Menu

Mode Gelap
Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026 Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026 Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta

EKOBIS

SCI Soroti Ketegangan AS-Venezuela: Picu Ketidakpastian Logistik Global

badge-check


 SCI Soroti Ketegangan AS-Venezuela: Picu Ketidakpastian Logistik Global Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Eskalasi ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul serangan Amerika Serikat ke Venezuela.

Ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dan kelancaran rantai pasok global.

Situasi ini terjadi di tengah upaya Indonesia memperluas diversifikasi pasar ekspor, khususnya ke kawasan Amerika Selatan melalui berbagai inisiatif kerja sama perdagangan.

Supply Chain Indonesia (SCI) menilai, meskipun konflik tersebut tidak berdampak langsung terhadap jalur perdagangan Indonesia–Amerika Selatan, potensi dampak lanjutan (secondary impact) tetap perlu diwaspadai.

“Gangguan geopolitik di negara produsen energi berisiko memicu volatilitas harga minyak global yang pada akhirnya berdampak pada biaya bahan bakar dan ongkos logistik internasional,” ujar Founder dan CEO SCI Setijadi di Bandung, Selasa (6/1/2026).

Kenaikan biaya bunker dan penyesuaian surcharge pelayaran berpotensi meningkatkan biaya freight pada rute lintas Pasifik maupun rute dengan transit di hub utama global.

Kondisi ini menurutnya, dapat menekan daya saing harga produk ekspor Indonesia, terutama untuk komoditas manufaktur dan produk bernilai tambah menengah yang sensitif terhadap biaya logistik.

Dia menjelaskan, selain faktor biaya, eskalasi ketegangan global juga berpotensi memengaruhi reliabilitas jadwal pengiriman.

Penyesuaian rute pelayaran, konsolidasi muatan, hingga perubahan port of call oleh perusahaan pelayaran dapat memperpanjang lead time dan meningkatkan ketidakpastian pasokan ke pasar Amerika Selatan, termasuk ke negara tujuan utama seperti Peru dan Brasil.

Dari sisi permintaan, SCI mencermati kecenderungan buyer di kawasan tersebut untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan impor.

Importir cenderung memperketat klausul kontrak, meminta fleksibilitas jadwal pengiriman, serta menuntut jaminan kontinuitas pasokan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Rekomendasi SCI

SCI menekankan kepentingan penguatan supply chain resilience bagi eksportir Indonesia.

“Diversifikasi rute pengiriman dan mitra logistik menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau satu penyedia jasa pelayaran,” ucap Setijadi.

SCI juga merekomendasikan agar eksportir secara proaktif meninjau dan menyesuaikan klausul kontrak ekspor, khususnya yang berkaitan dengan jadwal pengiriman, mekanisme penyesuaian biaya logistik, serta pengaturan force majeure.

Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan hubungan bisnis dengan buyer di tengah dinamika global yang cepat berubah.

Selain itu, eksportir Indonesia perlu meningkatkan perencanaan persediaan dan manajemen lead time, termasuk mempertimbangkan buffer stock atau safety time untuk kontrak berulang.

Strategi ini bertujuan menjaga service level dan kepercayaan pasar, meskipun terjadi gangguan pada sistem transportasi internasional.

SCI menegaskan bahwa eskalasi geopolitik global tidak seharusnya menghambat agenda diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke Amerika Selatan.

Dengan strategi logistik yang adaptif, komunikasi yang transparan dengan mitra dagang, serta penguatan manajemen risiko rantai pasok, Indonesia justru berpeluang memperkuat posisi sebagai mitra dagang yang h
andal dan kompetitif di kawasan tersebut. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan

16 Februari 2026 - 21:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media

16 Februari 2026 - 21:08 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Mudahkan Manasik Jemaah Haji Aceh, Wamenhaj Resmikan Pesawat Hibah Garuda

15 Februari 2026 - 19:34 WIB

Ini Alasan SKB Pembatasan Angkutan Barang Telah Disahkan Pemerintah

15 Februari 2026 - 12:53 WIB

Trending di EKOBIS