Menu

Mode Gelap
Jalankan Program TJSL, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pagimana Sulteng Pelindo Dorong Tarif Jasa Pemanduan dan Penundaan yang Transparan dan Berkelanjutan Perkuat Perlindungan Hukum dan Aset, Pelindo Regional 2 Pontianak Teken Kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat KAI Services Kerahkan Lebih dari 8.400 Personel untuk Jaga Kebersihan Kereta dan Stasiun Pilih Mundur di Tengah Polemik Keluarga, Nevirizal: Demi Menjaga Integritas dan Kepercayaan Masyarakat KCIC Amankan 3.333 Layang-layang di Jalur Whoosh Sepanjang 2026, Bandung Barat Jadi Titik Terbanyak

PERON

LRT Jabodebek Pastikan Gangguan Tak Terulang, Tambah Perjalanan hingga Benahi Parkir dan Fasilitas Stasiun

badge-check


 EVP LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia. (Ist) Perbesar

EVP LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia. (Ist)

Wartatrans.com, BEKASI – LRT Jabodebek memastikan gangguan teknis yang sempat menghambat perjalanan kereta pada Rabu (22/7/2026) telah berhasil diatasi dan tidak berdampak lama terhadap operasional.

Setelah insiden tersebut, operator langsung melakukan evaluasi sekaligus mempercepat sejumlah peningkatan layanan, mulai dari penambahan perjalanan pada jam sibuk, pengembangan area parkir, hingga perbaikan fasilitas di sejumlah stasiun.

Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia mengatakan gangguan yang terjadi hanya berlangsung sekitar 10 menit dan telah ditangani dengan cepat.

“Kemarin ada gangguan teknis dan perjalanan sempat tertahan sekitar 10 menit. Alhamdulillah bisa kita atasi dan kita pastikan itu tidak akan terulang lagi. Kami juga yang pertama menyampaikan mohon maaf kepada teman-teman semua, kepada pelanggan kita. Mudah-mudahan ke depan pelayanan kami semakin meningkat,” ujar Suryawan kepada wartawan di Bekasi, Kamis (23/7/2026).

Sebagai upaya meningkatkan pelayanan, LRT Jabodebek telah menambah satu perjalanan pada jam sibuk pagi dari Stasiun Harjamukti dan Stasiun Jatimulya.

“Kalau rekan-rekan saksikan, kita sudah menambah satu perjalanan di pagi hari dari Harjamukti dan dari Jatimulya. Itu sebagai bentuk upaya kami memaksimalkan layanan kami,” ujar Suryawan.

Menurutnya, sebelum penambahan perjalanan, tingkat okupansi kereta pada jam 07.00–08.00 WIB telah mencapai angka yang sangat tinggi.

“Kita melihat di antara jam 7 sampai jam 8, okupansi yang tertinggi ada di angka hampir 162 persen di Jatimulya. Kemudian kalau di Harjamukti kurang lebih 158 persen,” sebutnya.

Setelah tambahan perjalanan diberlakukan, kepadatan penumpang mulai berkurang.

“Alhamdulillah, yang tadi 162 persen sudah turun di angka 100 persen, bahkan di bawah 100 persen. Jadi penumpangnya terpecah,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengakui tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek membuat tingkat keterisian kereta kembali meningkat hanya dalam beberapa hari.

“Karena antusias masyarakat juga cukup bagus. Begitu kita tambah perjalanan, beberapa hari kemudian sudah mulai penuh lagi dan bergerak lagi di atas 100 persen,” sambungnya.

Selain menambah perjalanan, LRT Jabodebek juga tengah meningkatkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk penyediaan lahan parkir.

“Saat ini kami juga meningkatkan layanan terkait masukan dari masyarakat mengenai kebutuhan parkir. Kurang lebih ada lima lokasi yang langsung kita proses, salah satunya di Harjamukti,” ucap Suryawan.

Suryawan mengatakan pihaknya juga fokus mengurai kepadatan lalu lintas menuju Stasiun Harjamukti dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan.

“Kita juga lagi konsentrasi di Harjamukti untuk mengurai kepadatan waktu pagi dan sore. Kami bekerja sama dengan semua stakeholder, termasuk PT Adhi Karya dan pemda,” katanya.

Menurutnya, hasil kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui pembangunan jalan tembus menuju jalan raya.

