Menu ✖

Mode Gelap
Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka ​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

Uncategorized

Puluhan Hektare Sawah di Cot Ara Bireun Rusak Parah, Petani Dipastikan Gagal Panen

badge-check


 Puluhan Hektare Sawah di Cot Ara Bireun Rusak Parah, Petani Dipastikan Gagal Panen Perbesar

Wartatrans.com, BIREUN  -– Puluhan hektare sawah milik warga Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, berubah menjadi tumpukan lumpur tebal pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (26/11/2025). Padi yang sebelumnya tinggal menunggu masa panen kini rusak total, membuat seluruh petani di desa itu dipastikan gagal panen.

Kepala Desa Cot Ara, Herman, menyebutkan bahwa total luas sawah yang terdampak mencapai sekitar 53 hektare. “Sebagian besar padi yang rusak hanya tinggal menunggu tiga hari lagi untuk dipanen,” ujarnya.

Tidak hanya sawah, sejumlah tambak ikan dan udang warga juga ikut tertimbun lumpur dan mengalami kerusakan berat. Kondisi semakin memburuk setelah banjir surut, di mana tanaman padi tertutup lumpur dan sebagian lainnya membusuk, termasuk lahan padi di desa-desa sekitar.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bireuen selama beberapa hari, menyebabkan Sungai Krueng Peusangan meluap dan menenggelamkan areal persawahan serta tambak dalam waktu lama.

“Kami kehilangan hasil panen yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan. Bukan hanya gagal panen, lahan juga rusak sehingga tidak bisa langsung ditanam lagi. Banyak petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memulihkannya,” kata Herman. Ia menambahkan warga juga masih berupaya memulihkan rumah dan infrastruktur desa yang turut terdampak.

Situasi diperparah dengan jebolnya tanggul Lawe Sawah akibat derasnya arus sungai, membuat lahan pertanian terancam tidak bisa digarap dalam waktu dekat.

Pihak desa berharap adanya intervensi cepat dari pemerintah daerah. “Kami sangat berharap pemerintah dapat membantu memperbaiki lahan sawah dan tambak, serta memberikan bantuan kepada petani yang mengalami kerugian. Panen ini adalah sumber penghidupan ratusan keluarga di sini,” tambah Herman.

Saat ini, warga menunggu pengiriman alat berat dari Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemerintah Aceh untuk membersihkan lahan yang terdampak.

Bencana ini kembali menjadi peringatan penting terkait mitigasi bencana, terutama pencegahan perambahan hutan di kawasan lindung, adat, maupun produksi yang rentan banjir dan longsor. Dengan langkah yang tepat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir demi masa depan generasi mendatang.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trending di RAGAM