Menu ✖

Mode Gelap
Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka ​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

ANJUNGAN

Peringati 1 Dasawarsa, INFA dan Port Kampanye Keselamatan Penyeberangan

badge-check


 Ketua INFA bersama jjajaran pengurus  Perbesar

Ketua INFA bersama jjajaran pengurus

Wartanews.com, JAKARTA – Pada peringatan Satu Dasawarsa berdirinya Asosiasi INFA & PORT seluruh anggota sepakat meningkatkan ‘safety’ mengurangi toleransi dalam penyelenggaraan transportasi penyeberangan.

Ini menjadi tema kampanye keselamatan yang digaungkan para anggota Asosiasi Indonesian National Ferry &Port Owners Association (INFA & PORT).

Kampanye Keselamatan dilaksanakan di 18 Pelabuhan Penyeberangan dan Kapal Ferry yang menjadi anggota Asosiasi INFA & PORT.

Dipilihnya kegiatan Kampanye Keselamatan Transportasi Penyeberangan sebagai kegiatan dalam memperingati 1 Dasawarsa Asosiasi INFA &PORT, karena kampanye ini berujung pada pemberian perlindungan kepada konsumen yang paling esensial.

“Saat ini kami anggap lebih baik kita memfokuskan pada peningkatan keselamatan transportasi penyeberangan, guna menjadi tabiat utama dalam menyelenggarakan transportasi, meskipun masih banyak masalah yang harus kita diskusikan/perdebatkan guna menajamkan kepentingan usaha tertentu,” tutur Ketua Umum Asosiasi Indonesian National Ferry & Port Owners Association (INFA & PORT) J A. Barata di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Selaku Asosiasi yang kini berusia 10 tahun, kini telah menaungi 16 anggota para
pemilik usaha di bidang transportasi penyeberangan dengan 18 pelabuhan penyeberang dan 90 kapal ferry ini, menyadari banyak betul kepentinganusaha yang belum terselesaikan dengan baik.

Contohnya, masalah tarif angkutan penyeberangan yang saat ini masih di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) yang telah dihitung bersama (pemerintah dan para asosiasi) sejak tahun 2019; masalah over supply kapal pada lintasan komersial; masalah penanganan asuransi dermaga.

Masalah lintasan penyeberangan yang berhimpitan dengan lintasan laut; masalah perombakan kapal- kapal Landing Craft Tank (LCT) menjadi kapal penumpang yang tidak boleh beroperasi lagi mulai pertengahan tahun 2026; dan sebagainya.

“Hal ini bukan karena asosiasi tidak penting atau tidak urgent akan masalah tersebut, tetapi saat ini asosiasi perlu mengedepankan peningkatan keselamatan sebagai prioritas yang harus dilakukan dalam rutinitas pelayanan transportasi penyeberangan,” urainya.

Pihaknya sudah harus siap menghadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dan menyusul persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H.

Saat ini pemerintah pun tengah menyiapkan pengaturan yang khusus mengenai peningkatan transportasi sungai, danau dan penyeberangan.

Secara bertahap, pengaturan tersebut telah diwujudkan dengan adanya Instruksi Menteri Perhubungan Nomor MI 3 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan (Transportasi SD), yang dialihkan sepenuhnya ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, meskipun dalam struktur organisasi Kementerian Perhubungan.

Transportasi SD masih berada di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Kalangan pengusaha Transportasi SD tentunya mengharapkan agar Kementerian Perhubungan dapat segera mengakhiri posisi ‘ambiguity’ ini dengan menetapkan direktoral jenderal mana yang sepenuhnya menangani Transportasi SDP.

“Penetapan tersebut akan memberikan kepastian dan kejelasan bag para pemilik/pengusaha dalam berorientasi mengurus kepentingannya dan Transportasi SDP,” ungkap dia.

“Tentu harapan kami, pengaturan dan penetapan ini akan membawa peningkatan dalam dunia Transportasi SDP yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan; kecepatan dan kelancaran; ketertiban dan keteraturan, efisien dan murah.

Dengan demikian, ke depan wajah Transportasi SDP akan lebih baik dan lebih nyaman.

Seperti diketahui, INFA & PORT merupakan asosiasi yang lahir pada tanggal 10 November 2015 dengan nama Indonesian National Ferryowners Association (INFA).

Awalnya hanya beranggotakan tujuh perusahaan dengan 63 kapal ferry. Pada tahun 2022, Asosiasi INFA dikembangkan dengan menerima 18 pelabuhan penyeberangan sebagai anggotanya, dengan konsekuensi mengubah namanya meniadi Indonesian National Ferry & Port Owners Association (INFA & PORT).

Saat ini anggota Asosiasi INFA & PORT telah berkembang meniadi 16 perusahaan dengan 18 pelabuhan penyeberangan dan 90 kapal ferry yang melayani 23 lintasan penyeberangan yang tersebar di seluruh Indonesia. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar

11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

11 Oktober 2026 - 08:20 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal

10 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Regional Marpolex 2026: Filipina, Jepang, dan Indonesia Sinergi Penanggulangan Pencemaran Laut

10 Oktober 2026 - 13:43 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-Kemenkeu Integrasikan Data Perizinan Kapal untuk Optimalkan PNBP

10 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur

9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Trending di ANJUNGAN