Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

PERISTIWA

Tokoh Gayo di Bogor Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh

badge-check


 Tokoh Gayo di Bogor Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh Perbesar

Wartatrans.com BOGOR — Sejumlah tokoh dan masyarakat Gayo yang bermukim di Bogor menggelar doa bersama menyikapi bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Aceh pada Sabtu (06/12/2025). Acara berlangsung di kediaman Sulaiman, tokoh Gayo asal Takengon yang tinggal di Bogor.

Ketua Koperasi Nahma Gayo (KNG) Raya Cabang Bogor, Miko Salman Gayo, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tengah.

“Kita turut berduka atas terjadinya bencana di Takengon khususnya, Aceh umumnya,” ujar Miko.

Miko menilai, bencana ini bukan sekadar ujian, tetapi juga teguran mengenai kerusakan lingkungan yang semakin parah. Ia mengenang kondisi Takengon pada tahun 1970-an saat dirinya masih bersekolah.

“Waktu itu, hujan satu sampai dua minggu di Takengon saat musim hujan tidak pernah menyebabkan banjir,” kenangnya.

Menurutnya, perkembangan pembangunan yang masif telah menggerus kawasan resapan air, sementara gunung dan bukit yang menjadi penjaga alam Takengon semakin banyak digunduli. Kondisi itu menyebabkan air hujan tidak memiliki tempat penampungan alami.

“Ketika gunung dan hutan gundul, air tak ada tempat menampung,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Miko juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membangun kanal-kanal khusus sebagai jalur aliran air. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Sehingga ketika musim hujan seperti ini, air ada jalan ke tujuannya, tidak seperti sekarang,” katanya.

Miko bersama masyarakat Gayo di Bogor turut berharap agar penghijauan di kawasan pegunungan Aceh Tengah dipulihkan. Menurutnya, kerusakan lingkungan di daerah hulu merupakan akar dari banyak bencana yang terjadi selama ini.*** (PG)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM