Menu

Mode Gelap
6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api KCIC-Polda Jabar Perkuat Pengamanan Whoosh, 1.773 CCTV Dikerahkan Pantau Operasional Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

NASIONAL

Ribuan Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah Mencari Akses Internet Pascabencana

badge-check


 Ribuan Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah Mencari Akses Internet Pascabencana Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ribuan warga Aceh Tengah memadati halaman Kantor Bupati pada Senin, 1 Desember 2025. Kedatangan mereka bukan untuk keperluan administrasi, melainkan untuk mendapatkan akses internet setelah jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut lumpuh total akibat bencana alam yang melanda sejak dua hari terakhir.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana haru di setiap sudut halaman kantor. Warga berdesakan mengantre panjang demi memperoleh sinyal wifi darurat yang dipasang oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Tangis, kepanikan, dan kerinduan tumpah menjadi satu dalam antrean yang tampak tak berujung.

Salah seorang warga, Abadi, yang datang dari Mongal, Kecamatan Bebesen, mengaku rela berjalan kaki beberapa kilometer hanya untuk bisa menghubungi keluarganya di perantauan.

“Saya sudah dua hari tak bisa memberi kabar. Keluarga pasti khawatir,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sarifah, warga lainnya. Ia mengatakan sudah dua hari tidak dapat mengabari anaknya yang bekerja di luar daerah.

“Kami cemas, anak saya juga pasti cemas. Saya hanya ingin bilang kami selamat,” tuturnya lirih.

Di tengah kerumunan, beberapa warga terlihat tak mampu menahan tangis saat akhirnya berhasil tersambung melalui panggilan WhatsApp dengan keluarga masing-masing. Ada pula warga yang harus mengangkat ponsel tinggi-tinggi untuk mencari titik sinyal dari hotspot darurat.

Seorang ibu rumah tangga mengabarkan bahwa stok kebutuhan pokok di Aceh Tengah mulai menipis. Ia menyebut persediaan beras, air mineral, hingga BBM semakin sulit didapat.

“Banyak warga kini sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah,” katanya.

Pemerintah daerah terus berupaya memperluas jangkauan wifi darurat dan mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi agar masyarakat bisa kembali berkomunikasi secara normal dalam waktu dekat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api

22 September 2026 - 13:44 WIB

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22 September 2026 - 12:40 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

KKP Amankan 1.048 Ton Udang Impor di Jatim, Potensi Kerugian Negara Rp405,8 Miliar

22 September 2026 - 12:23 WIB

KKP Musnahkan 1.075 Kg Pakan Ikan Ilegal dan 15 Alat Tangkap Merusak di Banda Aceh

22 September 2026 - 12:18 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

Akses Pintu Masuk Pemda Fakfak Ditutup Sementara, Pemkab Siapkan Penataan Demi Ketertiban dan Kenyamanan Pelayanan

22 September 2026 - 09:52 WIB

ABS Kembali Dikukuhkan Sebagai Orang Nomor 1 di -DPC PPP Kota Langsa

22 September 2026 - 04:05 WIB

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar, Si “Ketua RW Viral” yang Peduli Warga 24 Jam dan Siap Jalani Program Gubernur DKI

21 September 2026 - 23:20 WIB

Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel

21 September 2026 - 11:47 WIB

Trending di RAGAM