Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

EKOBIS

Reformasi Lognas, Fondasi Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

badge-check


 Reformasi Lognas, Fondasi Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Supply Chain Indonesia (SCI) menyebut, reformasi sistem logistik nasional (lognas) menjadi fondasi strategis bagi peningkatan daya saing ekonomi Indonesia, pemerataan pembangunan wilayah, serta ketahanan nasional dalam menghadapi disrupsi global dan konflik geopolitik.

Reformasi logistik nasional memiliki peran strategis dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, 8 Misi (Asta Cita), 17 Program Prioritas, serta 8 Program Hasil Terbaik Cepat.

Tanpa sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan resilien, target pembangunan nasional akan sulit dicapai secara cepat dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Founder & CEO SCI  Setijadi, dalam Seminar Ikatan Alumni ITB 80 bertajuk “Strategi Teknologi, Industri, dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” di Kampus ITB Bandung (31/1/2026).

“Reformasi logistik bukan sekadar agenda sektoral, melainkan strategi kunci pembangunan nasional,” ungkapnya.

Diperlukan strategi pengembangan logistik nasional yang terintegrasi, mencakup penguatan rantai pasok komoditas, pembangunan wilayah, konektivitas multimoda, peningkatan kompetensi SDM, serta harmonisasi regulasi dan kelembagaan, termasuk penguatan kerangka hukum.

Setijadi mengungkapkan, biaya logistik Indonesia yang tinggi dan berdampak terhadap daya saing produk dan komoditas.

Menurutnya, berdasarkan data Bappenas pada 2023, biaya logistik domestik sekitar 14,1 persen dari harga barang dan biaya logistik ekspor sekitar 8,98 persen dari harga barang yang dikirim.

Selain itu, kinerja logistik Indonesia juga masih tertinggal. Logistics Performance Index (LPI) 2023 menunjukkan Indonesia berada di peringkat 63 dari 139 negara, dan masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam untuk kawasan Asia Tenggara.

Persoalan sistem logistik Indonesia bersifat sistemik, antara lain ditandai oleh rantai distribusi yang panjang dan terfragmentasi, lemahnya integrasi antarmoda dan multimoda, serta ketidakseimbangan volume muatan antarwilayah yang memicu inefisiensi biaya.

Sistem logistik nasional masih berbasis Perpres, yang kurang efektif untuk menangani sektor logistik yang bersifat multisektoral, multidimensional, dan multistakehoders.

“Saat ini, sektor logistik melibatkan sekurangnya tiga kementerian koordinator, 15 kementerian, dan sedikitnya 18 instansi dalam proses bisnis kepelabuhanan, namun belum memiliki single leading institution yang kuat,” ucap dia.

Sistem Logistik Adaptif

Ke depan, Setijadi menegaskan bahwa sistem logistik Indonesia harus diarahkan pada kondisi yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional.

Logistik harus mampu meningkatkan daya saing komoditas dan produk nasional melalui pendekatan end-to-end supply chain, konsolidasi muatan untuk meningkatkan economies of scale, serta penyediaan layanan logistik bernilai tambah.

Di saat yang sama, logistik harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan wilayah, melalui penguatan konektivitas hub–spoke, penurunan biaya logistik, dan pengurangan disparitas harga.

Dalam konteks global, sistem logistik yang tangguh dan adaptif penting untuk menghadapi globalisasi, disrupsi rantai pasok, serta konflik geopolitik.

“Hal ini memerlukan digital visibility, integrasi data logistik nasional, serta diversifikasi rute, moda, dan sumber pasokan guna menjaga ketahanan ekonomi nasional,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Toko Mandiri Indogrosir Bidik UMKM Lokal

15 Agustus 2026 - 07:55 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026

14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Trending di ANJUNGAN