Menu

Mode Gelap
KAI Layani 622 Ribu Pelanggan dalam Tiga Hari Awal Libur Panjang Imlek 2026 KAI Services Latih Prama Prami Tingkatkan Pelayanan dan Penjualan Jelang Angkutan Lebaran DJPU Tingkatkan Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua Libur Imlek dan Jelang Ramadan, Volume Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Meningkat Promo Tiket Whoosh Momen Libur Panjang Terus Diserbu, Volume Penumpang Meningkat Hingga 25 Persen MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

JALUR

Refleksi 21 Tahun, ini Cerita Sutiyoso Seputar TransJakarta

badge-check


 Diskusi INSTRAN Perbesar

Diskusi INSTRAN

Wartatrans.com, JAKARTA – Siapa yang tak mengenal Sutiyoso (81), Gubernur DKI Jakarta (1997-2007), yang mengubah wajah transportasi umum di Ibukota negara itu.

Ya, keberadaan lelaki berpangkat Letjend (purn) itu, dengan berbagai gebrakan dan inovasinya, mampu melahirkan transportasi publik TransJakarta dengan jalur terpisah dari kendaraan lainnya (busway).

“TransJakarta kala itu hadir di tengah pro-kontra masyarakat,” tutur Sutiyoso mengenang di “”Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta” di Jakarta, Senin (19/1/2026)

Acara INSTRAN bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta ini dihadiri juga berbagai narasumber seperti Pakar Transportasi Bambang Susantono, Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza, dan Masyarakat TransJakarta David Tjahjana.

Menurut Sutiyoso, usai melakukan berbagai rapat dan koordinasi, akhirnya TransJakarta dapat direalisasikan pada 15 Januari 2024.

“Meski banyak yang memberi masukan agar ditunda, namun saya justru terpacu untuk segera mewujudkannya,” ungkap dia.

Untuknya, dia memberikan arahan kepada tim agar segera merealisasikan pembatas untuk dijadikan jalur bus TJ.

Namun dengan tegas, Sutiyoso ingin agar jumlah lajur tetap sama alias tidak berkurang meski ada jalur khusus bus TJ di ruas yang dibangun pertama yakni Koridor 1 Blok M-Kota.

Melintasi Blok M, Sudirman, Thamrin, Gajahmada, hingga Jakarta Kota.

“Di jalan Sisingamangaraja juga ada Patung, saya bilang jangan sampai terkena imbas, maka jalur dibuatkan sedemikian rupa, agar lajur kendaraan biasa tetap dua dan patung tetap berdiri di tempatnya,” imbuhnya.

Cikal bakal itu akhirnya terwujud dan ternyata antusias dari masyarakat sangat positif.

“Maka sisa masa tugas saya tiga tahun lagi, saya kebut dari hanya 1 menjadi 10 koridor. Tujuh sudah jalan (saat itu) dan sisa tiga tinggal tunggu bus dan pengemudi.

Layanan hingga mencapai 15 koridor, dilanjutkan oleh Gubernur Bang Foke (Fauzi Bowo) sampai sekarang sudah berganti beberapa Gubernur.

Selanjutnya di sisa masa jabatannya kala itu, Sutiyoso juga sempat menggaungkan terciptanya konsep Megapolitan.

Dia meyakini TransJakarta akan terus berkembang dan memberikan solusi terbaik untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Angkutan Jalan Perintis: Menggapai Pelosok, Sejahterakan Negeri

16 Februari 2026 - 09:36 WIB

Jelang Angkutan Lebaran, Ditjen Hubdat Siapkan Strategi ini

15 Februari 2026 - 17:36 WIB

Menhub Dudy Nilai FWA Mampu Pecah Kepadatan Lalin Saat Angkutan Lebaran

15 Februari 2026 - 17:25 WIB

Herty Purba Produksi Film Perdana Heart Pictures, Jadi Sarana Pembelajaran Industri Film

15 Februari 2026 - 15:43 WIB

Ini Alasan SKB Pembatasan Angkutan Barang Telah Disahkan Pemerintah

15 Februari 2026 - 12:53 WIB

Trending di EKOBIS