Menu ✖

Mode Gelap
Sungai Cileungsi Kembali Menghitam, H. Fikri Hudi Oktiarwan Minta DLH Kabupaten Bogor Segera Selidiki Dugaan Pencemaran Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah Arif H. Rumagesan Resmi Dilantik Jadi Sekda Fakfak DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM ​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober Peringati Maulid Nabi, POC IND Aceh Gelar Kopdar ke-II di Bireuen, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas

EKOBIS

Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan 2025 Tembus 8,78 Persen

badge-check


 Setijadi Perbesar

Setijadi

Wartatrans.com, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025 (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 sebesar 5,03 persen.

Pada Triwulan IV-2025, ekonomi nasional tumbuh 5,39 persen (y-on-y) dan 0,86 persen (q-to-q), dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun.

Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menilai, capaian tersebut menunjukkan resiliensi ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Struktur pertumbuhan ekonomi 2025 sekaligus menegaskan peran sektor logistik yang strategis dalam menopang aktivitas ekonomi nasional, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun konsumsi.

“Dari sisi lapangan usaha, sektor Transportasi dan Pergudangan mencatatkan kinerja menonjol dengan pertumbuhan 8,78 persen sepanjang 2025, dan bahkan mencapai 8,98 persen (y-on-y) pada Triwulan IV-2025, tertinggi di antara sektor-sektor utama perekonomian,” urai Setijadi, Sabtu (7/2/2026).

Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pergerakan penumpang dan logistik, khususnya pada periode libur akhir tahun.

Selain itu, sektor jasa lainnya dan jasa perusahaan juga tumbuh tinggi masing-masing sebesar 9,93 persen dan 9,10 persen, yang sangat bergantung pada kelancaran layanan logistik.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi 2025 terutama ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 4,98 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen, sementara ekspor barang dan jasa tumbuh 7,03 persen.

Pada Triwulan IV-2025, PMTB bahkan meningkat 6,12 persen (y-on-y), mengindikasikan penguatan investasi dan peningkatan kebutuhan distribusi barang modal, mesin, serta material konstruksi.

“Pola ini semakin menegaskan peran logistik sebagai enabler utama bagi konsumsi, investasi, dan ekspor nasional,” katanya.

Secara spasial, perekonomian Indonesia masih didominasi Pulau Jawa dengan kontribusi 56,93 persen dan Sumatera sebesar 22,22 persen.

Namun demikian, pertumbuhan ekonomi tertinggi justru terjadi di Sulawesi sebesar 6,23 persen, mengindikasikan peluang penguatan koridor ekonomi di luar Jawa yang sangat bergantung pada peningkatan konektivitas dan layanan logistik antarpulau.

Setijadi menyatakan, kinerja sektor Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh mendekati 9 persen memiliki arti strategis dalam konteks target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

“Secara struktural, akselerasi pertumbuhan ekonomi ke level tersebut tidak dapat dilepaskan dari penguatan sistem logistik, mengingat sektor ini berfungsi sebagai penghubung utama seluruh aktivitas ekonomi lintas sektor dan wilayah,” imbuh dia.

Kondisi tersebut menegaskan urgensi pengembangan infrastruktur logistik antarpulau, penguatan konektivitas multimoda, serta pengembangan hub logistik regional.

Tanpa sistem logistik yang efisien dan terintegrasi, percepatan pertumbuhan ekonomi berisiko menghadapi hambatan struktural berupa biaya distribusi tinggi dan ketimpangan akses pasar antarwilayah.

Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen sangat bergantung pada peningkatan efisiensi sistem logistik nasional.

“Selain itu juga pada penguatan layanan transportasi dan pergudangan antarwilayah, integrasi digital rantai pasok, serta sinkronisasi kebijakan ekonomi, perdagangan, dan logistik,” tutup Setijadi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh

18 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

ASDP Jajaki Pembukaan Rute Dumai-Malaka

17 Oktober 2026 - 11:49 WIB

IPC TPK Catat Arus Barang 2,8 Juta TEUs pada Q3 2026, Efisiensi Logistik Nasional Diperkuat

17 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Pendapatan Non-Tol Jasa Marga Tumbuh 17,62%

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Hingga September 2026, Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Rp2,19 Triliun

15 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi, Tampil Glow in the Dark!

15 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Trending di EKOBIS