Menu ✖

Mode Gelap
Musda I APPSI Aceh Tengah Resmi Bentuk Kepengurusan Periode 2026–2031, Ali Munawardiko. SE, Terpilih Secara Aklamasi MBG Gerakkan Ekonomi Lokal, Lebih 1 Juta Tenaga Kerja Terserap KAI Luncurkan Lima Inovasi Lewat Reactivation Campaign #AyoNaikKereta Jelang Nataru, Jasa Raharja Bersiap Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi 3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru TPK Koja Dukung Generasi Emas melalui Program TJSL di SMA Negeri 8 Yogyakarta

Uncategorized

Bangga Jadi WNI, Swara Reiki January Pilih Kembali ke Merah Putih Usai Raih Gelar Sarjana di London

badge-check


 Bangga Jadi WNI, Swara Reiki January Pilih Kembali ke Merah Putih Usai Raih Gelar Sarjana di London Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Menuntut ilmu di salah satu kota paling terkenal di dunia tak membuat Swara Reiki January kehilangan jati dirinya. Putra sulung penyanyi beken Ratna Listy itu justru semakin meneguhkan rasa bangganya sebagai warga negara Indonesia setelah menyelesaikan studi Bachelor of Arts in Media, Communications, and Cultural Studies di Goldsmiths, University of London, Inggris.

Semula Reiki berencana melanjutkan studi ke Australia. Namun setelah mempertimbangkan kurikulum dan kekuatan bidang komunikasi di Inggris yang dinilai lebih komprehensif, ia akhirnya memilih London sebagai tempat menimba ilmu. Keputusan tersebut terbukti tepat. Kini ia telah resmi menyandang gelar sarjana dan bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

London dan Identitas yang Kian Menguat

Hidup di London membuat Reiki merasakan langsung dinamika masyarakat multikultural. Kota ini dikenal sebagai kota global dengan penduduk dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang. Sistemnya tertata, terstruktur, dan membuka peluang jejaring internasional yang luas.

Namun di balik semua keunggulan itu, ada satu hal yang menurutnya tak tergantikan yaitu identitas sebagai orang Indonesia.

“Di luar negeri memang semuanya terasa lebih rapi dan terstruktur. Tapi soal kehangatan, kedekatan batin, dan rasa kekeluargaan, Indonesia itu juara,” ujarnya.

Pengalaman tinggal jauh dari Tanah Air justru membuatnya semakin menyadari nilai-nilai yang selama ini mungkin terasa biasa saja ketika masih berada di rumah sendiri.

Indonesia Kaya Lebih dari Sekadar Alam

Bagi Reiki, kebanggaan menjadi orang Indonesia bukan hanya soal kekayaan alam, tetapi juga kekuatan budaya dan persatuan.

“Di Inggris keberagaman itu besar. Tapi Indonesia juga luar biasa. Dari timur sampai barat, beda suku, beda budaya, beda makanan, tapi bisa bersatu dengan satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia. Itu indah banget,” katanya.

Ia menilai tidak semua negara memiliki kekuatan persatuan seperti Indonesia. Dengan ratusan suku dan bahasa daerah, Indonesia tetap berdiri kokoh dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri ketika ia memperkenalkan diri dalam pergaulan internasional.

Nilai Kekeluargaan yang Tak Tergantikan

Selama tinggal di Inggris, Reiki merasakan perbedaan pola hubungan sosial. Masyarakat Barat cenderung lebih mandiri dan individual. Interaksi tetap terjalin, namun kedekatan emosional tidak sedalam yang ia rasakan di Indonesia.

“Di Indonesia, hubungan itu bisa sampai ke hati. Kita bisa tertawa sampai sakit perut, bisa saling bantu tanpa banyak hitung-hitungan. Budaya gotong royong dan sopan santun itu kuat banget,” ungkapnya.

Ia juga menilai pola pengasuhan anak di Indonesia masih sarat nilai moral dan penghormatan kepada orang yang lebih tua. Menurutnya, nilai-nilai seperti itu mulai berkurang di sebagian budaya Barat.

Tempaan Akademik dan Organisasi

Di Goldsmiths, University of London, Reiki mendalami berbagai mata kuliah strategis seperti Psikologi & Subjektivitas, memahami Periklanan, Budaya Promosi, hingga Struktur Komunikasi Politik Kontemporer (September 2022–Juni 2025).

