Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Reje (Kepala Desa) Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, menyampaikan kisah dan kondisi kampungnya dari kejauhan pascabencana longsor yang melanda wilayah tersebut. Raut wajahnya tampak lesu, namun semangatnya tetap terpancar sebagai pemimpin muda yang baru saja dilantik dan siap bersinergi dalam setiap kegiatan demi kepentingan rakyatnya.
Kampung Serule merupakan desa asal Linge awal, sebuah desa sakral di Aceh Tengah yang menyimpan sejarah Reje Linge. Nilai-nilai spiritual dan ketauhidan hingga kini masih dijaga kuat oleh masyarakatnya sebagai warisan leluhur yang hidup dalam nurani warga.

Meski tidak mengeluhkan kondisi secara pribadi, Reje Serule menegaskan bahwa warganya sangat membutuhkan uluran tangan dari sesama saudara, baik dari pemerintah setempat maupun pihak-pihak lain yang peduli. Ia menyampaikan harapan besar agar masyarakat, pemerintah, dan relawan dapat bersatu dan bersinergi demi kemajuan Kampung Serule, terutama untuk masa depan anak-anak.
Dalam upaya pemulihan pascabencana, Relawan Posko Rakyat terus berupaya hadir membantu masyarakat, termasuk melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga terdampak. Namun, kondisi pertanian menjadi salah satu dampak terparah. Lahan persawahan warga rusak berat akibat terendam longsor dan banjir, sehingga saat ini masyarakat hanya bisa bertahan dan berusaha dengan kemampuan yang ada.*** (Jasa)
























