Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah dunia yang dipenuhi konflik, kekerasan simbolik, dan banalitas ujaran, Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) memilih kembali pada kata. Pada Jumat, 6 Maret 2026, organisasi ini akan menggelar Tadarus Puisi di Aula Balai Sastra PDS HB Jassin, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Acara yang akan berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB itu mengusung tema “Ramadan dan Tanggung Jawab Kata: Sastra Islam di Tengah Luka Dunia.” Tema tersebut, menurut Ketua Bidang Sastra HSBI Helvy Tiana Rosa, merupakan ajakan untuk menempatkan sastra bukan sekadar ekspresi estetis, melainkan juga sikap etis.

“Di bulan Ramadan, kata tidak hanya dibaca dan dirayakan, tetapi juga dipertanggungjawabkan,” kata Helvy di Jakarta, Senin 2 Maret-April 2026.
Tadarus Puisi akan dibuka oleh Ketua Bidang Seni Budaya Majelis Ulama Indonesia, Pasni Rusli. Kegiatan ini dikemas dalam diskusi sastra, musikalisasi puisi, serta parade pembacaan puisi—format yang sengaja dipilih untuk mempertemukan refleksi intelektual dan pengalaman artistik.
Diskusi sastra menghadirkan penulis novel religius populer Habiburrahman El Shirazy, Helvy Tiana Rosa, dan penulis asal Aceh Fikar W Eda. Diskusi akan dimoderatori oleh Ayu Puspa Nanda. Mereka akan membahas posisi sastra Islam di tengah realitas global yang sarat luka kemanusiaan.
Sementara itu, musikalisasi puisi akan dihadirkan oleh Sanggar Matahari Gen Z dan Jejak Aksara. Sebuah persembahan khusus juga akan dibawakan oleh Teater Anak Kosong Satoe.
Pada sesi parade pembacaan puisi, sejumlah penyair dijadwalkan tampil, antara lain Ahmadun Y. Herfanda, Kiai Cepu, Ahmad Hadi Yasin, M. Irfan Hidayatullah, Putra Gara, Galeh Pramudianto, Yon Bayu, dan Rahmi Yuli.
Menurut Helvy, Tadarus Puisi ini bukan acara tunggal, melainkan bagian dari rangkaian menuju Festival Sastra Islam Dunia yang direncanakan digelar awal tahun depan.
“Kami ingin sastra hadir sebagai ruang tafakur, bukan sekadar panggung,” tutup Helvy. *** (Septiadi)






























