Menu

Mode Gelap
Saat Asosiasi Maskapai Menanti Perubahan TBA dari Pemerintah Antisipasi Kepadatan Gilimanuk, Menhub Dudy Tinjau Pelabuhan Celukan Bawang KCIC Gratiskan Tiket Bayi di Bawah 3 Tahun Selama Libur Sekolah, Perjalanan Keluarga dengan Whoosh Makin Nyaman Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang? Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

PERISTIWA

Pengungsi Desa Burlah Terancam Tanpa Tempat Berteduh, Warga Mendesak Penyediaan Tenda

badge-check


 Pengungsi Desa Burlah Terancam Tanpa Tempat Berteduh, Warga Mendesak Penyediaan Tenda Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Warga Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yang saat ini mengungsi di SD Negeri 15 Ketol, menghadapi ancaman kehilangan tempat berteduh. Pasalnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dijadwalkan kembali aktif mulai 5 Januari 2026, sehingga para pengungsi harus segera meninggalkan lokasi pengungsian.

Hingga kini, warga mengaku belum memiliki alternatif tempat tinggal sementara. Sementara itu, rumah-rumah mereka di Desa Burlah masih belum dapat ditempati akibat dampak bencana. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pengungsi, terutama terkait keselamatan dan kenyamanan anak-anak.

“Kalau sekolah sudah aktif, kami harus keluar. Tapi sampai sekarang belum ada tenda atau tempat pengungsian pengganti,” kata salah seorang warga pengungsi.

Di sisi lain, sejumlah tenda bantuan terlihat terpasang di Mersah Gunung Bukit, Kecamatan Kebayakan, serta di beberapa titik lain seperti Desa Mendale. Namun, tenda-tenda tersebut dinilai tidak dimanfaatkan secara maksimal karena minimnya jumlah pengungsi di lokasi tersebut.

Kepala Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Salman Ahyuni, mengatakan warganya sangat membutuhkan tenda pengungsian beserta perlengkapan dasar seperti kelambu, alas tidur, dan bantal. Menurutnya, kebutuhan tersebut mendesak agar para pengungsi, khususnya anak-anak, dapat beristirahat dengan layak.

“Warga kami sangat berharap adanya tenda dan perlengkapan tidur. Anak-anak perlu tidur dengan nyaman, apalagi dalam kondisi darurat seperti sekarang,” ujar Salman.

Ia juga menyarankan agar tenda-tenda yang saat ini kurang dimanfaatkan di Kecamatan Kebayakan dapat dialihkan ke Desa Burlah maupun ke Desa Bintang Pepara, yang warganya sama-sama terdampak bencana dan masih membutuhkan tempat pengungsian.

“Kalau bisa dialihkan, itu akan jauh lebih bermanfaat bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Para pengungsi berharap sebelum 5 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat segera mengambil langkah konkret dengan menyediakan tempat tinggal sementara, meskipun hanya berupa tenda, agar warga tidak terlantar setelah harus meninggalkan sekolah.

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah lebih bijaksana dan merata dalam menyalurkan bantuan, sehingga seluruh korban terdampak bencana dapat merasakan manfaat secara adil dan menyeluruh.*** (K.Agam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Trending di RAGAM