Menu

Mode Gelap
Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

JALUR

Refleksi 21 Tahun, ini Cerita Sutiyoso Seputar TransJakarta

badge-check


 Diskusi INSTRAN Perbesar

Diskusi INSTRAN

Wartatrans.com, JAKARTA – Siapa yang tak mengenal Sutiyoso (81), Gubernur DKI Jakarta (1997-2007), yang mengubah wajah transportasi umum di Ibukota negara itu.

Ya, keberadaan lelaki berpangkat Letjend (purn) itu, dengan berbagai gebrakan dan inovasinya, mampu melahirkan transportasi publik TransJakarta dengan jalur terpisah dari kendaraan lainnya (busway).

“TransJakarta kala itu hadir di tengah pro-kontra masyarakat,” tutur Sutiyoso mengenang di “”Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta” di Jakarta, Senin (19/1/2026)

Acara INSTRAN bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta ini dihadiri juga berbagai narasumber seperti Pakar Transportasi Bambang Susantono, Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza, dan Masyarakat TransJakarta David Tjahjana.

Menurut Sutiyoso, usai melakukan berbagai rapat dan koordinasi, akhirnya TransJakarta dapat direalisasikan pada 15 Januari 2024.

“Meski banyak yang memberi masukan agar ditunda, namun saya justru terpacu untuk segera mewujudkannya,” ungkap dia.

Untuknya, dia memberikan arahan kepada tim agar segera merealisasikan pembatas untuk dijadikan jalur bus TJ.

Namun dengan tegas, Sutiyoso ingin agar jumlah lajur tetap sama alias tidak berkurang meski ada jalur khusus bus TJ di ruas yang dibangun pertama yakni Koridor 1 Blok M-Kota.

Melintasi Blok M, Sudirman, Thamrin, Gajahmada, hingga Jakarta Kota.

“Di jalan Sisingamangaraja juga ada Patung, saya bilang jangan sampai terkena imbas, maka jalur dibuatkan sedemikian rupa, agar lajur kendaraan biasa tetap dua dan patung tetap berdiri di tempatnya,” imbuhnya.

Cikal bakal itu akhirnya terwujud dan ternyata antusias dari masyarakat sangat positif.

“Maka sisa masa tugas saya tiga tahun lagi, saya kebut dari hanya 1 menjadi 10 koridor. Tujuh sudah jalan (saat itu) dan sisa tiga tinggal tunggu bus dan pengemudi.

Layanan hingga mencapai 15 koridor, dilanjutkan oleh Gubernur Bang Foke (Fauzi Bowo) sampai sekarang sudah berganti beberapa Gubernur.

Selanjutnya di sisa masa jabatannya kala itu, Sutiyoso juga sempat menggaungkan terciptanya konsep Megapolitan.

Dia meyakini TransJakarta akan terus berkembang dan memberikan solusi terbaik untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Kelola Mobilitas 2,8 Juta Pelanggan, DAMRI Jaga Layanan Tetap Stabil di Tengah Dinamika Lebaran

2 April 2026 - 09:03 WIB

Jembatan Kala Ili Putus, Lima Kampung di Linge Terisolir

1 April 2026 - 16:08 WIB

Panic Buying BBM Terjadi di Jawa Tengah, Antrean Capai Ratusan Meter

1 April 2026 - 15:05 WIB

Usia Rencana Terabaikan, Jalan Nasional Umu–Buol Rusak Parah

31 Maret 2026 - 14:02 WIB

144 Ribu Masyarakat Gunakan Layanan DAMRI ke Bandara Selama Lebaran 2026

30 Maret 2026 - 20:29 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Sinergi dan Kerja Keras Semua Pihak Sukseskan Angleb

30 Maret 2026 - 17:22 WIB

Pemudik Lebaran Tembus 147, 55 Juta, Menhub Dudy: Lebih Tinggi dari Prediksi

30 Maret 2026 - 13:22 WIB

Trending di ANJUNGAN