Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Kegiatan Psikososial (PSIKOSOSIAL) dilaksanakan di Desa Pilar Jaya, Termiara, Wih Kiri, dan Pantan Tengah, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini dilakukan oleh Relawan Posko Rakyat bersama Tim GEPREKIN AJA serta berbagai elemen relawan dan instansi pemerintahan Aceh Tengah hingga pusat.
Dalam kegiatan tersebut, tim relawan memberikan bantuan berupa alat tulis, perlengkapan menggambar, serta alat mewarnai kepada anak-anak di empat desa terdampak. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemulihan mental dan emosional anak-anak pascabencana, sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar dan kreativitas mereka.


PSIKOSOSIAL kali ini merupakan kolaborasi gabungan antara Posko Rakyat, Museum Negeri Gayo, Perempuan Indonesia, MMC, Kampung Dongeng Indonesia, Win Ipak Aceh Tengah, Dinas Lingkungan Hidup, DKBP3A, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah.
Saat berkoordinasi dengan Tim Relawan Posko Rakyat, Hairun Lisik selaku perwakilan relawan bersama Koordinator Aliansi AGA menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk memberikan semangat kepada anak-anak dan orang tua yang berada di posko pengungsian agar tetap mau belajar, memiliki harapan, serta berani bercita-cita meski berada dalam situasi pascabencana.
“Kegiatan hari ini adalah upaya bersama untuk memulihkan semangat anak-anak dan keluarga di posko. Kami ingin anak-anak tetap merasa aman, bahagia, dan tidak kehilangan masa depan mereka,” ujar Hairun Lisik.
Selain pemberian alat tulis, anak-anak juga diajak mengikuti kegiatan mendongeng serta menggambar dan mewarnai yang difasilitasi oleh GEPREKIN AJA dan aliansi relawan lainnya. Tak hanya itu, bantuan logistik juga disalurkan untuk mendukung kebutuhan posko pengungsian di keempat desa tersebut.
Kehadiran relawan dan instansi pemerintahan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi ke depan dalam pelaksanaan program PSIKOSOSIAL, khususnya dalam penanganan pascabencana di wilayah Aceh Tengah.
“Semoga Aceh Tengah dapat segera pulih, dan anak-anak bisa kembali beraktivitas, berkarya, serta mengembangkan kompetensi mereka sebagai peserta didik,” pungkas Hairun Lisik.*** (Jasa)

























