Menu ✖

Mode Gelap
Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

PERISTIWA

Tokoh Gayo di Bogor Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh

badge-check


 Tokoh Gayo di Bogor Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh Perbesar

Wartatrans.com BOGOR — Sejumlah tokoh dan masyarakat Gayo yang bermukim di Bogor menggelar doa bersama menyikapi bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Aceh pada Sabtu (06/12/2025). Acara berlangsung di kediaman Sulaiman, tokoh Gayo asal Takengon yang tinggal di Bogor.

Ketua Koperasi Nahma Gayo (KNG) Raya Cabang Bogor, Miko Salman Gayo, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tengah.

“Kita turut berduka atas terjadinya bencana di Takengon khususnya, Aceh umumnya,” ujar Miko.

Miko menilai, bencana ini bukan sekadar ujian, tetapi juga teguran mengenai kerusakan lingkungan yang semakin parah. Ia mengenang kondisi Takengon pada tahun 1970-an saat dirinya masih bersekolah.

“Waktu itu, hujan satu sampai dua minggu di Takengon saat musim hujan tidak pernah menyebabkan banjir,” kenangnya.

Menurutnya, perkembangan pembangunan yang masif telah menggerus kawasan resapan air, sementara gunung dan bukit yang menjadi penjaga alam Takengon semakin banyak digunduli. Kondisi itu menyebabkan air hujan tidak memiliki tempat penampungan alami.

“Ketika gunung dan hutan gundul, air tak ada tempat menampung,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Miko juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membangun kanal-kanal khusus sebagai jalur aliran air. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Sehingga ketika musim hujan seperti ini, air ada jalan ke tujuannya, tidak seperti sekarang,” katanya.

Miko bersama masyarakat Gayo di Bogor turut berharap agar penghijauan di kawasan pegunungan Aceh Tengah dipulihkan. Menurutnya, kerusakan lingkungan di daerah hulu merupakan akar dari banyak bencana yang terjadi selama ini.*** (PG)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL