Wartatrans.com, TAKENGON — Siswa-siswi SD Negeri 10 Bintang, Desa Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini masih bersekolah menggunakan pakaian bebas. Kondisi ini terjadi pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Bencana alam tersebut meluluhlantakkan perkampungan di beberapa desa di Kecamatan Bintang, termasuk Desa Jamur Konyel. Akibatnya, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah, termasuk seragam yang biasa mereka gunakan untuk belajar.

Kepala SD Negeri 10 Bintang, Halidawati, membolehkan para siswa datang ke sekolah dengan pakaian bebas. Kebijakan ini diambil demi menjaga semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan pascabencana.
“Minat anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi. Sangat disayangkan jika aturan berpakaian justru membuat semangat mereka menurun, apalagi dalam kondisi seperti sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, Armansyah, Kepala Desa Jamur Konyel, berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak korban banjir dan longsor, baik di Desa Jamur Konyel maupun desa-desa sekitar.
“Kalau anak-anak pergi ke sekolah dengan baju seragam, kita juga ikut semangat melihatnya,” kata Armansyah.
Ruang kelas SDN 10 Bintang.
Meski masih dalam keterbatasan, suasana belajar mengajar di SD Negeri 10 Bintang tetap berjalan dengan baik. Para guru dan siswa berusaha bangkit dan melanjutkan aktivitas pendidikan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.*** (Kamaruzzaman)


