Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Universitas Prabu Siliwangi Gelar KKN di Desa Tugu Selatan Cisarua Kabupaten Bogor Hasil Paper Test Bandara Soetta dan Halim Negatif KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer Cerita Bupati Madina Jumpa Mantan: Ada Bibik-bisik Soal Bandara, Pelabuhan dan BUMD? KAI Tambah Kapasitas Perjalanan KA untuk Penuhi Kebutuhan Mobilitas Pelanggan Kisah Perempuan Gaza: Dari Persiapan Perkawinan ke Medan Pertempuran 

RAGAM

Khaidir Abdulrahman: Korban Penyalahgunaan Narkoba Harus Diselamatkan, Bukan Dijauhi

badge-check


 Khaidir Abdulrahman: Korban Penyalahgunaan Narkoba Harus Diselamatkan, Bukan Dijauhi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga pemulihan dan pemberdayaan. Pandangan tersebut disampaikan Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P., yang menilai korban penyalahgunaan narkoba harus mendapatkan kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.

Khaidir mengatakan, persoalan narkoba merupakan tantangan serius bagi masa depan generasi muda, termasuk di Aceh. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lainnya.

“Anak-anak muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba harus kita selamatkan. Mereka harus diberi kesempatan untuk pulih, mendapatkan pendampingan, kembali kepada keluarga, dan membangun masa depan mereka,” ujar Khaidir.

Menurutnya, pendekatan rehabilitasi medis dan sosial menjadi bagian penting dalam menangani korban penyalahgunaan narkoba. Mereka tidak semestinya hanya dipandang sebagai pelaku, tetapi juga sebagai korban yang membutuhkan pertolongan dan pemulihan.

Khaidir menegaskan, proses rehabilitasi harus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Dengan pemulihan yang tepat, para korban diharapkan mampu kembali ke tengah keluarga dan masyarakat serta memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara positif.

“Jangan sampai generasi muda kita kehilangan masa depan hanya karena pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka harus dibantu agar bisa bangkit dan kembali menjadi manusia yang produktif,” katanya.

Selain persoalan narkoba, Khaidir juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi muda Aceh. Menurutnya, anak muda merupakan aset penting sekaligus generasi emas yang akan menentukan arah pembangunan Aceh di masa depan.

Karena itu, ia mendorong agar generasi muda diberikan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman kerja, sehingga mampu menghadapi tantangan global.

“Generasi muda Aceh harus memiliki kompetensi dan daya saing. Kita tidak boleh hanya meminta mereka menjadi penonton pembangunan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya,” ujarnya.

Komitmen tersebut, menurut Khaidir, juga diwujudkan melalui berbagai upaya membuka akses pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi pemuda Aceh. Saat mengemban amanah sebagai salah satu Direksi PT ASABRI (Persero), ia turut memfasilitasi sejumlah pemuda Aceh untuk mengikuti berbagai program pelatihan di Medan dan Jakarta.

Khaidir juga menyebut adanya upaya membuka peluang bagi pemuda Aceh untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui kerja sama dengan OISCA International Japan. Melalui program tersebut, pemuda Aceh berkesempatan mengikuti program magang di Jepang selama dua hingga tiga tahun.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk generasi muda yang memiliki kedisiplinan, etos kerja, keterampilan, dan wawasan global. Setelah kembali ke Indonesia, mereka diharapkan mampu menjadi pelopor yang ikut menggerakkan pembangunan di daerah asalnya.

“Kita ingin pemuda Aceh memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk bersaing, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ketika mereka kembali, pengalaman itu harus bisa ditularkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Khaidir.

Khaidir menegaskan, pembangunan generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pencegahan narkoba, rehabilitasi korban, pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Kalau kita ingin membangun Aceh yang lebih baik, maka kita harus menyelamatkan dan menyiapkan generasi mudanya. Mereka adalah masa depan Aceh. Tugas kita hari ini adalah memastikan mereka memiliki ruang untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi,” tuturnya.*** (LE Putra)

Baca Lainnya

KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer

7 September 2026 - 16:10 WIB

Kisah Perempuan Gaza: Dari Persiapan Perkawinan ke Medan Pertempuran 

7 September 2026 - 15:21 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau Imigrasi Beri Izin WNA ITKT 30 Hari

7 September 2026 - 14:49 WIB

Legislator Provinsi PKS Serap Aspirasi Warga Cibinong, Persoalan Sampah hingga Banjir Menjadi Sorotan

7 September 2026 - 13:56 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Prabowo Perintahkan Pemerintah Siaga: BNPB, BMKG hingga Kementerian Bergerak

7 September 2026 - 13:35 WIB

BGN Hentikan Sementara Distribusi MBG bagi Siswa PJJ Terdampak Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 - 12:21 WIB

AHY : Partai Demokrat Bukan Semata Memenangkan Pemilu Berikutnya Tapi Memenangkan Masa Depan Generasi Berikutnya

7 September 2026 - 04:48 WIB

Alun-alun Garut Dipasangi Baner Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya

6 September 2026 - 20:13 WIB

Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Peningkatan Pencemaran Udara di Sejumlah Wilayah

6 September 2026 - 19:10 WIB

TOP BRSN PKS Kabupaten Bogor Diikuti Lebih 180 Peserta, Perkuat Relawan Menuju Pemilu 2029

6 September 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM