Wartatrans.com, BEKASI – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Saat ini, stok operasional BBM yang dimiliki Pertamina berada di atas 21 hari.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, penyediaan BBM telah direncanakan jauh hari melalui sistem perencanaan dan evaluasi rutin yang dijalankan perusahaan.

“Terkait ketersediaan BBM, sesungguhnya sudah kita siapkan jauh-jauh hari. Pertamina memiliki sistem dan pola yang selalu berjalan serta terus kita evaluasi secara berkala,” ujar Mars Ega dalam kegiatan di Summarecon Bekasi, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi stok dan distribusi BBM dilakukan secara berkala setiap bulan guna memastikan pasokan energi tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Mars Ega, hingga saat ini posisi stok BBM nasional berada pada level aman dengan cadangan operasional lebih dari 21 hari.
“Pada posisi hari ini kami sampaikan bahwa ketersediaan BBM berada pada posisi aman, dengan stok operasional di atas 21 hari,” katanya.
Meski demikian, angka tersebut bukan berarti pasokan BBM akan habis setelah periode tersebut. Pasalnya, produksi dari kilang Pertamina terus berjalan dan akan menambah ketersediaan stok secara berkelanjutan.
“Bukan berarti dalam 21 hari itu stok akan habis, karena kilang terus berproduksi. Nantinya stok akan terus bertambah dari produksi yang berjalan setiap hari,” ujarnya.
Mars Ega menambahkan, selain dari produksi kilang, pasokan BBM juga diperkuat dari produksi minyak dalam negeri yang kemudian diolah dan didistribusikan ke berbagai daerah.
Distribusi energi tersebut, kata dia, dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi hingga ke wilayah terpencil.
“Kami terus melakukan produksi dan distribusi setiap hari, termasuk memastikan BBM dapat tersalurkan hingga ke pelosok negeri,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mars Ega menuturkan bahwa perencanaan penyediaan energi biasanya sudah dilakukan sekitar tiga bulan sebelumnya untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Penyediaan minyak biasanya sudah kita siapkan sekitar tiga bulan sebelumnya. Jadi kebutuhan pada Maret dan April itu sebenarnya sudah kita hitung sejak awal tahun,” katanya.
Dengan perencanaan tersebut, Pertamina optimistis pasokan BBM nasional dapat terjaga selama periode Ramadan hingga Idulfitri.(fahmi)




























