Menu

Mode Gelap
KA Batara Kresna Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan dari Solo ke Wonogiri, Tarif Rp4.000 KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat

RAGAM

Relawan Jalan Kaki Bawa Starlink, Medis IDI Tangani Warga di Tiga Desa Terisolir Aceh Tengah

badge-check


 Relawan Jalan Kaki Bawa Starlink, Medis IDI Tangani Warga di Tiga Desa Terisolir Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Relawan turun langsung ke lapangan pada 25–28 Desember 2025 untuk membantu penanganan warga di tiga desa terisolir, yakni Jamur Konyel, Atu Payung, dan Serule. Kecamatan bintang,takengon aceh Tengah.

Tim relawan yang terdiri dari Sabrian, ST dan Tank dari Mapala Mahagapa melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari Desa Dedamar menuju lokasi terdampak.

Para relawan membawa perangkat Starlink dari posko utama guna membuka akses komunikasi, khususnya di pos tengah Desa Atu Payung. Upaya ini menjadi vital mengingat keterbatasan jaringan di wilayah tersebut.

Pada Kamis pagi, tim medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berhasil mendarat di lokasi dan disusul kehadiran Bupati Aceh Tengah.

Tim medis langsung melakukan pelayanan kesehatan di Mushola Desa Serule hingga malam hari.

Pada Jumat, dua pasien lanjut usia berhasil dievakuasi bersamaan dengan pendropingan logistik untuk warga.

Relawan di lapangan juga memantau langsung proses pembagian logistik yang dilakukan dengan sistem roping ke tiga desa tersebut.
Dalam pelaksanaan tugas, relawan dibantu enam relawan lokal serta masyarakat setempat yang dinilai sangat kooperatif.

Para relawan beristirahat di Polindes karena ketiga desa tersebut belum memiliki bidan yang standby. Hanya terdapat satu tenaga perawat, putra daerah setempat, yang secara sukarela menjadi relawan kesehatan untuk menangani keluhan sakit ringan dan pembagian obat.

Dari tiga desa, hanya Desa Serule yang telah memiliki akses Starlink. Namun penggunaannya terbatas, aktif pada pagi hari dan setelah Magrib dengan durasi maksimal sekitar dua jam, akibat keterbatasan bahan bakar. Di lokasi, harga bensin dilaporkan mencapai Rp40 ribu per liter.

Kondisi ini menunjukkan masih besarnya tantangan akses layanan kesehatan, komunikasi, dan logistik di wilayah terdampak, sekaligus menegaskan pentingnya peran relawan dan dukungan lintas sektor dalam penanganan darurat.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau, Seluruh Penumpang Dilaporkan Tewas

17 April 2026 - 10:42 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

Trending di RAGAM