Menu

Mode Gelap
Perkuat Perlindungan Hukum dan Aset, Pelindo Regional 2 Pontianak Teken Kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat KAI Services Kerahkan Lebih dari 8.400 Personel untuk Jaga Kebersihan Kereta dan Stasiun Pilih Mundur di Tengah Polemik Keluarga, Nevirizal: Demi Menjaga Integritas dan Kepercayaan Masyarakat KCIC Amankan 3.333 Layang-layang di Jalur Whoosh Sepanjang 2026, Bandung Barat Jadi Titik Terbanyak Hari Anak Nasional 2026, KAI Sediakan Area Bermain Anak di 40 Stasiun dan Ruang Laktasi di 135 Stasiun LRT Jabodebek Pastikan Gangguan Tak Terulang, Tambah Perjalanan hingga Benahi Parkir dan Fasilitas Stasiun

NASIONAL

Ribuan Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah Mencari Akses Internet Pascabencana

badge-check


 Ribuan Warga Padati Kantor Bupati Aceh Tengah Mencari Akses Internet Pascabencana Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Ribuan warga Aceh Tengah memadati halaman Kantor Bupati pada Senin, 1 Desember 2025. Kedatangan mereka bukan untuk keperluan administrasi, melainkan untuk mendapatkan akses internet setelah jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut lumpuh total akibat bencana alam yang melanda sejak dua hari terakhir.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana haru di setiap sudut halaman kantor. Warga berdesakan mengantre panjang demi memperoleh sinyal wifi darurat yang dipasang oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Tangis, kepanikan, dan kerinduan tumpah menjadi satu dalam antrean yang tampak tak berujung.

Salah seorang warga, Abadi, yang datang dari Mongal, Kecamatan Bebesen, mengaku rela berjalan kaki beberapa kilometer hanya untuk bisa menghubungi keluarganya di perantauan.

“Saya sudah dua hari tak bisa memberi kabar. Keluarga pasti khawatir,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sarifah, warga lainnya. Ia mengatakan sudah dua hari tidak dapat mengabari anaknya yang bekerja di luar daerah.

“Kami cemas, anak saya juga pasti cemas. Saya hanya ingin bilang kami selamat,” tuturnya lirih.

Di tengah kerumunan, beberapa warga terlihat tak mampu menahan tangis saat akhirnya berhasil tersambung melalui panggilan WhatsApp dengan keluarga masing-masing. Ada pula warga yang harus mengangkat ponsel tinggi-tinggi untuk mencari titik sinyal dari hotspot darurat.

Seorang ibu rumah tangga mengabarkan bahwa stok kebutuhan pokok di Aceh Tengah mulai menipis. Ia menyebut persediaan beras, air mineral, hingga BBM semakin sulit didapat.

“Banyak warga kini sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah,” katanya.

Pemerintah daerah terus berupaya memperluas jangkauan wifi darurat dan mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi agar masyarakat bisa kembali berkomunikasi secara normal dalam waktu dekat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perkuat Perlindungan Hukum dan Aset, Pelindo Regional 2 Pontianak Teken Kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat

23 Juli 2026 - 16:04 WIB

Pilih Mundur di Tengah Polemik Keluarga, Nevirizal: Demi Menjaga Integritas dan Kepercayaan Masyarakat

23 Juli 2026 - 15:58 WIB

DAMRI Hadirkan Diskon Tiket Bus Hingga 20 Persen, Bepergian Lebih Hemat!

23 Juli 2026 - 12:57 WIB

Don Muzakir Sambut Kepala BGN Baru, Harap Program MBG Sejahterakan Petani dan Tingkatkan Gizi Rakyat

23 Juli 2026 - 08:04 WIB

Meriahkan Hari Jadi Ke-13, IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Pengguna Jasa

22 Juli 2026 - 22:20 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN

22 Juli 2026 - 21:36 WIB

DPR Umumkan 25 Calon Anggota BPK RI, Khaidir Abdurrahman Masuk Daftar

22 Juli 2026 - 21:02 WIB

Khaidir Abdulrahman: Korban Penyalahgunaan Narkoba Harus Diselamatkan, Bukan Dijauhi

22 Juli 2026 - 20:42 WIB

DAMRI Dukung Kehadiran Bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel Pertama di Indonesia

22 Juli 2026 - 14:30 WIB

Kinerja Positif Semester I 2026, Terminal Teluk Lamong Group Catat Pertumbuhan 13,3%

22 Juli 2026 - 14:17 WIB

Trending di ANJUNGAN