Menu

Mode Gelap
BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

JALUR

Refleksi 21 Tahun, ini Cerita Sutiyoso Seputar TransJakarta

badge-check


 Diskusi INSTRAN Perbesar

Diskusi INSTRAN

Wartatrans.com, JAKARTA – Siapa yang tak mengenal Sutiyoso (81), Gubernur DKI Jakarta (1997-2007), yang mengubah wajah transportasi umum di Ibukota negara itu.

Ya, keberadaan lelaki berpangkat Letjend (purn) itu, dengan berbagai gebrakan dan inovasinya, mampu melahirkan transportasi publik TransJakarta dengan jalur terpisah dari kendaraan lainnya (busway).

“TransJakarta kala itu hadir di tengah pro-kontra masyarakat,” tutur Sutiyoso mengenang di “”Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta” di Jakarta, Senin (19/1/2026)

Acara INSTRAN bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta ini dihadiri juga berbagai narasumber seperti Pakar Transportasi Bambang Susantono, Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza, dan Masyarakat TransJakarta David Tjahjana.

Menurut Sutiyoso, usai melakukan berbagai rapat dan koordinasi, akhirnya TransJakarta dapat direalisasikan pada 15 Januari 2024.

“Meski banyak yang memberi masukan agar ditunda, namun saya justru terpacu untuk segera mewujudkannya,” ungkap dia.

Untuknya, dia memberikan arahan kepada tim agar segera merealisasikan pembatas untuk dijadikan jalur bus TJ.

Namun dengan tegas, Sutiyoso ingin agar jumlah lajur tetap sama alias tidak berkurang meski ada jalur khusus bus TJ di ruas yang dibangun pertama yakni Koridor 1 Blok M-Kota.

Melintasi Blok M, Sudirman, Thamrin, Gajahmada, hingga Jakarta Kota.

“Di jalan Sisingamangaraja juga ada Patung, saya bilang jangan sampai terkena imbas, maka jalur dibuatkan sedemikian rupa, agar lajur kendaraan biasa tetap dua dan patung tetap berdiri di tempatnya,” imbuhnya.

Cikal bakal itu akhirnya terwujud dan ternyata antusias dari masyarakat sangat positif.

“Maka sisa masa tugas saya tiga tahun lagi, saya kebut dari hanya 1 menjadi 10 koridor. Tujuh sudah jalan (saat itu) dan sisa tiga tinggal tunggu bus dan pengemudi.

Layanan hingga mencapai 15 koridor, dilanjutkan oleh Gubernur Bang Foke (Fauzi Bowo) sampai sekarang sudah berganti beberapa Gubernur.

Selanjutnya di sisa masa jabatannya kala itu, Sutiyoso juga sempat menggaungkan terciptanya konsep Megapolitan.

Dia meyakini TransJakarta akan terus berkembang dan memberikan solusi terbaik untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat

1 Juli 2026 - 23:38 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mengabdi di Wilayah 3TP, Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

Revisi Aturan Komisi Ojol, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen Dimulai 1 Juli 2026

27 Juni 2026 - 05:22 WIB

Kemenhub Luncurkan Aplikasi SUMBA untuk Dukung Target Zero ODOL 2027

26 Juni 2026 - 08:05 WIB

Pramono Siapkan Kantong Parkir Ojol, Penataan Trotoar Jakarta Masih Hadapi Tantangan

26 Juni 2026 - 07:54 WIB

PLT BPJN Aceh Cabut Pernyataan Penutupan Jalan Enang-Enang, Minta Maaf kepada Tokoh Masyarakat Gayo

26 Juni 2026 - 05:56 WIB

Trending di JALUR