Sebelumnya, ia menyelesaikan International Foundation – Social Sciences and Media di INTO London International Foundation dengan nilai akhir 68 (Merit/Pujian), memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, psikologi, sosiologi, dan isu-isu global.

Tak hanya akademik, ia juga dipercaya menjadi Ketua PPI London (Perhimpunan Pelajar Indonesia di London) periode 2024–2025. Memimpin 73 pengurus di 12 divisi, Reiki aktif menjalin koordinasi dengan KBRI London dan berbagai mitra eksternal.

Di bawah kepemimpinannya, PPI London meluncurkan program loyalitas yang menghasilkan tambahan pendapatan lebih dari £2.000 dan bermanfaat bagi 700 lebih mahasiswa. Ia juga mengelola berbagai acara penggalangan dana bersama lebih dari 15 pemangku kepentingan dan meningkatkan ROI hingga 10 persen melalui strategi dan manajemen krisis yang matang.

Selain itu, ia turut menjadi Steering Committee “Resonance of Indonesia”, acara budaya Indonesia terbesar di Inggris yang dihadiri lebih dari 1.000 peserta dan menghasilkan keuntungan £15.000.

Pengalaman Profesional dan Ketahanan Mental

Reiki juga memiliki pengalaman profesional sebagai Marketing Officer di Diligent Eye Ltd (2024), menciptakan kampanye video terarah untuk investor dan pengembang, serta mengoptimalkan strategi pemasaran digital.

Saat magang di KBRI London, ia memimpin produksi podcast “KLOP” yang meningkatkan jumlah penonton hingga 500 persen. Ia juga aktif menyusun briefing harian untuk Duta Besar dan terlibat dalam berbagai kegiatan kedutaan.

Sebagai Direct Sales Representative di Ginger Promotions Ltd, ia berhasil mengamankan lebih dari 50 donatur rutin dalam satu bulan dan berkontribusi pada proyeksi donasi lebih dari £35.000. Lingkungan kerja berbasis target tersebut membentuk ketahanan mental dan disiplin tinggi dalam dirinya.

Dengan kompetensi di bidang marketing & communication, fundraising, negosiasi, serta dukungan sertifikasi Google di bidang Digital Marketing dan Project Management, Reiki memantapkan langkahnya menuju jenjang berikutnya.

Tetap Indonesia, Meski Dunia Terbuka

Meski peluang karier di luar negeri terbuka lebar, Reiki menegaskan tak pernah terpikir untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia.

“Saya bangga jadi orang Indonesia. Ilmu boleh saya cari ke mana saja, tapi hati tetap di Indonesia,” tegasnya.

Baginya, kemapanan bukan sekadar tinggal di negara maju, melainkan bagaimana ilmu yang diperoleh bisa memberi dampak bagi bangsa sendiri.

“Kalau ditanya pilih mana, jadi warga negara Inggris atau Indonesia? Saya pilih Indonesia. Di sinilah rumah saya. Di sinilah saya ingin bertumbuh dan memberi arti.”

Kisah Swara Reiki January menjadi bukti bahwa globalisasi tidak harus mengikis identitas. Justru dengan menjelajah dunia, rasa cinta terhadap Tanah Air bisa tumbuh semakin kuat. Sejauh apa pun melangkah, Merah Putih tetap di dada.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat

28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Hazwan Iskandar Jaya Pimpin Satupena DIY 2026–2031, Perkuat Ekosistem Literasi dan Kebudayaan

28 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Betawi Institute Siapkan Penerbitan Ulang Karya M. Balfas, Sahabat Chairil Anwar

28 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Gugun Blues Shelter, Matheo In Rio dan Ikrom Maulana Perform di Colabs ‘Mood and Dine Vol.039 dan Smoky Bandit’

27 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Film Rambut Sewu, Satu Langkah Getih Angkat Mitos Jawa dan Konsekuensi Pilihan Hidup

27 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Ihsan Tarore Akui Sempat Khawatir Perankan Ustaz dalam Film Rambut Sewu, Satu Langkah Getih

26 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Tarian Tradisional Fakfak Warnai Penyambutan Danrem 182/JO di Bandara Siboru

26 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Lukisan Kulit Kayu Karya Elias Hindom Warnai Bupati Cup 2026 di Fakfak

26 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Ibas Dorong Penguatan Tata Kelola Museum dan Galeri Seni Indonesia

24 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Trending di SENI BUDAYA