Menu

Mode Gelap
Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional Respons Cepat Hadapi Lonjakan Logistik di Ketapang, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

Uncategorized

Siswa SDN 10 Bintang Belum Miliki Seragam Sekolah

badge-check


 Siswa SDN 10 Bintang Belum Miliki Seragam Sekolah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Siswa-siswi SD Negeri 10 Bintang, Desa Jamur Konyel, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, hingga kini masih bersekolah menggunakan pakaian bebas. Kondisi ini terjadi pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Bencana alam tersebut meluluhlantakkan perkampungan di beberapa desa di Kecamatan Bintang, termasuk Desa Jamur Konyel. Akibatnya, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah, termasuk seragam yang biasa mereka gunakan untuk belajar.

Kepala SD Negeri 10 Bintang, Halidawati, membolehkan para siswa datang ke sekolah dengan pakaian bebas. Kebijakan ini diambil demi menjaga semangat belajar anak-anak di tengah keterbatasan pascabencana.

“Minat anak-anak untuk bersekolah sangat tinggi. Sangat disayangkan jika aturan berpakaian justru membuat semangat mereka menurun, apalagi dalam kondisi seperti sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Armansyah, Kepala Desa Jamur Konyel, berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak korban banjir dan longsor, baik di Desa Jamur Konyel maupun desa-desa sekitar.

“Kalau anak-anak pergi ke sekolah dengan baju seragam, kita juga ikut semangat melihatnya,” kata Armansyah.

Ruang kelas SDN 10 Bintang. 

Meski masih dalam keterbatasan, suasana belajar mengajar di SD Negeri 10 Bintang tetap berjalan dengan baik. Para guru dan siswa berusaha bangkit dan melanjutkan aktivitas pendidikan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas

3 April 2026 - 05:36 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Trending di RAGAM