Menu

Mode Gelap
Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, KAI Perkuat Kapasitas Stasiun Bogor dengan SF12 Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

Uncategorized

Siswa SDN 10 Bintang Belum Miliki Seragam Sekolah

badge-check


 Siswa SDN 10 Bintang Belum Miliki Seragam Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Siswa-siswi SD Negeri 10 Bintang, Desa Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini masih bersekolah menggunakan pakaian bebas. Kondisi ini terjadi pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Bencana alam tersebut meluluhlantakkan perkampungan di beberapa desa di Kecamatan Bintang, termasuk Desa Jamur Konyel. Akibatnya, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah, termasuk seragam yang biasa mereka gunakan untuk belajar.

Kepala SD Negeri 10 Bintang, Halidawati, membolehkan para siswa datang ke sekolah dengan pakaian bebas. Kebijakan ini diambil demi menjaga semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan pascabencana.

“Minat anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi. Sangat disayangkan jika aturan berpakaian justru membuat semangat mereka menurun, apalagi dalam kondisi seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Armansyah, Kepala Desa Jamur Konyel, berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak korban banjir dan longsor, baik di Desa Jamur Konyel maupun desa-desa sekitar.

“Kalau anak-anak pergi ke sekolah dengan baju seragam, kita juga ikut semangat melihatnya,” kata Armansyah.

Ruang kelas SDN 10 Bintang. 

Meski masih dalam keterbatasan, suasana belajar mengajar di SD Negeri 10 Bintang tetap berjalan dengan baik. Para guru dan siswa berusaha bangkit dan melanjutkan aktivitas pendidikan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di RAGAM