JAKARTA – Peringatan Hari Kartini 2026 sekaligus menandai 100 tahun kelahiran Trubus Soedarsono, sosok penting di balik salah satu lukisan awal Raden Ajeng Kartini yang dibuat pada 1947.
Di tengah situasi revolusi dan ancaman Agresi Militer Belanda II, Trubus yang saat itu masih berusia 20 tahun mendapat kepercayaan langsung dari Soekarno untuk melukis potret Kartini. Sebelumnya, ia bekerja sebagai pekathik (perawat kuda) di lingkungan Keraton Yogyakarta, sambil belajar melukis di Sanggar SIM (Seniman Indonesia Moeda).

Di sanggar tersebut, Trubus berguru kepada S. Sudjojono, yang menanamkan prinsip “seni untuk rakyat”. Gaya realisme yang dipelajari kemudian tampak kuat dalam lukisan Kartini karyanya—digambarkan sederhana, dengan sorot mata tajam dan tanpa dramatisasi berlebihan, menampilkan sosok perempuan yang berpikir dan berdaya.
Lukisan tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Soekarno dan menjadi bagian dari koleksi Istana Kepresidenan Yogyakarta. Hingga kini, karya itu tetap dikenang sebagai simbol bahwa perjuangan bangsa tidak hanya melalui medan perang, tetapi juga lewat seni dan gagasan, termasuk gagasan emansipasi perempuan.*** (Gara)


























