Menu

Mode Gelap
Semangat Kartini dalam Layanan DAMRI: Peran Perempuan, Ruang Aman, dan Akses Terjangkau DAMRI dan Pemprov Papua Selatan Teken MoU, Luncurkan Layanan Angkutan untuk ASN Kampanye Anti Tindak Kekerasan Seksual, KAI Commuter Dorong Penumpang Berani Lapor Kemenhub Dorong Kolaborasi Regional Keselamatan Penerbangan Poltekpel Surabaya Siap Menuju WBBM Ada Serangan Misil di Laut Arab, Kemenhub Gerak Cepat Fasilitasi Pemulangan 3 Pelaut

PERISTIWA

Tokoh Gayo di Bogor Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh

badge-check


 Tokoh Gayo di Bogor Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Aceh Perbesar

Wartatrans.com BOGOR — Sejumlah tokoh dan masyarakat Gayo yang bermukim di Bogor menggelar doa bersama menyikapi bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Aceh pada Sabtu (06/12/2025). Acara berlangsung di kediaman Sulaiman, tokoh Gayo asal Takengon yang tinggal di Bogor.

Ketua Koperasi Nahma Gayo (KNG) Raya Cabang Bogor, Miko Salman Gayo, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tengah.

“Kita turut berduka atas terjadinya bencana di Takengon khususnya, Aceh umumnya,” ujar Miko.

Miko menilai, bencana ini bukan sekadar ujian, tetapi juga teguran mengenai kerusakan lingkungan yang semakin parah. Ia mengenang kondisi Takengon pada tahun 1970-an saat dirinya masih bersekolah.

“Waktu itu, hujan satu sampai dua minggu di Takengon saat musim hujan tidak pernah menyebabkan banjir,” kenangnya.

Menurutnya, perkembangan pembangunan yang masif telah menggerus kawasan resapan air, sementara gunung dan bukit yang menjadi penjaga alam Takengon semakin banyak digunduli. Kondisi itu menyebabkan air hujan tidak memiliki tempat penampungan alami.

“Ketika gunung dan hutan gundul, air tak ada tempat menampung,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Miko juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membangun kanal-kanal khusus sebagai jalur aliran air. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Sehingga ketika musim hujan seperti ini, air ada jalan ke tujuannya, tidak seperti sekarang,” katanya.

Miko bersama masyarakat Gayo di Bogor turut berharap agar penghijauan di kawasan pegunungan Aceh Tengah dipulihkan. Menurutnya, kerusakan lingkungan di daerah hulu merupakan akar dari banyak bencana yang terjadi selama ini.*** (PG)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semangat Kartini dalam Layanan DAMRI: Peran Perempuan, Ruang Aman, dan Akses Terjangkau

21 April 2026 - 21:06 WIB

Kampanye Anti Tindak Kekerasan Seksual, KAI Commuter Dorong Penumpang Berani Lapor

21 April 2026 - 20:29 WIB

FIFGROUP Rayakan Hari Kartini dengan Aktivasi Interaktif di MRT Blok M, Ajak Perempuan Kenali Potensi Diri

21 April 2026 - 19:23 WIB

Makassar New Port Dilirik Investor Global, Abu Dhabi Ports Group Tinjau Potensi Hub Indonesia Timur

21 April 2026 - 19:02 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Kartini 2026

21 April 2026 - 18:42 WIB

SAE Buka Casting Reality Show “Turkiye Ask Adasi” Versi Indonesia, Syuting di Turki

21 April 2026 - 16:45 WIB

Air Mata Pecah di SMK Negeri 1 Takengon, Psikodrama Jadi Ruang Pulih Penyintas Bencana

21 April 2026 - 16:24 WIB

Batanghari Ikut Tanam Serentak 16 Provinsi, Perkuat Target Swasembada Pangan Nasional

21 April 2026 - 16:17 WIB

Semarak Hari Kartini, Klinik SMM BKKP Beri Layanan Kesehatan Spesial

21 April 2026 - 14:48 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Integritas Melalui TWG Bertema ISO 37001

21 April 2026 - 13:46 WIB

Trending di ANJUNGAN