Wartatrans.com, SEMARANG — Dalam beberapa kali pertemuan dengan kader Partai Demokrat, pesan tegas selalu disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kepada seluruh kader, AHY selaku Ketua Umum menginstruksikan agar semus jajaran pengurus partai, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, membuka dan mengoptimalkan kantor partai sebagai “Rumah Aspirasi”. Adapun tujuannya adalah menciptakan ruang dialog antara partai dan masyarakat.
”Partai tidak boleh berjarak dengan rakyat. Demokrat harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan kata lain, setiap program kerja Partai Demokrat wajib memberikan kontribusi nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat,” perintah AHY

Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa kegiatan positif yang dilakukan jangan hanya sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk menyusun program aksi nyata. Ini merupakan amanah Kongres Partai Demokrat serta sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang wajib dilaksanakan.
Atas dasar ini, DPC Partai Demokrat Semarang Minggu sore tanggal 28 Desember 2025 mengadakan Refleksi Akhir Tahun 2025. Acara yang digelar di Hotel Quest Semarang dihadiri ratusan kader partai mulai dari DPR, DPRD, BPOKK, BAPILU, DPC, DPAC, sampai Anak Ranting. Dari elite yang datang, sebut saja Wahyoe Winarto, Novriadi, Swasti Aswagati, Agung Prayitno, Martono, Kusdianto Basuki, Maftukhah Wiwin Subiyono, serta Sugi Hartono.
Rinto Subekti, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah, dalam sambutan tertulisnya mengharapkan acara refleksi ini sebagai momentum untuk berhenti sejenak lalu menoleh ke kebelakang dan juga menatap langkah ke depan. ‘Partai Demokrat lahir dari semangat perubahan, harapan, dan juga keperpihakan kepada rakyat. nilai – nilai ini tidak boleh pudar oleh waktu tidak boleh goyah oleh dinamika politik dan tidak boleh lelah oleh tantangan. Refleksi yang dilakukan Partai Demokrat harus pula jadi pengingat bahwa politik bukan sekadar kekuasaan tapi tentang pengabdian, bukan siapa yang paling keras bersuara tetapi siapa yang paling konsisten bekerja untuk rakyat,’ demikian Rinto.
Dalam kata sambutannya, anggota DPR RI ini juga mengajak kadernya menjadikan tahun 2026 untuk memperkuat soliditas kader dan meningkatkan kerja nyata ditengah masyarakat. “Tumbuhkan dan perkokoh kepercayaan publik melalui sikap santun, kerja cerdas dan keberpihakan yang nyata. Dengan demikian tercipta masyarakat yang lebih adil, sejahtera dan bermartabat. Refleksi ini jangan hanya berhenti sebagai seremonial saja tetapi menjadi energi baru untuk melangkah lebih kuat, dewasa dan lebih bermanfaat bagi rakyat di tahun 2026 dan kemudian berkelanjutan,’ harap Rinto.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyoe Winarto selaku Ketua DPC Partai Demokrat Semarang mengatakan bahwa partai yang baik tidak berhitung kalah menang tapi dituntut loyalitas dan pengorbanan kadernya. ‘Refleksi diadakan setiap akhir tahun supaya bisa menilai kurang dan kelebihannya. Selain itu di tahun 2026 harus agar ada perubahan dan perbaikan dengan semangat baru,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Semarang ini juga mengharapkan ada evaluasi dan revitalisasi kepengurusan. “Pengurus yang jelas, terverifikasi, dan kompetenlah yang dapat menjalankan roda partai dengan baik. Kalau sudah demikian, setengah kemenangan sudah didapat,” demikian Bos L biasa dipanggil.
Di masa kepemimpinannya yang akan berakhir Maret 2026, Partai Demokrat Semarang mengalami banyak kemajuan. Para kader yang sudah menjadi Dewan atau belum masih loyal dan semua bersinergi sehingga program berjalan baik termasuk pengadaan kantor sekretariat DPC.*** (Slamet Widodo)
























