Wartatrans.com, BANDUNG – Struktur kelembaagaan kantor wilayah (kanwil) dan kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dirampungkan.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, saat ini pihaknya tengah merampungkan struktur kelembagaannya.

”Kemenhaj mengusung reformasi kelembagaan dan integritas dimana struktur kelembagaan daerah akan segera dirampungkan. Pejabat eselon yang ada akan dilantik sebagai Plt.Kepala Kanwil/Kantor dan akan menjadi definitif dengan syarat mutlak bila sukses dan bersihnya penyelenggaraan haji 2026,” tutur Menhaj Irfan di Bandung, Jumat (21/11/2025).
“Kami menekankan pentingnya integritas tinggi dan melarang keras adanya permainan sedikit pun dalam pelayanan haji.”
Istitha’ah Kesehatan Jadi Syarat Utama
Dalam kunjungan kerja ke Jawa Barat, Gus Irfan meminta penyelengara haji tingkat provinsi dan kabupaten/kota melakukan persiapan dini untuk menjamin optimalisasi aspek teknis.
Seperti daftar jemaah yang berhak melunasi biaya haji akan segera diumumkan dan proses pelunasan dapat dimulai. Begitu juga dengan istitha’ah calon Jemaah haji.
Istitha’ah Kesehatan calon Jemaah menjadi syarat utama yang tidak bisa ditawar. Pelanggaran berisiko denda hingga pengurangan kuota.
“Jemaah yang tidak lolos istitha’ah dalam pemeriksaan acak di bandara kedatangan Arab Saudi akan dipulangkan,” tegas Gus Irfan.
Terkait rekrutmen petugas haji 2026 lanjut Gus Irfan akan dilakukan secara professional dan bersih dari titipan.
Calon petugas haji yang lolos nantinya akan mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis selama satu bulan penuh.
“Kemenhaj juga mendorong transformasi Asrama Haji agar menjadi hotel yang mandiri dan mampu menghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), sehingga tidak bergantung pada pendanaan pusat. Kemenhaj berkomitmen untuk mewujudkan penyelenggaraan haji yang lebih bersih, adil, profesional, dan berorientasi pelayanan terbaik,” tutup Gus Irfan. (omy)










