Menu

Mode Gelap
KA Batara Kresna Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan dari Solo ke Wonogiri, Tarif Rp4.000 KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat KA Blora Jaya Tumbuh 72,76% pada Triwulan I 2026, Perjalanan yang Menghubungkan Harapan Banyak Masyarakat

PERISTIWA

Tangisan Anak-anak Pengungsi Burlah Aceh Tengah Pecah di Posko

badge-check


 Tangisan Anak-anak Pengungsi Burlah Aceh Tengah Pecah di Posko Perbesar

ACEH TENGAH — Tangisan anak-anak pengungsi di Posko Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pecah dan tak terbendung ketika Tim Relawan Posko Rakyat bersama Tim GEPREKINAJA dan Polri Aceh Tengah tiba di lokasi. Suara isak mereka menggetarkan suasana posko dan mengharukan para relawan yang datang membawa bantuan dan dukungan psikososial.

Sejumlah anak tampak memeluk para relawan sambil menangis. Salah satunya, seorang anak kecil, menangis tersedu-sedu sambil memeluk seorang relawan dari Jakarta, Koni, anggota Tim GEPREKINAJA. Dengan suara terputus-putus, anak itu memohon agar para relawan tidak segera meninggalkan mereka.

“Jangan pulang… kami ingin belajar lagi, ingin bermain bersama,” ucapnya di sela tangis.

Tangisan anak-anak itu membuat para relawan nyaris tak sanggup melanjutkan perjalanan pulang. Saat kendaraan relawan bersiap meninggalkan lokasi, sejumlah anak berlari dan mengerumuni mobil, seakan tak ingin berpisah.

Untuk menenangkan suasana, Tim Relawan Posko Rakyat mengambil alih dengan membawa salah satu anak berkeliling menggunakan mobil sebelum mengantarkannya kembali ke Posko Burlah yang berada di SD Negeri 15 Ketol.

Keluhan anak-anak pengungsi mencerminkan kondisi sulit yang mereka hadapi. “Kami mau belajar dan bermain, Kak. Di sini gelap, tidak ada lampu, dan tidak ada air bersih untuk mandi,” kata seorang anak kelas IV sekolah dasar.

Keterbatasan fasilitas dasar di posko pengungsian tersebut masih menjadi persoalan utama, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan rasa aman, ruang belajar, dan aktivitas bermain.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Tim Relawan Posko Rakyat kembali ke Posko Rakyat di Gedung Pendari. Para relawan memastikan akan kembali mengunjungi Desa Burlah dalam satu atau dua hari ke depan untuk melanjutkan pendampingan dan penyaluran bantuan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau, Seluruh Penumpang Dilaporkan Tewas

17 April 2026 - 10:42 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

Trending di RAGAM