Wartatrans.com, SAMARINDA – Serunya Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah Kalimantan Timur sukses melaksanakan Kampanye Keselamatan Pelayaran (kespel) Tahun 2025.
Ini sebuah agenda strategis nasional yang berfokus pada peningkatan budaya keselamatan di sektor pelayaran.

Dengan mengusung tema “Zero Compromise for Safety”, kegiatan ini menegaskan komitmen bersama bahwa keselamatan merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar di seluruh wilayah perairan Kalimantan Timur.
Kampanye ini menjadi semakin penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat, aktivitas transportasi sungai, dan lalu lintas kapal yang meningkat secara signifikan di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Melalui kampanye ini, KSOP Samarinda dan seluruh UPT terkait ingin memastikan bahwa seluruh aspek keselamatan baik sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia (SDM) terpenuhi sesuai standar nasional dan internasional.
Acara turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana. Hadir pula Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Capt. Hendri Ginting.
Sebagai bagian dari kampanye, KSOP Samarinda bersama UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Kaltim juga melaksanakan pemberian perlengkapan dan layanan dokumen kepelautan kepada masyarakat, sejumlah operator kapal, serta pelaku usaha transportasi air, di antaranya:
• 425 unit life jacket sebagai dukungan keselamatan bagi kapal-kapal rakyat dan pengguna jasa transportasi sungai.
• Penerbitan 400 Sertifikat Kecakapan Khusus (SKK) bagi pelaut dan operator kapal untuk meningkatkan kemampuan serta legalitas profesi mereka.
• Penerbitan 815 Pas Kecil sebagai legalitas dasar bagi kapal di bawah GT 7 agar beroperasi secara sah dan memenuhi standar kespel.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan legalitas kapal dan kompetensi awak kapal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya alat keselamatan saat melakukan perjalanan menggunakan kapal.
Komitmen Berkelanjutan untuk Keselamatan Pelayaran
Kampanye tidak hanya berfokus pada pembagian alat dan dokumen, tetapi juga edukasi keselamatan, sosialisasi aturan pelayaran, pemeriksaan kelaiklautan kapal, serta imbauan kepada seluruh operator kapal untuk memastikan seluruh fasilitas keselamatan dalam kondisi siap pakai.
Melalui kegiatan ini, KSOP Samarinda dan seluruh UPT Kalimantan Timur berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
“Kampanye ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha transportasi laut, serta masyarakat,” ungkapnya.
Dengan semangat “Zero Compromise for Safety”, seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta menjadikan keselamatan sebagai budaya yang mengakar dalam setiap aktivitas pelayaran di Kaltim. (omy)









