Menu

Mode Gelap
Saat Asosiasi Maskapai Menanti Perubahan TBA dari Pemerintah Antisipasi Kepadatan Gilimanuk, Menhub Dudy Tinjau Pelabuhan Celukan Bawang KCIC Gratiskan Tiket Bayi di Bawah 3 Tahun Selama Libur Sekolah, Perjalanan Keluarga dengan Whoosh Makin Nyaman Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang? Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

RAGAM

Relawan Jalan Kaki Bawa Starlink, Medis IDI Tangani Warga di Tiga Desa Terisolir Aceh Tengah

badge-check


 Relawan Jalan Kaki Bawa Starlink, Medis IDI Tangani Warga di Tiga Desa Terisolir Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Relawan turun langsung ke lapangan pada 25–28 Desember 2025 untuk membantu penanganan warga di tiga desa terisolir, yakni Jamur Konyel, Atu Payung, dan Serule. Kecamatan bintang,takengon aceh Tengah.

Tim relawan yang terdiri dari Sabrian, ST dan Tank dari Mapala Mahagapa melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari Desa Dedamar menuju lokasi terdampak.

Para relawan membawa perangkat Starlink dari posko utama guna membuka akses komunikasi, khususnya di pos tengah Desa Atu Payung. Upaya ini menjadi vital mengingat keterbatasan jaringan di wilayah tersebut.

Pada Kamis pagi, tim medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berhasil mendarat di lokasi dan disusul kehadiran Bupati Aceh Tengah.

Tim medis langsung melakukan pelayanan kesehatan di Mushola Desa Serule hingga malam hari.

Pada Jumat, dua pasien lanjut usia berhasil dievakuasi bersamaan dengan pendropingan logistik untuk warga.

Relawan di lapangan juga memantau langsung proses pembagian logistik yang dilakukan dengan sistem roping ke tiga desa tersebut.
Dalam pelaksanaan tugas, relawan dibantu enam relawan lokal serta masyarakat setempat yang dinilai sangat kooperatif.

Para relawan beristirahat di Polindes karena ketiga desa tersebut belum memiliki bidan yang standby. Hanya terdapat satu tenaga perawat, putra daerah setempat, yang secara sukarela menjadi relawan kesehatan untuk menangani keluhan sakit ringan dan pembagian obat.

Dari tiga desa, hanya Desa Serule yang telah memiliki akses Starlink. Namun penggunaannya terbatas, aktif pada pagi hari dan setelah Magrib dengan durasi maksimal sekitar dua jam, akibat keterbatasan bahan bakar. Di lokasi, harga bensin dilaporkan mencapai Rp40 ribu per liter.

Kondisi ini menunjukkan masih besarnya tantangan akses layanan kesehatan, komunikasi, dan logistik di wilayah terdampak, sekaligus menegaskan pentingnya peran relawan dan dukungan lintas sektor dalam penanganan darurat.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Trending di RAGAM