yang lebih profesional. Beberapa fokus penataan meliputi antara lain penertiban dan pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penataan area operasional dan alur layanan bagasi, dan penerapan penggunaan atribut dan identitas resmi.

Melalui pembenahan ini, Pelabuhan Makassar diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan yang cepat, tertib, humanis, dan berdaya saing.

Penataan Unit Usaha Jasa TK Bagasi merupakan langkah awal dari upaya berkelanjutan KSOP dan Pelindo untuk memperkuat pelayanan publik melalui koordinasi intensif dan penerapan standar pelayanan yang lebih baik.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

13 Juli 2026 - 12:15 WIB

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Santunan Rp1 Miliar kepada Ahli Waris ABK yang Hilang di Laut

13 Juli 2026 - 11:34 WIB

40 Tahun Berpisah, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Angkatan 1986 Perkuat Silaturahmi dan Gagas Aksi Sosial

12 Juli 2026 - 21:57 WIB

Pelabuhan Sape Andal Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

12 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia

12 Juli 2026 - 15:46 WIB

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Trending di ANJUNGAN