Menu

Mode Gelap
Takengon Kembali Krisis BBM, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 3 Kilometer Komnas HAM Turun Langsung Selidiki Dugaan Malpratik di RSUD Morut Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Tegaskan Dukungan Berantas Perdagangan Ilegal Satwa Terminal Teluk Lamong Kolaborasi dengan Kejari Tanjung Perak untuk Perkuat Tata Kelola Perusahaan Perkuat Keselamatan, SPJM Pasang Fasilitas Safety Baru di Jembatan Mahakam Samarinda Tingkatkan Pelayanan, KSOP Cirebon Gandeng PT Langgeng Jaya Maritim

Uncategorized

Takengon Kembali Krisis BBM, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 3 Kilometer

badge-check


 Takengon Kembali Krisis BBM, Antrean Kendaraan Mengular Hingga 3 Kilometer Perbesar

Wattatrans.com, TAKENGON — Takengon kembali diuji. Ketika isu kelangkaan BBM merebak, ribuan kendaraan langsung memadati SPBU dan antrean pun mengular hingga beberapa kilometer.

Takengon kembali dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). Sejak Rabu malam hingga Kamis siang, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota tersebut.

Panjang antrean bahkan diperkirakan mencapai sekitar tiga kilometer, sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama kota.

Kondisi ini dipicu oleh aksi panic buying masyarakat yang khawatir terhadap ketersediaan BBM.

Kepanikan muncul setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menyebut ketahanan energi nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hingga 21 hari ke depan.
Seorang warga yang ikut mengantre BBM, Aris Musnandar, mengatakan kemacetan terjadi hampir di semua SPBU utama di Takengon.

“Sejak tadi malam sampai siang ini masih macet. Antrean di dua SPBU berbeda sisi jalan. Yang semalam macet, sekarang masih macet juga,” ujarnya.
Tidak hanya BBM, kepanikan warga juga mulai berdampak pada ketersediaan kebutuhan pokok.

Beberapa komoditas sembako dilaporkan mulai sulit ditemukan di pasar karena masyarakat membeli dalam jumlah besar untuk persediaan.

aris musnandar, menilai panic buying terjadi karena masyarakat tidak mendapatkan informasi resmi yang jelas dari pemerintah daerah.

Ia meminta pemerintah daerah segera memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai pesan berantai yang beredar di media sosial terkait kelangkaan BBM.

Hingga saat ini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Takengon masih terus terjadi.

Aparat setempat berupaya mengurai kemacetan serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Rantai Pasok Jelang Lebaran, KAI Catat 42.405 Ton Angkutan Retail

4 Maret 2026 - 14:00 WIB

Qariah Tunanetra Kalbar Raih Juara Nasional PTQ RRI

4 Maret 2026 - 10:08 WIB

Cecep (Tangerang) Terhenti di Top 21 Aksi 2026

2 Maret 2026 - 17:09 WIB

Tadarus Puisi HSBI: Merawat Kata di Bulan Luka

2 Maret 2026 - 11:48 WIB

Proliga 2026 Pekan ke 8 Sentul, Melengkapi Tim Peraih Tiket Final Four 

2 Maret 2026 - 04:35 WIB

Bangga Jadi WNI, Swara Reiki January Pilih Kembali ke Merah Putih Usai Raih Gelar Sarjana di London

26 Februari 2026 - 17:30 WIB

KAI Services Tambah 1.765 Personel untuk Dukung Angkutan Lebaran 2026

26 Februari 2026 - 12:20 WIB

KNPI Jabar Dorong Konsolidasi Internal Lewat Musda KNPI Kabupaten Bogor

25 Februari 2026 - 02:49 WIB

Proliga 2026 Pekan ke 7 Sentul, Siapa Saja Tim Peraih Tiket Final Four ?

23 Februari 2026 - 17:11 WIB

Menagih “Manis di Bibir” Bupati Lucky Hakim: Antara Retorika Audit Dana Desa, Tata Ruang, Banjir, dan Realita Pelantikan Kuwu

19 Februari 2026 - 16:15 WIB

Trending di RAGAM