Menu ✖

Mode Gelap
Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat 21 Kapal Terlibat dalam Regional Marpolex 2026 ​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026 Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

RAGAM

Ruang Pulih di Tengah Luka Bencana Tebuk Aceh Tengah

badge-check


 Ruang Pulih di Tengah Luka Bencana Tebuk Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Di tengah puing dan lumpur sisa longsor banjir bandang, tawa anak-anak mulai terdengar kembali di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing. Bukan karena bencana telah usai, melainkan karena sebuah ruang pemulihan dibuka: layanan psikologi sosial pertama bagi para pengungsi.

Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah bersama relawan dari luar daerah membuka program psikologi sosial selama delapan hari di Posko Tebuk, tepatnya di SD Tebuk Pegasing. Program ini menyasar anak-anak dan orang tua yang masih menyimpan trauma akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

“Kami ingin anak-anak kembali ceria, berani bermain, dan perlahan bangkit dari ketakutan,” ujar salah satu relawan. Aktivitas yang dilakukan bukan terapi klinis semata, melainkan pendekatan sosial: bermain, bercerita, menggambar, dan membangun rasa aman bersama.

Desa Tebuk menjadi salah satu titik terparah dalam bencana longsor banjir bandang yang melanda Kecamatan Pegasing. Air dan material longsor bahkan menutupi SD Negeri 11 Pegasing, sekolah yang menjadi pusat belajar puluhan anak desa itu.

Kepala SD Negeri 11 Pegasing, Yusrizal, S.Pd — yang akrab disapa Yus Uluh Guel — nyaris tak pernah absen berada di lokasi sejak bencana terjadi. Ia menyaksikan langsung bagaimana sekolah dan rumah warga luluh oleh arus banjir.

“Sebanyak 23 siswa kehilangan rumah, dan total 90 siswa terdampak. Ada satu guru dan satu penjaga sekolah yang rumahnya ikut tersapu banjir, bahkan tak sempat menyelamatkan barang berharga,” tuturnya.

Saat ini, proses belajar mengajar belum dapat berjalan normal. Gedung sekolah masih membutuhkan pembangunan kembali. Namun di tengah keterbatasan itu, harapan tetap ditanamkan.

“Kami berharap sekolah ini bisa segera dibangun kembali, agar anak-anak bisa belajar seperti semula. Kami juga berharap perhatian dari Menteri Pendidikan untuk membantu pemulihan pendidikan di Aceh Tengah,” kata Yus Uluh Guel.

Program psikologi sosial yang digelar relawan menjadi langkah awal untuk memulihkan yang tak terlihat: luka batin dan trauma. Di Desa Tebuk, pemulihan tidak hanya tentang membangun gedung, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan masa depan anak-anak yang sempat terhenti oleh bencana.***(Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA