Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

RAGAM

Ribuan Warga Padati Masjid Nurul Wathon, Isra Mi’raj Jadi Ruang Silaturahmi Publik di Bogor

badge-check


 Ribuan Warga Padati Masjid Nurul Wathon, Isra Mi’raj Jadi Ruang Silaturahmi Publik di Bogor Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Ribuan warga Kabupaten Bogor memadati Masjid Nurul Wathon, kawasan Pakansari, Cibinong, Sabtu malam, 24 Januari 2026. Mereka datang untuk mengikuti Tabligh Akbar memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan penceramah Ustadz Abdul Somad.

Sejak malam hari, arus jamaah terus mengalir ke area masjid. Lantunan shalawat dan doa mengisi ruang-ruang masjid, menciptakan suasana religius yang kental. Peringatan Isra Mi’raj kali ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan rutin, tetapi juga menjelma sebagai ruang perjumpaan sosial masyarakat lintas wilayah di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyebut peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Menurutnya, doa bersama menjadi ikhtiar spiritual agar masyarakat dan daerah senantiasa diberi perlindungan.

“Melalui doa bersama ini, kita berharap Kabupaten Bogor dan Indonesia dijauhkan dari bencana serta diberikan keselamatan,” ujar Rudy.

Rudy menilai kehadiran ulama dan tokoh agama dalam kegiatan keagamaan di ruang publik seperti masjid memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Pembangunan, kata dia, tidak hanya diukur dari aspek fisik seperti infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan moral dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan non-fisik—pembentukan karakter dan keimanan—adalah roh dari pembangunan itu sendiri,” katanya.

Selain sebagai pusat ibadah, Masjid Nurul Wathon juga diarahkan menjadi simpul layanan keumatan. Pemerintah Kabupaten Bogor, menurut Rudy, tengah mengembangkan kawasan masjid tersebut sebagai Pusat Layanan Haji dan Umrah. Setelah pembangunan masjid, pemerintah berencana melanjutkan pembangunan hotel atau asrama haji sebagai fasilitas pendukung.

Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Abdul Somad ini menjadi penanda bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi sosial, dialog moral, dan penguatan spiritual masyarakat Bogor di tengah tantangan zaman.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR