Wartatrans.com, JAKARTA — The Orion kembali menegaskan eksistensinya di blantika musik Indonesia. Bukan sekadar merilis karya baru, grup musik asal Madura ini datang dengan komposisi personel yang disebut sebagai “formasi keramat”, sekaligus membawa misi untuk kembali merebut perhatian penikmat musik Tanah Air.
Formasi terbaru The Orion diperkuat Tias pada vokal, Hilman pada gitar, dan Idam pada bas. Ketiganya kini menjadi energi baru bagi perjalanan grup yang sebelumnya dikenal lewat lagu “Maafkan Aku”.
Momentum kebangkitan tersebut ditandai dengan peluncuran music video (MV) single “Dedek Jangan Nakal” di YouTube pada 22 September 2026.
Tias mengungkapkan, istilah “formasi keramat” bukan sekadar jargon. Menurut dia, komposisi terbaru The Orion dibangun dengan semangat totalitas yang mereka sebut sebagai “Madura All Out”.
Hal itu disampaikan Tias ketika berbincang bersama Bois Famous Maker dalam program KOPI (Komentar Orang Pilihan Indonesia) di Radio Bola Koaidi, Rawamangun, Jakarta.
“Formasi ini ibarat hidup atau mati. Kami punya semangat yang sama untuk memberikan totalitas dalam bermusik,” ujar Tias.
Kehadiran Hilman dan Idam juga membawa pengalaman baru ke tubuh The Orion. Hilman sebelumnya dikenal sebagai gitaris Petir Band yang berada di bawah label Universal. Sementara Idam pernah menjadi basis Zivilia ketika berada di bawah naungan Nagaswara.
Bagi Hilman, keputusan bergabung dengan The Orion bukan perkara coba-coba. Ia mengaku telah mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil bagian dalam perjalanan baru grup tersebut.
“Saya bergabung bersama The Orion dengan kalkulasi yang matang. Bisa jadi ini band terakhir saya dalam petualangan sebagai anak band di percaturan musik Tanah Air,” kata Hilman.
Sementara Idam menyebut keterlibatannya di The Orion sebagai momentum untuk kembali aktif dalam industri musik.
Ia mengaku diajak oleh Sujana alias Omjana, produser eksekutif sekaligus pemilik label Positif Art.
“Saya optimistis The Orion dengan formasi keramat ini nantinya akan menjadi sesuatu. Ini momen yang pas buat saya untuk kembali eksis,” ujar Idam.
Di tengah perubahan personel tersebut, The Orion membawa “Dedek Jangan Nakal” sebagai karya pembuka. Lagu ciptaan Tias itu sebenarnya telah dibuat sekitar dua tahun lalu.
Lagu tersebut mengangkat tema kesetiaan dengan kemasan lirik yang ringan, tetapi tetap membawa pesan moral. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya The Orion menghadirkan lagu yang mudah diterima, sekaligus memiliki makna bagi pendengarnya.
Tidak berhenti pada satu single, manajemen The Orion telah menyiapkan tiga lagu lain, yakni “Manisan”, “Terang Menunggu”, dan “Insomnia”.
Omjana mengatakan, rangkaian karya tersebut dipersiapkan untuk memperluas pasar The Orion sekaligus menjadi bekal menuju agenda pertunjukan di berbagai daerah.
“Selain ‘Dedek Jangan Nakal’, ada ‘Manisan’, ‘Terang Menunggu’, dan ‘Insomnia’. Management juga tengah mempersiapkan tur manggung dalam waktu dekat,” kata Omjana.
Optimisme serupa disampaikan Tias. Ia berharap “Dedek Jangan Nakal” dapat mengikuti jejak “Maafkan Aku”, lagu yang sebelumnya menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan The Orion.
Ia juga berharap dukungan dari Haji Her yang dikenal dengan julukan “Sultan Madura”, khususnya agar The Orion dapat kembali tampil di daerah asal mereka, Pulau Madura.
Bagi pengamat sekaligus pelaku industri musik Bois Famous Maker, The Orion sebenarnya telah memiliki modal penting untuk kembali berkembang. Modal tersebut adalah pengalaman dan popularitas lagu “Maafkan Aku” yang menurutnya telah dikenal luas, termasuk di sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Dengan modal tersebut, kehadiran Hilman dan Idam dinilai memberikan warna baru bagi perjalanan grup.
Kini tantangannya bukan sekadar melahirkan lagu baru, tetapi membuktikan apakah “formasi keramat” The Orion mampu mengubah momentum comeback menjadi perjalanan panjang di panggung musik Indonesia.
The Orion sendiri telah menyiapkan karya dan agenda pertunjukan. Tinggal menunggu bagaimana “Dedek Jangan Nakal” berbicara kepada telinga penikmat musik dan menjadi pintu masuk bagi babak baru perjalanan band asal Madura tersebut.*** (Buyil)


























