Menu ✖

Mode Gelap
Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi Tolitoli Pastikan 21 Cabor Bertanding di Porprov X Sulteng Morowali 2026 Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah?

RAGAM

Pemimpin Gayo untuk Indonesia: Dari Tanah Adat Menuju Etika Kebangsaan

badge-check


 Pemimpin Gayo untuk Indonesia: Dari Tanah Adat Menuju Etika Kebangsaan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di dataran tinggi Gayo, kepemimpinan tidak lahir dari gemerlap kekuasaan, melainkan dari adat, keteladanan, dan tanggung jawab moral. Sejak lama, masyarakat Gayo mengenal pemimpin bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai penjaga marwah, pengikat persaudaraan, dan penuntun arah hidup bersama. Nilai-nilai inilah yang sejatinya relevan dan dibutuhkan Indonesia hari ini. Hal itu terungkap saat para tokoh Gayo di Jakarta, dalam diskusi Tamu Redaksi -Wartatrans.com – Rabu (04/02/2026)

Menurut Miko Salman Gayo, Budaya Gayo memandang kepemimpinan sebagai amanah. Seorang pemimpin dituntut berakal, beradat, dan berakhlak. Ia tidak berdiri di atas rakyat, tetapi berada di tengah—mendengar, memahami, lalu memutuskan dengan kebijaksanaan.

“Dalam falsafah hidup Gayo, pemimpin harus mujadi penyangga, bukan penindih, menjadi tempat berteduh, bukan sumber ketakutan,”  terang Miko Salman Gayo.

Sementara Nazarudin menambahkan, Indonesia sebagai bangsa besar dan majemuk tengah menghadapi krisis keteladanan. Demokrasi sering terjebak pada prosedur, tetapi miskin etika. Kekuasaan kerap berjalan cepat, namun kehilangan arah moral.

“Di titik inilah nilai kepemimpinan Gayo menawarkan jawaban: kepemimpinan yang berakar pada adat, namun berpandangan jauh ke depan; kuat dalam prinsip, tetapi lembut dalam laku,” ungkap Nazarudin.

Lebih jauh tokoh Gayo Sulaiman menbahksn, pemimpin Gayo dididik untuk menjaga keseimbangan antara adat, agama, dan kemanusiaan. Adat tidak berdiri berseberangan dengan syariat, dan syariat tidak mematikan kearifan lokal. Harmoni inilah yang membentuk karakter pemimpin yang tegas tanpa arogan, religius tanpa eksklusif, dan nasionalis tanpa kehilangan identitas lokal.

“Lebih dari itu, kepemimpinan Gayo mengajarkan pentingnya musyawarah. Setiap keputusan besar lahir dari proses mendengar banyak suara. Prinsip ini sejalan dengan jati diri Indonesia yang berdiri di atas semangat gotong royong dan kebersamaan. Dalam konteks nasional, pemimpin dengan jiwa Gayo akan memandang perbedaan bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai kekuatan,” terang Sulaiman.

Sementara Putra Gara, tokoh pemuda Gayo yang juga Pemimpin Umum di media online Wartatrans.com memaparkan, kalau Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi sering kekurangan pemimpin yang jujur, berani, dan berakar pada nilai.

“Dari Tanah Gayo, kita belajar bahwa pemimpin sejati bukan yang paling lantang berbicara, melainkan yang paling konsisten menjaga amanah. Bukan yang paling tinggi jabatannya, tetapi yang paling rendah hatinya,” kata Putra Gara yang juga dikenal sebagai sastrawan.

Maka, ketika kita berbicara tentang Pemimpin Gayo untuk Indonesia, sesungguhnya yang kita tawarkan bukan sekadar figur, melainkan model kepemimpinan. Model yang menempatkan moral di atas ambisi, pengabdian di atas kepentingan, dan persatuan di atas perpecahan. Dari dataran tinggi yang sejuk, lahir harapan bagi Indonesia yang adil, bermartabat, dan beradab, demikian kesimpulan diskusi Tamu Redaksi Wartatrans.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Trending di ANJUNGAN