Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

JALUR

Refleksi 21 Tahun, ini Cerita Sutiyoso Seputar TransJakarta

badge-check


 Diskusi INSTRAN Perbesar

Diskusi INSTRAN

Wartatrans.com, JAKARTA – Siapa yang tak mengenal Sutiyoso (81), Gubernur DKI Jakarta (1997-2007), yang mengubah wajah transportasi umum di Ibukota negara itu.

Ya, keberadaan lelaki berpangkat Letjend (purn) itu, dengan berbagai gebrakan dan inovasinya, mampu melahirkan transportasi publik TransJakarta dengan jalur terpisah dari kendaraan lainnya (busway).

“TransJakarta kala itu hadir di tengah pro-kontra masyarakat,” tutur Sutiyoso mengenang di “”Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta” di Jakarta, Senin (19/1/2026)

Acara INSTRAN bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta ini dihadiri juga berbagai narasumber seperti Pakar Transportasi Bambang Susantono, Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza, dan Masyarakat TransJakarta David Tjahjana.

Menurut Sutiyoso, usai melakukan berbagai rapat dan koordinasi, akhirnya TransJakarta dapat direalisasikan pada 15 Januari 2024.

“Meski banyak yang memberi masukan agar ditunda, namun saya justru terpacu untuk segera mewujudkannya,” ungkap dia.

Untuknya, dia memberikan arahan kepada tim agar segera merealisasikan pembatas untuk dijadikan jalur bus TJ.

Namun dengan tegas, Sutiyoso ingin agar jumlah lajur tetap sama alias tidak berkurang meski ada jalur khusus bus TJ di ruas yang dibangun pertama yakni Koridor 1 Blok M-Kota.

Melintasi Blok M, Sudirman, Thamrin, Gajahmada, hingga Jakarta Kota.

“Di jalan Sisingamangaraja juga ada Patung, saya bilang jangan sampai terkena imbas, maka jalur dibuatkan sedemikian rupa, agar lajur kendaraan biasa tetap dua dan patung tetap berdiri di tempatnya,” imbuhnya.

Cikal bakal itu akhirnya terwujud dan ternyata antusias dari masyarakat sangat positif.

“Maka sisa masa tugas saya tiga tahun lagi, saya kebut dari hanya 1 menjadi 10 koridor. Tujuh sudah jalan (saat itu) dan sisa tiga tinggal tunggu bus dan pengemudi.

Layanan hingga mencapai 15 koridor, dilanjutkan oleh Gubernur Bang Foke (Fauzi Bowo) sampai sekarang sudah berganti beberapa Gubernur.

Selanjutnya di sisa masa jabatannya kala itu, Sutiyoso juga sempat menggaungkan terciptanya konsep Megapolitan.

Dia meyakini TransJakarta akan terus berkembang dan memberikan solusi terbaik untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

TransJakarta Tata Feeder Rusun, Efisiensi Jadi Strategi Jaringan

29 September 2026 - 08:18 WIB

LABA Masuk BaaS Truk Listrik, Modal Awal Jadi Tantangan

27 September 2026 - 15:47 WIB

SBY Terkesan dengan Giat Guruh Sukarno Putra Semasa Hidup

27 September 2026 - 05:19 WIB

Korlantas Luncurkan STNK Digital

26 September 2026 - 22:18 WIB

Trending di JALUR