Wartatrans.com, PIDIE — Banjir kembali merendam belasan gampong di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Rabu malam, 8 April 2026. Hujan deras yang mengguyur sejak sore memicu luapan sungai sekitar pukul 20.00 WIB.
Hingga Kamis pagi, air belum sepenuhnya surut. Genangan masih terlihat di sejumlah desa, antara lain Lhok Sandeng, Dayah Usen, Mancang, Blang, Blang Cut, Geunteng, Beuringen, dan Meunasah Lhok. Beberapa wilayah dilaporkan terendam hingga setinggi 40–70 sentimeter.

Sedikitnya 13 desa di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua terdampak banjir kali ini. Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu akses transportasi utama. Jalan nasional Banda Aceh–Medan sempat lumpuh akibat genangan air, membuat kendaraan kecil tidak dapat melintas.
Sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka terlihat menyelamatkan barang-barang penting secara terbatas di tengah kondisi yang serba darurat.
Petugas gabungan dari TNI dikerahkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga, mengatur lalu lintas, serta memantau perkembangan debit air. Hingga kini, kondisi air masih berpotensi meningkat jika hujan kembali turun.
Banjir diduga dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa jam terakhir. Selain itu, pendangkalan sungai disebut memperparah situasi karena aliran air tidak mampu menampung volume dari daerah hulu.***

























