Menu

Mode Gelap
Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

JALUR

Refleksi 21 Tahun, ini Cerita Sutiyoso Seputar TransJakarta

badge-check


 Diskusi INSTRAN Perbesar

Diskusi INSTRAN

Wartatrans.com, JAKARTA – Siapa yang tak mengenal Sutiyoso (81), Gubernur DKI Jakarta (1997-2007), yang mengubah wajah transportasi umum di Ibukota negara itu.

Ya, keberadaan lelaki berpangkat Letjend (purn) itu, dengan berbagai gebrakan dan inovasinya, mampu melahirkan transportasi publik TransJakarta dengan jalur terpisah dari kendaraan lainnya (busway).

“TransJakarta kala itu hadir di tengah pro-kontra masyarakat,” tutur Sutiyoso mengenang di “”Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta” di Jakarta, Senin (19/1/2026)

Acara INSTRAN bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta ini dihadiri juga berbagai narasumber seperti Pakar Transportasi Bambang Susantono, Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza, dan Masyarakat TransJakarta David Tjahjana.

Menurut Sutiyoso, usai melakukan berbagai rapat dan koordinasi, akhirnya TransJakarta dapat direalisasikan pada 15 Januari 2024.

“Meski banyak yang memberi masukan agar ditunda, namun saya justru terpacu untuk segera mewujudkannya,” ungkap dia.

Untuknya, dia memberikan arahan kepada tim agar segera merealisasikan pembatas untuk dijadikan jalur bus TJ.

Namun dengan tegas, Sutiyoso ingin agar jumlah lajur tetap sama alias tidak berkurang meski ada jalur khusus bus TJ di ruas yang dibangun pertama yakni Koridor 1 Blok M-Kota.

Melintasi Blok M, Sudirman, Thamrin, Gajahmada, hingga Jakarta Kota.

“Di jalan Sisingamangaraja juga ada Patung, saya bilang jangan sampai terkena imbas, maka jalur dibuatkan sedemikian rupa, agar lajur kendaraan biasa tetap dua dan patung tetap berdiri di tempatnya,” imbuhnya.

Cikal bakal itu akhirnya terwujud dan ternyata antusias dari masyarakat sangat positif.

“Maka sisa masa tugas saya tiga tahun lagi, saya kebut dari hanya 1 menjadi 10 koridor. Tujuh sudah jalan (saat itu) dan sisa tiga tinggal tunggu bus dan pengemudi.

Layanan hingga mencapai 15 koridor, dilanjutkan oleh Gubernur Bang Foke (Fauzi Bowo) sampai sekarang sudah berganti beberapa Gubernur.

Selanjutnya di sisa masa jabatannya kala itu, Sutiyoso juga sempat menggaungkan terciptanya konsep Megapolitan.

Dia meyakini TransJakarta akan terus berkembang dan memberikan solusi terbaik untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Hanya Rp100 Ribu, DAMRI Hubungkan Grand Metropolitan Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta

14 Agustus 2026 - 06:58 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Molinas Ramaikan Pilihan bagi Pengguna Motor Listrik

14 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Dukung Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen, DAMRI Hadirkan Layanan KSPN Kawah Ijen

12 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Pengamat: Penerapan Zero ODOL 2027, Akankah Sesuai Rencana?

11 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Trans Saijaan Resmi Beroperasi, DAMRI Siap Perkuat Konektivitas Transportasi di Kotabaru

11 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Berbasis Teknologi, Kemenhub Luncurkan ETLE HUB

10 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Trending di JALUR