Menu

Mode Gelap
Perkuat Konsolidasi Dan Kaderisasi, DPD KNPI Kab Bogor Lantik 40 DPK KNPI periode 2026-2028 Akses Jalan Kute Reje Rusak Parah Pascalongsor, Warga Khawatir Terseret Arus Saat Musim Hujan Kemenhub dan Pelindo Siapkan Implementasi E-Pilotage di Empat Perairan Wajib Pandu 1 Pesawat Militer Kini Bisa Mendarat di Jalan Tol, Ini Ruas Baru yang Disiapkan Pemerintah SRRL Masuk Tahap DED, Surabaya Bersiap Operasikan KRL Komuter Dari Skuter Listrik ke E-Bike, Industri Mikromobilitas Indonesia Mulai Bergerak

PERON

SRRL Masuk Tahap DED, Surabaya Bersiap Operasikan KRL Komuter

badge-check


 SRRL Masuk Tahap DED, Surabaya Bersiap Operasikan KRL Komuter Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Surabaya mulai memasuki tahap persiapan menuju era kereta rel listrik (KRL). Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memulai penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Surabaya Regional Railway Line (SRRL) pada 2026 sebagai fondasi pembangunan jaringan kereta komuter listrik di kawasan Surabaya Raya.

DED merupakan dokumen rancangan teknis rinci yang menjadi acuan sebelum proyek memasuki tahap pembangunan. Dokumen tersebut memuat perencanaan trase jalur, kebutuhan lahan, desain stasiun, sistem elektrifikasi, persinyalan, spesifikasi teknis, hingga estimasi biaya konstruksi.

Jika berjalan sesuai rencana, jaringan komuter listrik tersebut akan menjadikan Surabaya sebagai wilayah metropolitan ketiga di Indonesia yang memiliki layanan KRL setelah Jabodetabek dan koridor Yogyakarta–Solo.

Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada 2027 setelah seluruh perencanaan teknis diselesaikan. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat transportasi massal di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang mencakup Surabaya, Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Kamis (9/7/2026), penyusunan rancangan teknis memiliki tantangan besar karena proyek mencakup pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi.

“Perencanaan ini memang bukan hal yang mudah, karena mencakup pembangunan double track dan elektrifikasi kereta. Biasanya di lapangan kita akan menemukan hal-hal baru, tantangan baru,” ujar Emil.

Kebutuhan transportasi massal di kawasan tersebut terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri, permukiman, dan pusat ekonomi baru. Berdasarkan kajian Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP), perjalanan harian dari Sidoarjo menuju Surabaya mencapai hampir 300 ribu perjalanan, sedangkan koridor Pasar Turi–Gresik–Lamongan–Babat memiliki potensi sekitar 250 ribu perjalanan per hari.

Tingginya mobilitas tersebut membuat kebutuhan angkutan berkapasitas besar semakin mendesak. KRL dinilai mampu menjadi solusi karena memiliki kapasitas angkut tinggi, waktu tempuh lebih konsisten, biaya operasional lebih efisien, serta tidak menghasilkan emisi gas buang langsung seperti kereta berbasis diesel.

Tahap awal pengembangan difokuskan pada koridor Surabaya–Sidoarjo yang menjadi salah satu jalur kereta tersibuk di Jawa Timur. Pengembangan mencakup pembangunan jalur ganda, elektrifikasi, modernisasi persinyalan, serta peningkatan keselamatan melalui pembangunan flyover, underpass, dan penataan perlintasan sebidang.

Menurut Emil, layanan kereta komuter Surabaya Raya saat ini masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan. “Layanan komuternya belum optimal, jika nanti jalur ganda layanannya dapat seperti konsep di Jabodetabek,” katanya.

Nilai investasi SRRL diperkirakan mencapai 230 juta euro atau sekitar Rp4 triliun. Pendanaan tersebut didukung KfW Development Bank Jerman untuk mempercepat pembangunan transportasi rel perkotaan di Surabaya Raya.

Selain memperbaiki konektivitas, konsep Transit Oriented Development (TOD) diarahkan untuk menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru di sekitar stasiun melalui integrasi kawasan hunian, bisnis, dan layanan publik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Rabu (16/7/2026), kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat konektivitas wilayah.

“Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Perhubungan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Khofifah.

Dengan target layanan lebih dari 200 ribu penumpang per hari, jaringan KRL Surabaya Raya diharapkan menjadi solusi mobilitas perkotaan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kawasan Gerbangkertosusila.***

(Artha Tidar)

Baca Lainnya

KAI Group Operasikan Lima Teknologi Kereta, Layani 259 Juta Penumpang pada Semester I 2026

23 Juli 2026 - 17:28 WIB

KAI Services Kerahkan Lebih dari 8.400 Personel untuk Jaga Kebersihan Kereta dan Stasiun

23 Juli 2026 - 16:02 WIB

KCIC Amankan 3.333 Layang-layang di Jalur Whoosh Sepanjang 2026, Bandung Barat Jadi Titik Terbanyak

23 Juli 2026 - 15:56 WIB

Hari Anak Nasional 2026, KAI Sediakan Area Bermain Anak di 40 Stasiun dan Ruang Laktasi di 135 Stasiun

23 Juli 2026 - 15:11 WIB

LRT Jabodebek Pastikan Gangguan Tak Terulang, Tambah Perjalanan hingga Benahi Parkir dan Fasilitas Stasiun

23 Juli 2026 - 14:30 WIB

LRT Jabodebek Rayakan Hari Anak Nasional ke-42 Bersama Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus, Tegaskan Layanan Inklusif

23 Juli 2026 - 13:03 WIB

90,79 Persen Pelanggan KAI Group Ditopang Layanan Bersubsidi dan Perintis

22 Juli 2026 - 22:00 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, KCIC Ajak Anak-Anak Peduli Lingkungan Lewat Whoosh

22 Juli 2026 - 19:39 WIB

KAI Tuntaskan Pengadaan 54 Lokomotif CC205 untuk Perkuat Layanan Logistik di Sumatra Selatan

22 Juli 2026 - 18:59 WIB

Gangguan Sarana di Cawang, Perjalanan LRT Jabodebek Sempat Terlambat 10 Menit

22 Juli 2026 - 18:48 WIB

Trending di PERON