Menu

Mode Gelap
Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

EKOBIS

SCI Soroti Ketegangan AS-Venezuela: Picu Ketidakpastian Logistik Global

badge-check


 SCI Soroti Ketegangan AS-Venezuela: Picu Ketidakpastian Logistik Global Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Eskalasi ketegangan geopolitik global kembali meningkat menyusul serangan Amerika Serikat ke Venezuela.

Ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dan kelancaran rantai pasok global.

Situasi ini terjadi di tengah upaya Indonesia memperluas diversifikasi pasar ekspor, khususnya ke kawasan Amerika Selatan melalui berbagai inisiatif kerja sama perdagangan.

Supply Chain Indonesia (SCI) menilai, meskipun konflik tersebut tidak berdampak langsung terhadap jalur perdagangan Indonesia–Amerika Selatan, potensi dampak lanjutan (secondary impact) tetap perlu diwaspadai.

“Gangguan geopolitik di negara produsen energi berisiko memicu volatilitas harga minyak global yang pada akhirnya berdampak pada biaya bahan bakar dan ongkos logistik internasional,” ujar Founder dan CEO SCI Setijadi di Bandung, Selasa (6/1/2026).

Kenaikan biaya bunker dan penyesuaian surcharge pelayaran berpotensi meningkatkan biaya freight pada rute lintas Pasifik maupun rute dengan transit di hub utama global.

Kondisi ini menurutnya, dapat menekan daya saing harga produk ekspor Indonesia, terutama untuk komoditas manufaktur dan produk bernilai tambah menengah yang sensitif terhadap biaya logistik.

Dia menjelaskan, selain faktor biaya, eskalasi ketegangan global juga berpotensi memengaruhi reliabilitas jadwal pengiriman.

Penyesuaian rute pelayaran, konsolidasi muatan, hingga perubahan port of call oleh perusahaan pelayaran dapat memperpanjang lead time dan meningkatkan ketidakpastian pasokan ke pasar Amerika Selatan, termasuk ke negara tujuan utama seperti Peru dan Brasil.

Dari sisi permintaan, SCI mencermati kecenderungan buyer di kawasan tersebut untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan impor.

Importir cenderung memperketat klausul kontrak, meminta fleksibilitas jadwal pengiriman, serta menuntut jaminan kontinuitas pasokan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Rekomendasi SCI

SCI menekankan kepentingan penguatan supply chain resilience bagi eksportir Indonesia.

“Diversifikasi rute pengiriman dan mitra logistik menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur atau satu penyedia jasa pelayaran,” ucap Setijadi.

SCI juga merekomendasikan agar eksportir secara proaktif meninjau dan menyesuaikan klausul kontrak ekspor, khususnya yang berkaitan dengan jadwal pengiriman, mekanisme penyesuaian biaya logistik, serta pengaturan force majeure.

Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan hubungan bisnis dengan buyer di tengah dinamika global yang cepat berubah.

Selain itu, eksportir Indonesia perlu meningkatkan perencanaan persediaan dan manajemen lead time, termasuk mempertimbangkan buffer stock atau safety time untuk kontrak berulang.

Strategi ini bertujuan menjaga service level dan kepercayaan pasar, meskipun terjadi gangguan pada sistem transportasi internasional.

SCI menegaskan bahwa eskalasi geopolitik global tidak seharusnya menghambat agenda diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke Amerika Selatan.

Dengan strategi logistik yang adaptif, komunikasi yang transparan dengan mitra dagang, serta penguatan manajemen risiko rantai pasok, Indonesia justru berpeluang memperkuat posisi sebagai mitra dagang yang h
andal dan kompetitif di kawasan tersebut. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat

18 Mei 2026 - 20:09 WIB

Ferry jadi Moda Pilihan Utama Masyarakat, Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai

17 Mei 2026 - 18:20 WIB

Petani Kopi Gayo Desak Pemerintah Hadir Nyata Pasca Bencana

16 Mei 2026 - 15:55 WIB

Gerai Kekinian Karya UMKM Lokal Percantik Kawasan Danau Lut Tawar

15 Mei 2026 - 14:40 WIB

INACA Apresiasi Penyesuaian Fuel Surcharge dari Pemerintah

14 Mei 2026 - 20:45 WIB

Pendampingan Intensif PNM Dorong Kemandirian Ibu-Ibu Pelaku Usaha Mikro

14 Mei 2026 - 20:33 WIB

Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi

14 Mei 2026 - 12:43 WIB

Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026

14 Mei 2026 - 12:36 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

PT Pelindo Solusi Maritim Modernisasi Crane Pelabuhan dengan Pembaruan Sistem Komputerisasi

13 Mei 2026 - 18:30 WIB

Trending di ANJUNGAN