Menu ✖

Mode Gelap
Perlindungan Pantura Jawa tidak Hanya Mengandalkan Giant Sea Wall   KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Wasda DPRD Jawa Barat di Jonggol, H. Fikri Hudi Oktiarwan Serap Aspirasi Pengurus DKM tentang Keagamaan dan Persoalan Sosial Sasar 1.115 Penerima Manfaat, ASDP Luncurkan Program Pencegahan Stunting di 10 Wilayah DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

RAGAM

Perlindungan Pantura Jawa tidak Hanya Mengandalkan Giant Sea Wall  

badge-check


 Perlindungan Pantura Jawa tidak Hanya Mengandalkan Giant Sea Wall   Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura (BOPPJ) Fadil Imran, melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Gedung Berlian Semarang, Kamis (08/10/2026). BOPPJ bersama Pemprov Jateng akan memasifkan penanaman mangrove di wilayah Kecamatan Sayung Demak, sebelum proyek Giant Sea Wall dimulai.

Fadil mengatakan penanaman mangrove juga melibatkan masyarakat. Pelaksanaannya dalam waktu dekat. “Keterlibatan masyarakat maupun komunitas penting dalam menjaga wilayah pesisir. Ini sesuai dengan konsep besar Giant Sea Wall yaitu pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam audiensi, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan kawasan pesisir harus dijaga karena berkaitan langsung dengan permukiman, tambak, perikanan, kawasan industri, infrastruktur, dan kehidupan masyarakat.

Khusus di kawasan Pantura, tantangannya cukup kompleks. Bukan hanya abrasi dan erosi yang menyebabkan mundurnya garis pantai, tetapi juga banjir, rob, penurunan muka tanah, sedimentasi, dan lainnya. Karenanya perlindungan Pantura membutuhkan penanganan yang terpadu.

Penanganan jangka panjang dilakukan dengan membangun Giant Sea Wall sepanjang Pantura Jawa. Proyek strategis nasional ini membentang sekitar 274,7 kilometer dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.

“Sebelum Giant Sea Wall berdiri, saya mengharap masyarakat sudah terbiasa dengan penanaman mangrove, cemara, sampai kelapa. Sehingga upaya pencegahan sejak dini ini diberikan sebelum pembangunan. Ini juga sesuai amanat Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan perlindungan ekologis dan pengembangan ekonomi masyarakat Pantura Jateng,” kata Luthfi.***

(Slamet Widodo)

Baca Lainnya

Wasda DPRD Jawa Barat di Jonggol, H. Fikri Hudi Oktiarwan Serap Aspirasi Pengurus DKM tentang Keagamaan dan Persoalan Sosial

9 Oktober 2026 - 10:32 WIB

DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

9 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa

8 Oktober 2026 - 21:42 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Politikus PSI Dian Sandi: Putusan MK Bukti Negara Tidak Dikelola Amatiran

8 Oktober 2026 - 15:36 WIB

HUT ke-79 Korpasgat, Donor Darah Serentak Digelar di Lhokseumawe

8 Oktober 2026 - 15:31 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir

8 Oktober 2026 - 10:59 WIB

WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026

8 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi

8 Oktober 2026 - 10:41 WIB

PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan

8 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Trending di RAGAM