Menu ✖

Mode Gelap
Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini Kemenhub Pastikan Fuel Surcharge Penerbangan Domestik November 2026 Tetap 40% Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

Uncategorized

Siswa SDN 10 Bintang Belum Miliki Seragam Sekolah

badge-check


 Siswa SDN 10 Bintang Belum Miliki Seragam Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Siswa-siswi SD Negeri 10 Bintang, Desa Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini masih bersekolah menggunakan pakaian bebas. Kondisi ini terjadi pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Bencana alam tersebut meluluhlantakkan perkampungan di beberapa desa di Kecamatan Bintang, termasuk Desa Jamur Konyel. Akibatnya, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah, termasuk seragam yang biasa mereka gunakan untuk belajar.

Kepala SD Negeri 10 Bintang, Halidawati, membolehkan para siswa datang ke sekolah dengan pakaian bebas. Kebijakan ini diambil demi menjaga semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan pascabencana.

“Minat anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi. Sangat disayangkan jika aturan berpakaian justru membuat semangat mereka menurun, apalagi dalam kondisi seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Armansyah, Kepala Desa Jamur Konyel, berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak korban banjir dan longsor, baik di Desa Jamur Konyel maupun desa-desa sekitar.

“Kalau anak-anak pergi ke sekolah dengan baju seragam, kita juga ikut semangat melihatnya,” kata Armansyah.

Ruang kelas SDN 10 Bintang. 

Meski masih dalam keterbatasan, suasana belajar mengajar di SD Negeri 10 Bintang tetap berjalan dengan baik. Para guru dan siswa berusaha bangkit dan melanjutkan aktivitas pendidikan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan

2 November 2026 - 20:10 WIB

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

2 November 2026 - 20:03 WIB

Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

2 November 2026 - 15:53 WIB

Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan

2 November 2026 - 14:19 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik Kewarganegaraan, Diikuti 300 Peserta dari Berbagai Kecamatan di Kabupaten Bogor

2 November 2026 - 13:22 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Trending di RAGAM