Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

PERISTIWA

Tangisan Anak-anak Pengungsi Burlah Aceh Tengah Pecah di Posko

badge-check


 Tangisan Anak-anak Pengungsi Burlah Aceh Tengah Pecah di Posko Perbesar

ACEH TENGAH — Tangisan anak-anak pengungsi di Posko Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pecah dan tak terbendung ketika Tim Relawan Posko Rakyat bersama Tim GEPREKINAJA dan Polri Aceh Tengah tiba di lokasi. Suara isak mereka menggetarkan suasana posko dan mengharukan para relawan yang datang membawa bantuan dan dukungan psikososial.

Sejumlah anak tampak memeluk para relawan sambil menangis. Salah satunya, seorang anak kecil, menangis tersedu-sedu sambil memeluk seorang relawan dari Jakarta, Koni, anggota Tim GEPREKINAJA. Dengan suara terputus-putus, anak itu memohon agar para relawan tidak segera meninggalkan mereka.

“Jangan pulang… kami ingin belajar lagi, ingin bermain bersama,” ucapnya di sela tangis.

Tangisan anak-anak itu membuat para relawan nyaris tak sanggup melanjutkan perjalanan pulang. Saat kendaraan relawan bersiap meninggalkan lokasi, sejumlah anak berlari dan mengerumuni mobil, seakan tak ingin berpisah.

Untuk menenangkan suasana, Tim Relawan Posko Rakyat mengambil alih dengan membawa salah satu anak berkeliling menggunakan mobil sebelum mengantarkannya kembali ke Posko Burlah yang berada di SD Negeri 15 Ketol.

Keluhan anak-anak pengungsi mencerminkan kondisi sulit yang mereka hadapi. “Kami mau belajar dan bermain, Kak. Di sini gelap, tidak ada lampu, dan tidak ada air bersih untuk mandi,” kata seorang anak kelas IV sekolah dasar.

Keterbatasan fasilitas dasar di posko pengungsian tersebut masih menjadi persoalan utama, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan rasa aman, ruang belajar, dan aktivitas bermain.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Tim Relawan Posko Rakyat kembali ke Posko Rakyat di Gedung Pendari. Para relawan memastikan akan kembali mengunjungi Desa Burlah dalam satu atau dua hari ke depan untuk melanjutkan pendampingan dan penyaluran bantuan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM