Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

PERON

Rel Perkotaan Jabodetabek: Infrastruktur yang Perlahan Membentuk Arah Peradaban Masyarakat

badge-check


 Rel Perkotaan Jabodetabek: Infrastruktur yang Perlahan Membentuk Arah Peradaban Masyarakat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Di kawasan Jabodetabek yang terus berkembang, mobilitas menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Waktu perjalanan, kepastian tiba, dan biaya yang dikeluarkan setiap hari memengaruhi cara masyarakat bekerja, beraktivitas, dan mengatur hidupnya.

Dalam kondisi ini, layanan KRL Jabodetabek berkembang menjadi sistem transportasi yang memberi dampak luas bagi masyarakat. Perbaikan layanan, penambahan kapasitas, dan kemudahan perpindahan antarmoda membentuk pola mobilitas baru yang lebih efisien dan terjangkau.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perubahan perilaku masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sistem transportasi.

“Ketika sistem transportasi dibangun dengan lebih andal, masyarakat akan mengikuti dengan sendirinya. Pilihan menggunakan transportasi publik muncul karena layanan memberi kemudahan, keterjangkauan, kepastian, dan rasa aman,” ujar Anne, Jumat (24/4/2026).

Tren ini terlihat dari pertumbuhan volume pengguna di seluruh lintas KRL Jabodetabek. Di lintas Bogor, jumlah pengguna meningkat dari 102.054.022 pelanggan pada 2022 menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, lalu 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlahnya telah mencapai 38.203.481 pelanggan.

Di lintas Cikarang, jumlah pengguna tercatat 55.660.235 pelanggan pada 2022, meningkat menjadi 71.636.443 pelanggan pada 2023, kemudian 84.426.385 pelanggan pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pelanggan pada 2025. Pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna telah mencapai 21.717.664 pelanggan.

Lintas Rangkasbitung juga menunjukkan pertumbuhan konsisten, dari 43.317.716 pelanggan pada 2022 menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, lalu 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan 77.552.716 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlahnya mencapai 20.197.205 pelanggan.

Di lintas Tangerang, jumlah pengguna meningkat dari 15.333.812 pelanggan pada 2022 menjadi 21.451.515 pelanggan pada 2023, lalu 24.430.279 pelanggan pada 2024, dan 27.280.453 pelanggan pada 2025. Pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna tercatat 6.987.364 pelanggan.

Sementara itu, lintas Tanjung Priok juga menunjukkan tren peningkatan, dari 1.599.107 pelanggan pada 2022 menjadi 2.676.363 pelanggan pada 2023, kemudian 3.377.633 pelanggan pada 2024, dan 3.531.311 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna mencapai 873.658 pelanggan.

Pertumbuhan di seluruh lintas tersebut mencerminkan perubahan yang terjadi secara bertahap dalam kehidupan masyarakat. Waktu perjalanan yang lebih teratur membuat aktivitas harian dapat direncanakan dengan lebih baik. Waktu yang sebelumnya habis di perjalanan kini dapat dimanfaatkan untuk bekerja, belajar, atau beristirahat.

Dari sisi biaya, tarif yang terjangkau menjaga mobilitas tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Efisiensi ini memberi ruang bagi pengeluaran ke kebutuhan produktif lain seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga.

Perubahan pilihan moda juga berdampak pada kondisi jalan. Kepadatan lalu lintas berkurang, perjalanan menjadi lebih lancar, dan risiko kecelakaan dapat ditekan. Lingkungan ikut membaik karena berkurangnya polusi karena penggunaan kendaraan pribadi.

Di sekitar stasiun, aktivitas ekonomi tumbuh mengikuti pergerakan penumpang. Pedagang, layanan transportasi lanjutan, hingga hunian berkembang dalam ekosistem yang semakin aktif. Mobilitas yang terhubung mendorong pergerakan ekonomi masyarakat secara langsung.

KAI memandang bahwa infrastruktur transportasi yang tepat dapat membentuk kebiasaan masyarakat dalam jangka panjang. Ketika jaringan semakin terhubung, kapasitas meningkat, dan layanan semakin terintegrasi, peralihan ke transportasi publik akan terjadi secara alami dan berkelanjutan.

Penguatan sistem perkeretaapian perkotaan di berbagai kota di luar Jawa dan Sumatra menjadi langkah yang semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas. Pengembangan jaringan dan kapasitas yang konsisten akan memperluas manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pola hidup yang lebih efisien.

“Infrastruktur transportasi yang terus diperkuat menghadirkan layanan publik yang semakin andal. Dampaknya terasa dalam kehidupan masyarakat, perjalanan menjadi lebih efisien, waktu lebih terjaga, dan aktivitas dapat berjalan dengan lebih produktif,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wisatawan Meningkat, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 62,86 Persen

6 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Whoosh Tebar Promo 10.10! Ada Diskon hingga 50% dan Potongan hingga Rp150 Ribu

6 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun

5 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Eskalator Stasiun Duri Masih Diperbaiki, KAI Commuter Siapkan Uji Kelayakan

5 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 271,48 Juta hingga September 2026

5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tujuh Trainset KRL INKA Kembali Beroperasi di Bogor Line Mulai Besok

5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

KAI Services Buka Area Parkir di Stasiun Muara Enim, Hadirkan Kemudahan bagi Pengguna Kereta Api

5 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Wisatawan Mancanegara Pengguna Kereta Api di Daop 1 Jakarta Tembus 125 Ribu, Naik 4,7 Persen

5 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang

4 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Trending di PERON