Menu

Mode Gelap
Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

NASIONAL

Ribuan Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah Mencari Akses Internet Pascabencana

badge-check


 Ribuan Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah Mencari Akses Internet Pascabencana Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ribuan warga Aceh Tengah memadati halaman Kantor Bupati pada Senin, 1 Desember 2025. Kedatangan mereka bukan untuk keperluan administrasi, melainkan untuk mendapatkan akses internet setelah jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut lumpuh total akibat bencana alam yang melanda sejak dua hari terakhir.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana haru di setiap sudut halaman kantor. Warga berdesakan mengantre panjang demi memperoleh sinyal wifi darurat yang dipasang oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Tangis, kepanikan, dan kerinduan tumpah menjadi satu dalam antrean yang tampak tak berujung.

Salah seorang warga, Abadi, yang datang dari Mongal, Kecamatan Bebesen, mengaku rela berjalan kaki beberapa kilometer hanya untuk bisa menghubungi keluarganya di perantauan.

“Saya sudah dua hari tak bisa memberi kabar. Keluarga pasti khawatir,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sarifah, warga lainnya. Ia mengatakan sudah dua hari tidak dapat mengabari anaknya yang bekerja di luar daerah.

“Kami cemas, anak saya juga pasti cemas. Saya hanya ingin bilang kami selamat,” tuturnya lirih.

Di tengah kerumunan, beberapa warga terlihat tak mampu menahan tangis saat akhirnya berhasil tersambung melalui panggilan WhatsApp dengan keluarga masing-masing. Ada pula warga yang harus mengangkat ponsel tinggi-tinggi untuk mencari titik sinyal dari hotspot darurat.

Seorang ibu rumah tangga mengabarkan bahwa stok kebutuhan pokok di Aceh Tengah mulai menipis. Ia menyebut persediaan beras, air mineral, hingga BBM semakin sulit didapat.

“Banyak warga kini sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah,” katanya.

Pemerintah daerah terus berupaya memperluas jangkauan wifi darurat dan mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi agar masyarakat bisa kembali berkomunikasi secara normal dalam waktu dekat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

FIFGROUP Salurkan Rp1,88 Miliar Dana Bergulir Bagi 524 UMKM Binaan

16 Juli 2026 - 13:16 WIB

⁠Dukung Kelancaran Arus Logistik Pelabuhan, KSOP Utama Tanjung Priok berikan kebijakan penyesuaian YOR

16 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Keselamatan bagi Peserta Magang

16 Juli 2026 - 09:53 WIB

QRIS Tembus 45 Juta Merchant, Tunai Tetap Masih Mendominasi Daerah

16 Juli 2026 - 05:25 WIB

Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut

15 Juli 2026 - 21:35 WIB

Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur

15 Juli 2026 - 21:18 WIB

IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul

15 Juli 2026 - 21:09 WIB

Trending di ANJUNGAN