ACEH TENGAH — Tangisan anak-anak pengungsi di Posko Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pecah dan tak terbendung ketika Tim Relawan Posko Rakyat bersama Tim GEPREKINAJA dan Polri Aceh Tengah tiba di lokasi. Suara isak mereka menggetarkan suasana posko dan mengharukan para relawan yang datang membawa bantuan dan dukungan psikososial.
Sejumlah anak tampak memeluk para relawan sambil menangis. Salah satunya, seorang anak kecil, menangis tersedu-sedu sambil memeluk seorang relawan dari Jakarta, Koni, anggota Tim GEPREKINAJA. Dengan suara terputus-putus, anak itu memohon agar para relawan tidak segera meninggalkan mereka.


“Jangan pulang… kami ingin belajar lagi, ingin bermain bersama,” ucapnya di sela tangis.
Tangisan anak-anak itu membuat para relawan nyaris tak sanggup melanjutkan perjalanan pulang. Saat kendaraan relawan bersiap meninggalkan lokasi, sejumlah anak berlari dan mengerumuni mobil, seakan tak ingin berpisah.
Untuk menenangkan suasana, Tim Relawan Posko Rakyat mengambil alih dengan membawa salah satu anak berkeliling menggunakan mobil sebelum mengantarkannya kembali ke Posko Burlah yang berada di SD Negeri 15 Ketol.
Keluhan anak-anak pengungsi mencerminkan kondisi sulit yang mereka hadapi. “Kami mau belajar dan bermain, Kak. Di sini gelap, tidak ada lampu, dan tidak ada air bersih untuk mandi,” kata seorang anak kelas IV sekolah dasar.
Keterbatasan fasilitas dasar di posko pengungsian tersebut masih menjadi persoalan utama, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan rasa aman, ruang belajar, dan aktivitas bermain.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Tim Relawan Posko Rakyat kembali ke Posko Rakyat di Gedung Pendari. Para relawan memastikan akan kembali mengunjungi Desa Burlah dalam satu atau dua hari ke depan untuk melanjutkan pendampingan dan penyaluran bantuan.*** (Jasa)
























