Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

EKOBIS

Reformasi Lognas, Fondasi Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

badge-check


 Reformasi Lognas, Fondasi Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Supply Chain Indonesia (SCI) menyebut, reformasi sistem logistik nasional (lognas) menjadi fondasi strategis bagi peningkatan daya saing ekonomi Indonesia, pemerataan pembangunan wilayah, serta ketahanan nasional dalam menghadapi disrupsi global dan konflik geopolitik.

Reformasi logistik nasional memiliki peran strategis dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, 8 Misi (Asta Cita), 17 Program Prioritas, serta 8 Program Hasil Terbaik Cepat.

Tanpa sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan resilien, target pembangunan nasional akan sulit dicapai secara cepat dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Founder & CEO SCI  Setijadi, dalam Seminar Ikatan Alumni ITB 80 bertajuk “Strategi Teknologi, Industri, dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” di Kampus ITB Bandung (31/1/2026).

“Reformasi logistik bukan sekadar agenda sektoral, melainkan strategi kunci pembangunan nasional,” ungkapnya.

Diperlukan strategi pengembangan logistik nasional yang terintegrasi, mencakup penguatan rantai pasok komoditas, pembangunan wilayah, konektivitas multimoda, peningkatan kompetensi SDM, serta harmonisasi regulasi dan kelembagaan, termasuk penguatan kerangka hukum.

Setijadi mengungkapkan, biaya logistik Indonesia yang tinggi dan berdampak terhadap daya saing produk dan komoditas.

Menurutnya, berdasarkan data Bappenas pada 2023, biaya logistik domestik sekitar 14,1 persen dari harga barang dan biaya logistik ekspor sekitar 8,98 persen dari harga barang yang dikirim.

Selain itu, kinerja logistik Indonesia juga masih tertinggal. Logistics Performance Index (LPI) 2023 menunjukkan Indonesia berada di peringkat 63 dari 139 negara, dan masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam untuk kawasan Asia Tenggara.

Persoalan sistem logistik Indonesia bersifat sistemik, antara lain ditandai oleh rantai distribusi yang panjang dan terfragmentasi, lemahnya integrasi antarmoda dan multimoda, serta ketidakseimbangan volume muatan antarwilayah yang memicu inefisiensi biaya.

Sistem logistik nasional masih berbasis Perpres, yang kurang efektif untuk menangani sektor logistik yang bersifat multisektoral, multidimensional, dan multistakehoders.

“Saat ini, sektor logistik melibatkan sekurangnya tiga kementerian koordinator, 15 kementerian, dan sedikitnya 18 instansi dalam proses bisnis kepelabuhanan, namun belum memiliki single leading institution yang kuat,” ucap dia.

Sistem Logistik Adaptif

Ke depan, Setijadi menegaskan bahwa sistem logistik Indonesia harus diarahkan pada kondisi yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional.

Logistik harus mampu meningkatkan daya saing komoditas dan produk nasional melalui pendekatan end-to-end supply chain, konsolidasi muatan untuk meningkatkan economies of scale, serta penyediaan layanan logistik bernilai tambah.

Di saat yang sama, logistik harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan wilayah, melalui penguatan konektivitas hub–spoke, penurunan biaya logistik, dan pengurangan disparitas harga.

Dalam konteks global, sistem logistik yang tangguh dan adaptif penting untuk menghadapi globalisasi, disrupsi rantai pasok, serta konflik geopolitik.

“Hal ini memerlukan digital visibility, integrasi data logistik nasional, serta diversifikasi rute, moda, dan sumber pasokan guna menjaga ketahanan ekonomi nasional,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Dari Sabut Kelapa ke Harapan Baru, Iga Rangkul Anak Putus Sekolah

29 September 2026 - 02:59 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF

27 September 2026 - 21:41 WIB

IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi Masyarakat

27 September 2026 - 20:57 WIB

Trending di EKOBIS