Menu

Mode Gelap
BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar

ANJUNGAN

ASDP Perkuat Layanan, Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik

badge-check


 Layanan ASDP di Pelabuhan Perbesar

Layanan ASDP di Pelabuhan

Wartatrans.com, JAKARTA – Mudik Lebaran tahun ini, arus mobilitas diproyeksikan kembali meningkat, menuntut kesiapan infrastruktur dan layanan yang lebih adaptif.

Menyikapi hal tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah guna menjamin kelancaran Angkutan Lebaran, terutama di lintasan penyeberangan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menjelaskan, pembagian pelabuhan telah disiapkan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengurai kepadatan di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, Padang Bai hingga Lembar.

Strategi berbasis golongan kendaraan diterapkan agar distribusi arus penyeberangan lebih merata dan penumpukan dapat dicegah sejak awal.

Mengacu pada SKB tertanggal 5 Februari 2026, pada arus mudik 13–20 Maret 2026 lintasan Merak–Bakauheni diatur: penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan IVa, Va, VIa, IVb tetap melalui Merak; golongan I, II, III, Vb dan VIb (dua sumbu) melalui Ciwandan; sementara truk VIb (tiga sumbu), VII, VIII, IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone bila terkena pembatasan operasional.

Skema serupa diterapkan pada arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian tujuan Sumatera dan Jawa.

Di lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Dermaga MB pada 13–29 Maret 2026, layanan diprioritaskan bagi penumpang dan kendaraan kecil.

Kendaraan barang dialihkan ke Dermaga LCM dan Bulusan.

Alternatif trayek Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar juga disiapkan untuk mendukung distribusi logistik menuju NTB.

Operasional penyeberangan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi di Ketapang (18 Maret 17.00–20 Maret 06.00), Gilimanuk (19 Maret 05.00–20 Maret 06.00), Lembar (18 Maret 21.00–20 Maret 01.30), dan Padangbai (19 Maret 04.00–20 Maret 11.30).

Untuk menjaga kelancaran, diterapkan delaying system melalui buffer zone di berbagai ruas tol dan non-tol menuju pelabuhan utama, serta pembatasan radius pembelian tiket: 4,71 km dari Merak; 4,24 km dari Bakauheni; 2,65 km dari Ketapang; dan 2 km dari Gilimanuk.

Distribusi Merata

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, kesiapan armada: 28–33 kapal per hari di Merak–Bakauheni; 9–12 kapal Ciwandan–Wika Beton; 10–12 kapal BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu; serta 28–32 kapal di Ketapang–Gilimanuk.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, dan peningkatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.

Untuk mendorong kelancaran arus mudik, ASDP siap menerapkan stimulus diskon tarif inisiasi Pemerintah sebesar 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan—setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan.

Diskon berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.

Kebijakan single tarif juga diberlakukan di Merak (13 Maret 12.00 WIB–20 Maret 15.00 WIB) dan Bakauheni (23 Maret 00.00 WIB–29 Maret 24.00 WIB) bagi golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan lebih merata.

“Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya,” katanya.

Pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen.

Dengan kesiapan armada dan infrastruktur tersebut, ASDP optimistis mobilitas masyarakat tetap lancar sekaligus menjaga konektivitas logistik selama arus mudik dan balik.

ASDP mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi atau website Ferizy sejak H-60, tiba di pelabuhan sesuai jadwal tertera di tiket, serta pastikan ketika membeli tiket agar mengisi data identitas secara lengkap dan benar demi akurasi manifest serta keselamatan pelayaran.

“Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” tutup Heru. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Kemenhub Perkuat Kualitas Lulusan Diklat Kepelautan

1 Juli 2026 - 06:59 WIB

Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Dimulai, Pelindo Perkuat Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat

1 Juli 2026 - 06:51 WIB

Optimalkan Layanan Kapal, Terminal Teluk Lamong Terapkan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian

1 Juli 2026 - 06:38 WIB

Trending di ANJUNGAN