Menu ✖

Mode Gelap
Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026 Kemenhub Gelar Monitoring dan Evaluasi Penutuhan Kapal di Batam Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat 21 Kapal Terlibat dalam Regional Marpolex 2026

PERISTIWA

Pengungsi Desa Burlah Terancam Tanpa Tempat Berteduh, Warga Mendesak Penyediaan Tenda

badge-check


 Pengungsi Desa Burlah Terancam Tanpa Tempat Berteduh, Warga Mendesak Penyediaan Tenda Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Warga Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yang saat ini mengungsi di SD Negeri 15 Ketol, menghadapi ancaman kehilangan tempat berteduh. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dijadwalkan kembali aktif mulai 5 Januari 2026, sehingga para pengungsi harus segera meninggalkan lokasi pengungsian.

Hingga kini, warga mengaku belum memiliki alternatif tempat tinggal sementara. Sementara itu, rumah-rumah mereka di Desa Burlah masih belum dapat ditempati akibat dampak bencana. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pengungsi, terutama terkait keselamatan dan kenyamanan anak-anak.

“Kalau sekolah sudah aktif, kami harus keluar. Tapi sampai sekarang belum ada tenda atau tempat pengungsian pengganti,” kata salah seorang warga pengungsi.

Di sisi lain, sejumlah tenda bantuan terlihat terpasang di Mersah Gunung Bukit, Kecamatan Kebayakan, serta di beberapa titik lain seperti Desa Mendale. Namun, tenda-tenda tersebut dinilai tidak dimanfaatkan secara maksimal karena minimnya jumlah pengungsi di lokasi tersebut.

Kepala Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Salman Ahyuni, mengatakan warganya sangat membutuhkan tenda pengungsian beserta perlengkapan dasar seperti kelambu, alas tidur, dan bantal. Menurutnya, kebutuhan tersebut mendesak agar para pengungsi, khususnya anak-anak, dapat beristirahat dengan layak.

“Warga kami sangat berharap adanya tenda dan perlengkapan tidur. Anak-anak perlu tidur dengan nyaman, apalagi dalam kondisi darurat seperti sekarang,” ujar Salman.

Ia juga menyarankan agar tenda-tenda yang saat ini kurang dimanfaatkan di Kecamatan Kebayakan dapat dialihkan ke Desa Burlah maupun ke Desa Bintang Pepara, yang warganya sama-sama terdampak bencana dan masih membutuhkan tempat pengungsian.

“Kalau bisa dialihkan, itu akan jauh lebih bermanfaat bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Para pengungsi berharap sebelum 5 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat segera mengambil langkah konkret dengan menyediakan tempat tinggal sementara, meskipun hanya berupa tenda, agar warga tidak terlantar setelah harus meninggalkan sekolah.

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah lebih bijaksana dan merata dalam menyalurkan bantuan, sehingga seluruh korban terdampak bencana dapat merasakan manfaat secara adil dan menyeluruh.*** (K.Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA