Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Relawan turun langsung ke lapangan pada 25–28 Desember 2025 untuk membantu penanganan warga di tiga desa terisolir, yakni Jamur Konyel, Atu Payung, dan Serule. Kecamatan bintang,takengon aceh Tengah.
Tim relawan yang terdiri dari Sabrian, ST dan Tank dari Mapala Mahagapa melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari Desa Dedamar menuju lokasi terdampak.

Para relawan membawa perangkat Starlink dari posko utama guna membuka akses komunikasi, khususnya di pos tengah Desa Atu Payung. Upaya ini menjadi vital mengingat keterbatasan jaringan di wilayah tersebut.

Pada Kamis pagi, tim medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berhasil mendarat di lokasi dan disusul kehadiran Bupati Aceh Tengah.
Tim medis langsung melakukan pelayanan kesehatan di Mushola Desa Serule hingga malam hari.
Pada Jumat, dua pasien lanjut usia berhasil dievakuasi bersamaan dengan pendropingan logistik untuk warga.
Relawan di lapangan juga memantau langsung proses pembagian logistik yang dilakukan dengan sistem roping ke tiga desa tersebut.
Dalam pelaksanaan tugas, relawan dibantu enam relawan lokal serta masyarakat setempat yang dinilai sangat kooperatif.
Para relawan beristirahat di Polindes karena ketiga desa tersebut belum memiliki bidan yang standby. Hanya terdapat satu tenaga perawat, putra daerah setempat, yang secara sukarela menjadi relawan kesehatan untuk menangani keluhan sakit ringan dan pembagian obat.

Dari tiga desa, hanya Desa Serule yang telah memiliki akses Starlink. Namun penggunaannya terbatas, aktif pada pagi hari dan setelah Magrib dengan durasi maksimal sekitar dua jam, akibat keterbatasan bahan bakar. Di lokasi, harga bensin dilaporkan mencapai Rp40 ribu per liter.
Kondisi ini menunjukkan masih besarnya tantangan akses layanan kesehatan, komunikasi, dan logistik di wilayah terdampak, sekaligus menegaskan pentingnya peran relawan dan dukungan lintas sektor dalam penanganan darurat.*** (Kamaruzzaman)










