Menu

Mode Gelap
KAI dan Railfans Berkumpul di Balaiyasa Manggarai dalam Community Gathering 2026 PELNI Logistics Targetkan Bongkar Muat Tumbuh Positif di 2026, Tembus 56.482 TEUs Long Weekend Telah Tiba: DAMRI Hadirkan Promo Perjalanan ke Yogyakarta dan Denpasar, Mulai 200 Ribuan Aja! IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025 Catatan Halimah Munawir: Pulang Tanpa Pemberitahuan Bupati Bogor Tegaskan Pembebasan Lahan Jalur Tambang Masuk APBD 2026

Uncategorized

Puluhan Hektare Sawah di Cot Ara Bireun Rusak Parah, Petani Dipastikan Gagal Panen

badge-check


					Puluhan Hektare Sawah di Cot Ara Bireun Rusak Parah, Petani Dipastikan Gagal Panen Perbesar

Wartatrans.com, BIREUN  -– Puluhan hektare sawah milik warga Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, berubah menjadi tumpukan lumpur tebal pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (26/11/2025). Padi yang sebelumnya tinggal menunggu masa panen kini rusak total, membuat seluruh petani di desa itu dipastikan gagal panen.

Kepala Desa Cot Ara, Herman, menyebutkan bahwa total luas sawah yang terdampak mencapai sekitar 53 hektare. “Sebagian besar padi yang rusak hanya tinggal menunggu tiga hari lagi untuk dipanen,” ujarnya.

Tidak hanya sawah, sejumlah tambak ikan dan udang warga juga ikut tertimbun lumpur dan mengalami kerusakan berat. Kondisi semakin memburuk setelah banjir surut, di mana tanaman padi tertutup lumpur dan sebagian lainnya membusuk, termasuk lahan padi di desa-desa sekitar.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bireuen selama beberapa hari, menyebabkan Sungai Krueng Peusangan meluap dan menenggelamkan areal persawahan serta tambak dalam waktu lama.

“Kami kehilangan hasil panen yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan. Bukan hanya gagal panen, lahan juga rusak sehingga tidak bisa langsung ditanam lagi. Banyak petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memulihkannya,” kata Herman. Ia menambahkan warga juga masih berupaya memulihkan rumah dan infrastruktur desa yang turut terdampak.

Situasi diperparah dengan jebolnya tanggul Lawe Sawah akibat derasnya arus sungai, membuat lahan pertanian terancam tidak bisa digarap dalam waktu dekat.

Pihak desa berharap adanya intervensi cepat dari pemerintah daerah. “Kami sangat berharap pemerintah dapat membantu memperbaiki lahan sawah dan tambak, serta memberikan bantuan kepada petani yang mengalami kerugian. Panen ini adalah sumber penghidupan ratusan keluarga di sini,” tambah Herman.

Saat ini, warga menunggu pengiriman alat berat dari Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemerintah Aceh untuk membersihkan lahan yang terdampak.

Bencana ini kembali menjadi peringatan penting terkait mitigasi bencana, terutama pencegahan perambahan hutan di kawasan lindung, adat, maupun produksi yang rentan banjir dan longsor. Dengan langkah yang tepat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir demi masa depan generasi mendatang.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Long Weekend Telah Tiba: DAMRI Hadirkan Promo Perjalanan ke Yogyakarta dan Denpasar, Mulai 200 Ribuan Aja!

14 Januari 2026 - 20:52 WIB

IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025

14 Januari 2026 - 20:34 WIB

Catatan Halimah Munawir: Pulang Tanpa Pemberitahuan

14 Januari 2026 - 19:48 WIB

Direktur CV Tanoga Trading Company Salurkan Bantuan dari BFLF untuk Korban Banjir Bandang di Desa Tebuk Aceh Tengah

14 Januari 2026 - 15:41 WIB

Relawan Salurkan Bantuan dan Air Bersih untuk Korban Bencana di Silihnara

14 Januari 2026 - 13:19 WIB

Trending di PERISTIWA