“Insyaallah hasil kolaborasi kami yang terakhir, akan dibuatkan jalan tembus yang langsung ke jalan raya sehingga tidak perlu memutar. Insyaallah tahun depan bisa terwujud,” ungkap Suryawan.

Peningkatan layanan juga dilakukan melalui perbaikan fasilitas penting di stasiun.

“Yang juga menjadi perhatian kami adalah peningkatan kualitas eskalator dan lift. Ini menjadi sesuatu yang sangat vital karena jumlah penumpang cukup padat. Walaupun gangguan teknis tidak bisa dihindari sepenuhnya, kami akan berusaha semaksimal mungkin meminimalkan gangguan tersebut.”

Selain itu, LRT Jabodebek telah menambah penerangan di sejumlah titik stasiun, mengatasi keluhan nyamuk di Stasiun Dukuh Atas, serta memasang pendingin udara di area concourse.

“Beberapa titik yang dikeluhkan masih kurang terang sudah kita tambah penerangannya. Kemudian keluhan nyamuk di Dukuh Atas juga sudah bisa kita atasi. Ada juga keluhan panas, kemarin kita pasang AC di concourse Dukuh Atas dan Alhamdulillah sudah terpasang. Rencananya akan kita tambah lagi di empat stasiun.”

Sebagai bagian dari peningkatan aspek keselamatan, LRT Jabodebek juga mulai memasang safety fence di jalur layang.

“Selanjutnya kita juga akan melengkapi jalur LRT dengan safety fence sehingga kalau ada kondisi darurat tidak berdampak kepada penumpang. Tahun ini sudah kita mulai pada satu petak dan harapannya tahun depan sudah bisa terpasang semuanya.”

Suryawan menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen LRT Jabodebek untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Segala upaya kita lakukan untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Kami juga sangat butuh masukan-masukan dari pelanggan agar kita bisa terus memberikan layanan yang lebih baik lagi.”

Ia juga menilai tingginya perhatian masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek menunjukkan transportasi ini telah menjadi moda utama bagi para komuter di kawasan Jabodebek.

“Memang luar biasa LRT ini, sudah rasanya seperti KRL. Gangguan sedikit, 10 menit saja, langsung heboh,” ujarnya.

Terkait pola pergerakan penumpang, Suryawan menjelaskan karakteristik LRT Jabodebek berbeda dengan kereta api jarak jauh. Jika transportasi urban seperti LRT dan KRL, justru hari kerja atau weekday merupakan puncak penumpang, sedangkan akhir pekan menjadi low season. Jadi saat libur sekolah atau liburan, peningkatannya tidak signifikan. Berbeda dengan kereta api jarak jauh yang justru ramai saat akhir pekan atau musim liburan.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Services Kerahkan Lebih dari 8.400 Personel untuk Jaga Kebersihan Kereta dan Stasiun

23 Juli 2026 - 16:02 WIB

KCIC Amankan 3.333 Layang-layang di Jalur Whoosh Sepanjang 2026, Bandung Barat Jadi Titik Terbanyak

23 Juli 2026 - 15:56 WIB

Hari Anak Nasional 2026, KAI Sediakan Area Bermain Anak di 40 Stasiun dan Ruang Laktasi di 135 Stasiun

23 Juli 2026 - 15:11 WIB

LRT Jabodebek Rayakan Hari Anak Nasional ke-42 Bersama Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus, Tegaskan Layanan Inklusif

23 Juli 2026 - 13:03 WIB

90,79 Persen Pelanggan KAI Group Ditopang Layanan Bersubsidi dan Perintis

22 Juli 2026 - 22:00 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, KCIC Ajak Anak-Anak Peduli Lingkungan Lewat Whoosh

22 Juli 2026 - 19:39 WIB

KAI Tuntaskan Pengadaan 54 Lokomotif CC205 untuk Perkuat Layanan Logistik di Sumatra Selatan

22 Juli 2026 - 18:59 WIB

Gangguan Sarana di Cawang, Perjalanan LRT Jabodebek Sempat Terlambat 10 Menit

22 Juli 2026 - 18:48 WIB

LRT Jabodebek Mendadak Berhenti Dekat Stasiun Cawang, Penumpang Panik

22 Juli 2026 - 12:08 WIB

KAI dan INKA Mulai Integrasi Strategis, Kebutuhan 156 Rangkaian KRL hingga 2040 Jadi Peluang Industri Nasional

22 Juli 2026 - 06:23 WIB

Trending di PERON