Wattatrans.com, TAKENGON — Takengon kembali diuji. Ketika isu kelangkaan BBM merebak, ribuan kendaraan langsung memadati SPBU dan antrean pun mengular hingga beberapa kilometer.
Takengon kembali dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Sejak Rabu malam hingga Kamis siang, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota tersebut.

Panjang antrean bahkan diperkirakan mencapai sekitar tiga kilometer, sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama kota.
Kondisi ini dipicu oleh aksi panic buying masyarakat yang khawatir terhadap ketersediaan BBM.
Kepanikan muncul setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menyebut ketahanan energi nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hingga 21 hari ke depan.
Seorang warga yang ikut mengantre BBM, Aris Musnandar, mengatakan kemacetan terjadi hampir di semua SPBU utama di Takengon.
“Sejak tadi malam sampai siang ini masih macet. Antrean di dua SPBU berbeda sisi jalan. Yang semalam macet, sekarang masih macet juga,” ujarnya.
Tidak hanya BBM, kepanikan warga juga mulai berdampak pada ketersediaan kebutuhan pokok.
Beberapa komoditas sembako dilaporkan mulai sulit ditemukan di pasar karena masyarakat membeli dalam jumlah besar untuk persediaan.
aris musnandar, menilai panic buying terjadi karena masyarakat tidak mendapatkan informasi resmi yang jelas dari pemerintah daerah.
Ia meminta pemerintah daerah segera memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai pesan berantai yang beredar di media sosial terkait kelangkaan BBM.
Hingga saat ini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Takengon masih terus terjadi.
Aparat setempat berupaya mengurai kemacetan serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.*** (Kamaruzzaman)





























