Wartatrans.com, BATANG — Dugaan keracunan menu Makanan Begizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Tengah, kali ini di Kabupaten Batang. Tidak tanggung – tanggung, keracunan menimpa 11sekolah Kecamatan Bawang, yaitu SDN 1 Bawang, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Qurota ‘Ayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.
Sebanyak 244 orang yang terdiri dari siswa dan Guru mengalami mual, muntah, pusing, diare, bahkan ada yang kejang – kejang setelah menyantap menu MBG pada Selasa (22/09/2026). Keluhan kesehatan termaksud mulai muncul tengah malam hingga berlanjut Rabu pagi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, mereka langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Puluhan ambulans sampai kewalahan mengangkut para korban, serta Puskesmas dan RSUD mendadak penuh pasien.
Hingga Kamis (24/09/2026) sejumlah 14 orang masih dirawat di Puskesmas Bawang, RSUD Limpung, dan RSUD Batang. Setelah membesuk para korban, Wakil Bupati Batang Suyono dengan didampingi Kasat Reskrim Batang Kompol Bintoro Thio Pratama menyatakan kasus dugaan keracunan menu MBG di wilayahnya telah ditangani dengan cepat dan baik.

Langkah lain Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang adalah menghentikan sementara distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pendidikan Gizi (SPPG) yang berlokasi di kawasan KUD Desa Bawang. Dapur yang beroperasi melayani 2.700 penerima manfaat ini adalah produsen MBG yang dimakan para korban keracunan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang langsung melakukan investigasi. Sampel sisa makanan dari menu hari itu diamankan untuk uji laboratorium. Tujuannya memastikan penyebab sesungguhnya keracunan massal. Staff ‘Bos’ BGN pusat yang berhasil dihubungi Wartatran.com belum bisa memberi penjelasan.***
(Aditiya Widodo Putra)






















