Wartatrans.com, DEPOK — Rombongan Satria Kencana Nusantara (SKN) satu per satu tiba kembali di Pimpinan Pusat Daerah Sawangan, Depok, setelah menyelesaikan perjalanan religi ke Banten pada 22–23 November 2025. Kegiatan bertajuk Touring Religi SKN ini berlangsung selama dua hari dengan mengunjungi sejumlah situs sejarah dan makam para sultan serta ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di nusantara.
Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, menyampaikan bahwa perjalanan ini bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan spiritualitas, sekaligus menanamkan kesadaran sejarah bagi para anggota. “Kita adalah bangsa yang besar, terlahir dari sejarah yang besar. SKN akan terus mengikat mata rantai generasi yang tangguh dan tahan uji,” ucapnya.


Perjalanan dimulai dari kompleks Masjid Agung Banten, tempat dimakamkannya Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten yang berkuasa pada 1552–1570 M. Masjid Agung Banten merupakan salah satu warisan bersejarah yang juga dibangun pada masa kepemimpinan beliau. Di lokasi ini, rombongan SKN melakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang sultan.
Destinasi berikutnya adalah makam Sultan Maulana Yusuf, sultan kedua Kesultanan Banten (1570–1580 M) yang dikenal sebagai tokoh penting dalam memperluas pengaruh Islam di wilayah Banten. Rombongan melakukan ziarah dan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kepemimpinan beliau.
Rombongan SKN kemudian menuju wilayah Kesultanan Kenari untuk berziarah ke makam Sultan Syekh Abu Mufakir dan Patih Purba Negara. Kedua tokoh tersebut memiliki peran signifikan dalam sejarah perkembangan kekuasaan di Banten. Makam-makam ini kini dirawat oleh Abah Efendi, tokoh yang menjadi penjaga sekaligus perawat situs sejarah Kesultanan Kenari.

Pada hari terakhir, rombongan melakukan silaturahmi dengan Kesultanan Banten ke-18, RTB Bambang Wisangeni Soerjaatmadja. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, SKN menyerahkan cinderamata, sementara Sultan Banten XVIII memasangkan pin resmi Kesultanan Banten kepada Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, sebagai simbol persahabatan dan penghormatan.
Perjalanan religi selama dua hari ini diharapkan mampu memperkuat nilai spiritual dan wawasan sejarah para anggota SKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara komunitas masyarakat dengan para penjaga tradisi Kesultanan Banten.*** (Septiadi)










