Menu

Mode Gelap
Saat Asosiasi Maskapai Menanti Perubahan TBA dari Pemerintah Antisipasi Kepadatan Gilimanuk, Menhub Dudy Tinjau Pelabuhan Celukan Bawang KCIC Gratiskan Tiket Bayi di Bawah 3 Tahun Selama Libur Sekolah, Perjalanan Keluarga dengan Whoosh Makin Nyaman Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang? Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

RAGAM

Ruang Pulih di Tengah Luka Bencana Tebuk Aceh Tengah

badge-check


 Ruang Pulih di Tengah Luka Bencana Tebuk Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Di tengah puing dan lumpur sisa longsor banjir bandang, tawa anak-anak mulai terdengar kembali di Desa Tebuk, Kecamatan Pegasing. Bukan karena bencana telah usai, melainkan karena sebuah ruang pemulihan dibuka: layanan psikologi sosial pertama bagi para pengungsi.

Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah bersama relawan dari luar daerah membuka program psikologi sosial selama delapan hari di Posko Tebuk, tepatnya di SD Tebuk Pegasing. Program ini menyasar anak-anak dan orang tua yang masih menyimpan trauma akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

“Kami ingin anak-anak kembali ceria, berani bermain, dan perlahan bangkit dari ketakutan,” ujar salah satu relawan. Aktivitas yang dilakukan bukan terapi klinis semata, melainkan pendekatan sosial: bermain, bercerita, menggambar, dan membangun rasa aman bersama.

Desa Tebuk menjadi salah satu titik terparah dalam bencana longsor banjir bandang yang melanda Kecamatan Pegasing. Air dan material longsor bahkan menutupi SD Negeri 11 Pegasing, sekolah yang menjadi pusat belajar puluhan anak desa itu.

Kepala SD Negeri 11 Pegasing, Yusrizal, S.Pd — yang akrab disapa Yus Uluh Guel — nyaris tak pernah absen berada di lokasi sejak bencana terjadi. Ia menyaksikan langsung bagaimana sekolah dan rumah warga luluh oleh arus banjir.

“Sebanyak 23 siswa kehilangan rumah, dan total 90 siswa terdampak. Ada satu guru dan satu penjaga sekolah yang rumahnya ikut tersapu banjir, bahkan tak sempat menyelamatkan barang berharga,” tuturnya.

Saat ini, proses belajar mengajar belum dapat berjalan normal. Gedung sekolah masih membutuhkan pembangunan kembali. Namun di tengah keterbatasan itu, harapan tetap ditanamkan.

“Kami berharap sekolah ini bisa segera dibangun kembali, agar anak-anak bisa belajar seperti semula. Kami juga berharap perhatian dari Menteri Pendidikan untuk membantu pemulihan pendidikan di Aceh Tengah,” kata Yus Uluh Guel.

Program psikologi sosial yang digelar relawan menjadi langkah awal untuk memulihkan yang tak terlihat: luka batin dan trauma. Di Desa Tebuk, pemulihan tidak hanya tentang membangun gedung, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan masa depan anak-anak yang sempat terhenti oleh bencana.***(Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Trending di RAGAM