Menu

Mode Gelap
IMAJINESIA: Ketika Berita Menjadi Seni, Membayangkan Indonesia di Masa Depan Tokoh Gayo Bogor Miko Salman Gayo dan Putra Gara Hadiri Silaturahmi ALA–ABAS di Jakarta Motor Menerobos Palang Perlintasan, Tertemper KA 24 Argo Merbabu di Cikampek Dr. Sulaiman Juned Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Tokoh Pers dan Budayawan Aceh H. Sjamsul Kahar HUT ke-81, KAI Perkuat Layanan dengan Semangat People, Profit, Planet The Orion Bangkit dengan “Formasi Keramat”, Bidik Panggung Musik Indonesia

RAGAM

Tokoh Gayo Bogor Miko Salman Gayo dan Putra Gara Hadiri Silaturahmi ALA–ABAS di Jakarta

badge-check


 Tokoh Gayo Bogor Miko Salman Gayo dan Putra Gara Hadiri Silaturahmi ALA–ABAS di Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Silaturahmi para pejuang pemekaran Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS) di Jakarta, Rabu (23/9/2026), mempertemukan sejumlah tokoh dan pengurus kedua kelompok perjuangan pemekaran.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun dukungan bersama terhadap aspirasi pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dari unsur ALA hadir Prof. Dr. Rahmat Salam, M.Si, Ketua KP3ALA Pusat, bersama Miko Salman Gayo, Putra Gara, Aminudin, Dr. Fadjri Ali, Hermanto dan Jaya, serta sejumlah perwakilan pemuda dan mahasiswa.

Kehadiran Miko Salman Gayo dan Putra Gara menjadi perhatian tersendiri karena keduanya merupakan figur Gayo yang aktif membangun jejaring masyarakat Aceh di wilayah perantauan, khususnya kawasan Bogor dan Jabodetabek.

Sementara dari unsur ABAS, hadir H. Kamaruddin, SE, Ketua KP3 ABAS, yang memimpin komunikasi lanjutan setelah jajaran ABAS melakukan audiensi dengan Kepala BIN Daerah Aceh di Banda Aceh pada 20 September 2026.

Dalam struktur KP3 ABAS, H. Kamaruddin didampingi Drs. Meurah Ali sebagai sekretaris, Rizman Razali, SE sebagai bendahara, serta T. Sukandi sebagai Ketua Dewan Pengarah. Struktur tersebut ditetapkan dalam musyawarah di Universitas Teuku Umar, Meulaboh, 17 Juni 2026.

Silaturahmi tokoh ALA dan ABAS di Jakarta.

Pertemuan Jakarta berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Dalam forum tersebut, kedua pihak membicarakan pentingnya menjaga komunikasi serta saling memberikan dukungan terhadap aspirasi pemekaran, dengan tetap mempertahankan karakter dan agenda masing-masing.

Ketua KP3ALA Prof. Rahmat Salam menekankan pentingnya sinergi ALA dan ABAS dalam mengawal aspirasi pemekaran melalui jalur damai, demokratis dan konstitusional.

Sementara H. Kamaruddin menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi lanjutan untuk mengawal aspirasi pembentukan Provinsi ABAS hingga tingkat pusat.

Secara wilayah, ALA memperjuangkan pembentukan provinsi yang mencakup Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Sedangkan ABAS mencakup Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Simeulue.

Miko Salman Gayo dan Putra Gara, Jejaring Gayo di Perantauan

Kehadiran Miko Salman Gayo dan Putra Gara memberikan warna tersendiri dalam pertemuan tersebut. Keduanya hadir bukan hanya sebagai bagian dari komunitas Gayo di perantauan, tetapi juga sebagai penghubung komunikasi masyarakat Aceh yang berada di luar daerah dengan perkembangan aspirasi pembangunan di tanah asal.

Miko Salman selama ini dikenal aktif dalam aktivitas masyarakat Gayo di Bogor. Sementara Putra Gara bergerak dalam ruang jurnalistik, sastra dan kebudayaan, sekaligus aktif mengangkat isu sejarah dan identitas Gayo serta Aceh dalam berbagai forum.

Dalam konteks silaturahmi ALA–ABAS, keterlibatan keduanya dapat dilihat sebagai bagian dari partisipasi masyarakat perantauan dalam menjaga komunikasi mengenai masa depan Aceh.

Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi mengenai ALA dan ABAS tidak hanya berlangsung di tingkat daerah. Jejaring masyarakat Aceh di Jakarta dan kota-kota lain turut menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan mengenai pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

Meski demikian, kehadiran para tokoh tersebut perlu ditempatkan secara proporsional sebagai partisipasi individu, organisasi atau jejaring yang hadir dalam forum, bukan sebagai klaim bahwa mereka mewakili seluruh masyarakat Gayo maupun seluruh masyarakat Aceh.

Silaturahmi Jakarta akhirnya menjadi titik temu dua aspirasi pemekaran yang memiliki wilayah berbeda, tetapi bertemu pada satu ruang kepentingan: mendorong pembangunan yang lebih merata dan pelayanan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Kedua pihak menyatakan komunikasi dan dukungan akan terus dibangun dengan tetap berada dalam koridor hukum, mekanisme ketatanegaraan dan ketentuan yang berlaku mengenai pembentukan daerah otonom baru.***

(Dull)

Baca Lainnya

IMAJINESIA: Ketika Berita Menjadi Seni, Membayangkan Indonesia di Masa Depan

24 September 2026 - 10:39 WIB

HUT ke-81, KAI Perkuat Layanan dengan Semangat People, Profit, Planet

24 September 2026 - 08:52 WIB

‘Jawa Tengah dalam Arsip’ di Launching Pemprov Jateng, Generasi Muda Jadi Sasaran

24 September 2026 - 07:26 WIB

Krisis Air Melanda Fakfak, Polisi Salurkan 13.200 Liter Air ke Gereja dan Pesantren

24 September 2026 - 04:57 WIB

Ketua ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta untuk Pemekaran Provinsi di Aceh

23 September 2026 - 22:34 WIB

ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta, Satukan Dukungan Pemekaran untuk Pemerataan Pembangunan

23 September 2026 - 22:18 WIB

Trafik Pelabuhan Regional 2 Meningkat, Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Petikemas dan Barang hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 17:32 WIB

Mempawah Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 6 Oktober

23 September 2026 - 17:23 WIB

Silaturahmi BRSN DPP ke DPW PKS DKI Jakarta, Perkuat Konsolidasi Relawan dan Saksi Menuju 2029

23 September 2026 - 16:59 WIB

Kabut Asap Karhutla di Fakfak: Kesiapsiagaan Kesehatan Menjadi Prioritas Bersama.

23 September 2026 - 16:50 WIB

Trending di RAGAM