Menu

Mode Gelap
Felicia dan Queen Bikin Panggung “The Icon Indonesia” Bergemuruh, Sapu Bersih Standing Ovation dari Semua Juri Sehari Jelang Hari Jadi ke 479, Pemkot Semarang ‘Digerudug’ Puluhan Mahasiswa Dirut Pelindo Perkuat Budaya HSSE & Sinergi Operasional di Regional 4 Pentas Teater “Serat-Serat Cinta” Angkat Keteladanan Maria Walanda Maramis di Manado Kemenhub Genjot Percepatan Multimoda dan Digitalisasi Melawan Lupa: Jejak Historis HP3N dalam Peta Sastra Indonesia

PERON

Rel Perkotaan Jabodetabek: Infrastruktur yang Perlahan Membentuk Arah Peradaban Masyarakat

badge-check


 Rel Perkotaan Jabodetabek: Infrastruktur yang Perlahan Membentuk Arah Peradaban Masyarakat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Di kawasan Jabodetabek yang terus berkembang, mobilitas menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Waktu perjalanan, kepastian tiba, dan biaya yang dikeluarkan setiap hari memengaruhi cara masyarakat bekerja, beraktivitas, dan mengatur hidupnya.

Dalam kondisi ini, layanan KRL Jabodetabek berkembang menjadi sistem transportasi yang memberi dampak luas bagi masyarakat. Perbaikan layanan, penambahan kapasitas, dan kemudahan perpindahan antarmoda membentuk pola mobilitas baru yang lebih efisien dan terjangkau.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perubahan perilaku masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sistem transportasi.

“Ketika sistem transportasi dibangun dengan lebih andal, masyarakat akan mengikuti dengan sendirinya. Pilihan menggunakan transportasi publik muncul karena layanan memberi kemudahan, keterjangkauan, kepastian, dan rasa aman,” ujar Anne, Jumat (24/4/2026).

Tren ini terlihat dari pertumbuhan volume pengguna di seluruh lintas KRL Jabodetabek. Di lintas Bogor, jumlah pengguna meningkat dari 102.054.022 pelanggan pada 2022 menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, lalu 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlahnya telah mencapai 38.203.481 pelanggan.

Di lintas Cikarang, jumlah pengguna tercatat 55.660.235 pelanggan pada 2022, meningkat menjadi 71.636.443 pelanggan pada 2023, kemudian 84.426.385 pelanggan pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pelanggan pada 2025. Pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna telah mencapai 21.717.664 pelanggan.

Lintas Rangkasbitung juga menunjukkan pertumbuhan konsisten, dari 43.317.716 pelanggan pada 2022 menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, lalu 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan 77.552.716 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlahnya mencapai 20.197.205 pelanggan.

Di lintas Tangerang, jumlah pengguna meningkat dari 15.333.812 pelanggan pada 2022 menjadi 21.451.515 pelanggan pada 2023, lalu 24.430.279 pelanggan pada 2024, dan 27.280.453 pelanggan pada 2025. Pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna tercatat 6.987.364 pelanggan.

Sementara itu, lintas Tanjung Priok juga menunjukkan tren peningkatan, dari 1.599.107 pelanggan pada 2022 menjadi 2.676.363 pelanggan pada 2023, kemudian 3.377.633 pelanggan pada 2024, dan 3.531.311 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna mencapai 873.658 pelanggan.

Pertumbuhan di seluruh lintas tersebut mencerminkan perubahan yang terjadi secara bertahap dalam kehidupan masyarakat. Waktu perjalanan yang lebih teratur membuat aktivitas harian dapat direncanakan dengan lebih baik. Waktu yang sebelumnya habis di perjalanan kini dapat dimanfaatkan untuk bekerja, belajar, atau beristirahat.

Dari sisi biaya, tarif yang terjangkau menjaga mobilitas tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Efisiensi ini memberi ruang bagi pengeluaran ke kebutuhan produktif lain seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga.

Perubahan pilihan moda juga berdampak pada kondisi jalan. Kepadatan lalu lintas berkurang, perjalanan menjadi lebih lancar, dan risiko kecelakaan dapat ditekan. Lingkungan ikut membaik karena berkurangnya polusi karena penggunaan kendaraan pribadi.

Di sekitar stasiun, aktivitas ekonomi tumbuh mengikuti pergerakan penumpang. Pedagang, layanan transportasi lanjutan, hingga hunian berkembang dalam ekosistem yang semakin aktif. Mobilitas yang terhubung mendorong pergerakan ekonomi masyarakat secara langsung.

KAI memandang bahwa infrastruktur transportasi yang tepat dapat membentuk kebiasaan masyarakat dalam jangka panjang. Ketika jaringan semakin terhubung, kapasitas meningkat, dan layanan semakin terintegrasi, peralihan ke transportasi publik akan terjadi secara alami dan berkelanjutan.

Penguatan sistem perkeretaapian perkotaan di berbagai kota di luar Jawa dan Sumatra menjadi langkah yang semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas. Pengembangan jaringan dan kapasitas yang konsisten akan memperluas manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pola hidup yang lebih efisien.

“Infrastruktur transportasi yang terus diperkuat menghadirkan layanan publik yang semakin andal. Dampaknya terasa dalam kehidupan masyarakat, perjalanan menjadi lebih efisien, waktu lebih terjaga, dan aktivitas dapat berjalan dengan lebih produktif,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terjadi Lagi Kecelakaan Kereta Api, 4 Penumpang Meninggal Dunia

2 Mei 2026 - 10:26 WIB

Perlintasan Sebidang Masih Rawan, Pengamat Ungkap Tanggung Jawab dan Solusi Tekan Kecelakaan

2 Mei 2026 - 09:06 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tingkatkan Keselamatan Perlintasan Sebidang

2 Mei 2026 - 08:40 WIB

KAI Tegaskan Penataan Perlintasan Sebidang, 1.089 Titik Liar Jadi Prioritas Keselamatan

1 Mei 2026 - 19:17 WIB

Operasional KA Jarak Jauh Berangsur Pulih, Hampir Seluruh Perjalanan Berjalan Tepat Waktu

1 Mei 2026 - 19:10 WIB

Frontliner KAI Services Bagikan Service Kompensasi bagi Penumpang Terdampak Keterlambatan

1 Mei 2026 - 13:06 WIB

KAI Berikan Jaminan Pendidikan bagi Anak dari Korban Meninggal Kecelakaan KA Bekasi Timur

1 Mei 2026 - 12:44 WIB

Dirut KAI Bobby Rasyidin berbincang dengan keluarga korban pascakejadian kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. KAI memberikan jaminan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan ke anak keluarga korban agar dapat melanjutkan sekolah.

Palang Pintu Rel Sementara Dipasang di JPL 86, KAI Daop 1 Dorong Solusi Permanen

1 Mei 2026 - 11:41 WIB

KAI Commuter Operasikan 1.032 Perjalanan KRL saat May Day, Tambah 200 Personel Pengamanan

1 Mei 2026 - 11:28 WIB

Kemenhub dan KAI Segera Tertibkan 4.046 Perlintasan Sebidang

1 Mei 2026 - 05:19 WIB

Trending di PERON