Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

RAGAM

Ruang Pulih di Tengah Luka Bencana Tebuk Aceh Tengah

badge-check


 Ruang Pulih di Tengah Luka Bencana Tebuk Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Di tengah puing dan lumpur sisa longsor banjir bandang, tawa anak-anak mulai terdengar kembali di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing. Bukan karena bencana telah usai, melainkan karena sebuah ruang pemulihan dibuka: layanan psikologi sosial pertama bagi para pengungsi.

Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah bersama relawan dari luar daerah membuka program psikologi sosial selama delapan hari di Posko Tebuk, tepatnya di SD Tebuk Pegasing. Program ini menyasar anak-anak dan orang tua yang masih menyimpan trauma akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

“Kami ingin anak-anak kembali ceria, berani bermain, dan perlahan bangkit dari ketakutan,” ujar salah satu relawan. Aktivitas yang dilakukan bukan terapi klinis semata, melainkan pendekatan sosial: bermain, bercerita, menggambar, dan membangun rasa aman bersama.

Desa Tebuk menjadi salah satu titik terparah dalam bencana longsor banjir bandang yang melanda Kecamatan Pegasing. Air dan material longsor bahkan menutupi SD Negeri 11 Pegasing, sekolah yang menjadi pusat belajar puluhan anak desa itu.

Kepala SD Negeri 11 Pegasing, Yusrizal, S.Pd — yang akrab disapa Yus Uluh Guel — nyaris tak pernah absen berada di lokasi sejak bencana terjadi. Ia menyaksikan langsung bagaimana sekolah dan rumah warga luluh oleh arus banjir.

“Sebanyak 23 siswa kehilangan rumah, dan total 90 siswa terdampak. Ada satu guru dan satu penjaga sekolah yang rumahnya ikut tersapu banjir, bahkan tak sempat menyelamatkan barang berharga,” tuturnya.

Saat ini, proses belajar mengajar belum dapat berjalan normal. Gedung sekolah masih membutuhkan pembangunan kembali. Namun di tengah keterbatasan itu, harapan tetap ditanamkan.

“Kami berharap sekolah ini bisa segera dibangun kembali, agar anak-anak bisa belajar seperti semula. Kami juga berharap perhatian dari Menteri Pendidikan untuk membantu pemulihan pendidikan di Aceh Tengah,” kata Yus Uluh Guel.

Program psikologi sosial yang digelar relawan menjadi langkah awal untuk memulihkan yang tak terlihat: luka batin dan trauma. Di Desa Tebuk, pemulihan tidak hanya tentang membangun gedung, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan masa depan anak-anak yang sempat terhenti oleh bencana.***(Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM