Menu

Mode Gelap
Sambut HUT Ke-81 RI, Ar Rahman Carpet & Interior Cibubur Beri Promo Kemerdekaan, Diskon Karpet Hingga 30 Persen Meriahkan Hari Jadi Ke-13, IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Pengguna Jasa 90,79 Persen Pelanggan KAI Group Ditopang Layanan Bersubsidi dan Perintis Audi Perkuat Lini SUV Premium di GIIAS 2026, Persaingan Kendaraan Mewah Kian Sengit Konektivitas Makin Bernilai, TOD Sudah Jadi Magnet Baru Properti Jakarta Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN

RAGAM

Khaidir Abdulrahman: Korban Penyalahgunaan Narkoba Harus Diselamatkan, Bukan Dijauhi

badge-check


 Khaidir Abdulrahman: Korban Penyalahgunaan Narkoba Harus Diselamatkan, Bukan Dijauhi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga pemulihan dan pemberdayaan. Pandangan tersebut disampaikan Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P., yang menilai korban penyalahgunaan narkoba harus mendapatkan kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.

Khaidir mengatakan, persoalan narkoba merupakan tantangan serius bagi masa depan generasi muda, termasuk di Aceh. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen lainnya.

“Anak-anak muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba harus kita selamatkan. Mereka harus diberi kesempatan untuk pulih, mendapatkan pendampingan, kembali kepada keluarga, dan membangun masa depan mereka,” ujar Khaidir.

Menurutnya, pendekatan rehabilitasi medis dan sosial menjadi bagian penting dalam menangani korban penyalahgunaan narkoba. Mereka tidak semestinya hanya dipandang sebagai pelaku, tetapi juga sebagai korban yang membutuhkan pertolongan dan pemulihan.

Khaidir menegaskan, proses rehabilitasi harus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Dengan pemulihan yang tepat, para korban diharapkan mampu kembali ke tengah keluarga dan masyarakat serta memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara positif.

“Jangan sampai generasi muda kita kehilangan masa depan hanya karena pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka harus dibantu agar bisa bangkit dan kembali menjadi manusia yang produktif,” katanya.

Selain persoalan narkoba, Khaidir juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi muda Aceh. Menurutnya, anak muda merupakan aset penting sekaligus generasi emas yang akan menentukan arah pembangunan Aceh di masa depan.

Karena itu, ia mendorong agar generasi muda diberikan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman kerja, sehingga mampu menghadapi tantangan global.

“Generasi muda Aceh harus memiliki kompetensi dan daya saing. Kita tidak boleh hanya meminta mereka menjadi penonton pembangunan. Mereka harus dipersiapkan menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya,” ujarnya.

Komitmen tersebut, menurut Khaidir, juga diwujudkan melalui berbagai upaya membuka akses pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi pemuda Aceh. Saat mengemban amanah sebagai salah satu Direksi PT ASABRI (Persero), ia turut memfasilitasi sejumlah pemuda Aceh untuk mengikuti berbagai program pelatihan di Medan dan Jakarta.

Khaidir juga menyebut adanya upaya membuka peluang bagi pemuda Aceh untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui kerja sama dengan OISCA International Japan. Melalui program tersebut, pemuda Aceh berkesempatan mengikuti program magang di Jepang selama dua hingga tiga tahun.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk generasi muda yang memiliki kedisiplinan, etos kerja, keterampilan, dan wawasan global. Setelah kembali ke Indonesia, mereka diharapkan mampu menjadi pelopor yang ikut menggerakkan pembangunan di daerah asalnya.

“Kita ingin pemuda Aceh memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk bersaing, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ketika mereka kembali, pengalaman itu harus bisa ditularkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Khaidir.

Khaidir menegaskan, pembangunan generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pencegahan narkoba, rehabilitasi korban, pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Kalau kita ingin membangun Aceh yang lebih baik, maka kita harus menyelamatkan dan menyiapkan generasi mudanya. Mereka adalah masa depan Aceh. Tugas kita hari ini adalah memastikan mereka memiliki ruang untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi,” tuturnya.*** (LE Putra)

Baca Lainnya

Meriahkan Hari Jadi Ke-13, IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Pengguna Jasa

22 Juli 2026 - 22:20 WIB

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN

22 Juli 2026 - 21:36 WIB

DPR Umumkan 25 Calon Anggota BPK RI, Khaidir Abdurrahman Masuk Daftar

22 Juli 2026 - 21:02 WIB

DAMRI Dukung Kehadiran Bus Hydrogen–Diesel Dual Fuel Pertama di Indonesia

22 Juli 2026 - 14:30 WIB

Kinerja Positif Semester I 2026, Terminal Teluk Lamong Group Catat Pertumbuhan 13,3%

22 Juli 2026 - 14:17 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Sunda Kelapa Gelar Doa Bersama serta Santunan Anak Yatim

22 Juli 2026 - 14:10 WIB

Pelindo Regional 2 Salurkan Santunan kepada 300 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Pelabuhan

22 Juli 2026 - 14:04 WIB

Catatan Iwan Piliang: Lima Abad Jakarta Jangan Hanya Membangun Kota

22 Juli 2026 - 00:04 WIB

Bertemu Awak Media Jakarta, Ahli Waris Kapitan Pattimura Frans Matulessy Dapat Dukungan Moril Pembangunan Museum

21 Juli 2026 - 21:22 WIB

Mahasiswa Poltrada Bali Tingkatkan Wawasan Industri dan Asah Keterampilan di IPCC

21 Juli 2026 - 20:38 WIB

Trending di ANJUNGAN