Menu

Mode Gelap
Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026 Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta Libur Panjang Imlek, Penumpang KAD di Daop 7 Madiun Meningkat, Bakal Ada Atraksi Barongsai

PERISTIWA

Touring Religi Satria Kencana Nusantara: Tapak Tilas Sejarah Islam di Banten

badge-check


 Touring Religi Satria Kencana Nusantara: Tapak Tilas Sejarah Islam di Banten Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Rombongan Satria Kencana Nusantara (SKN) satu per satu tiba kembali di Pimpinan Pusat Daerah Sawangan, Depok, setelah menyelesaikan perjalanan religi ke Banten pada 22–23 November 2025. Kegiatan bertajuk Touring Religi SKN ini berlangsung selama dua hari dengan mengunjungi sejumlah situs sejarah dan makam para sultan serta ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di nusantara.

Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, menyampaikan bahwa perjalanan ini bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan spiritualitas, sekaligus menanamkan kesadaran sejarah bagi para anggota. “Kita adalah bangsa yang besar, terlahir dari sejarah yang besar. SKN akan terus mengikat mata rantai generasi yang tangguh dan tahan uji,” ucapnya.

Perjalanan dimulai dari kompleks Masjid Agung Banten, tempat dimakamkannya Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten yang berkuasa pada 1552–1570 M. Masjid Agung Banten merupakan salah satu warisan bersejarah yang juga dibangun pada masa kepemimpinan beliau. Di lokasi ini, rombongan SKN melakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang sultan.

Destinasi berikutnya adalah makam Sultan Maulana Yusuf, sultan kedua Kesultanan Banten (1570–1580 M) yang dikenal sebagai tokoh penting dalam memperluas pengaruh Islam di wilayah Banten. Rombongan melakukan ziarah dan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kepemimpinan beliau.

Rombongan SKN kemudian menuju wilayah Kesultanan Kenari untuk berziarah ke makam Sultan Syekh Abu Mufakir dan Patih Purba Negara. Kedua tokoh tersebut memiliki peran signifikan dalam sejarah perkembangan kekuasaan di Banten. Makam-makam ini kini dirawat oleh Abah Efendi, tokoh yang menjadi penjaga sekaligus perawat situs sejarah Kesultanan Kenari.

Pada hari terakhir, rombongan melakukan silaturahmi dengan Kesultanan Banten ke-18, RTB Bambang Wisangeni Soerjaatmadja. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, SKN menyerahkan cinderamata, sementara Sultan Banten XVIII memasangkan pin resmi Kesultanan Banten kepada Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, sebagai simbol persahabatan dan penghormatan.

Perjalanan religi selama dua hari ini diharapkan mampu memperkuat nilai spiritual dan wawasan sejarah para anggota SKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara komunitas masyarakat dengan para penjaga tradisi Kesultanan Banten.*** (Septiadi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan

16 Februari 2026 - 21:17 WIB

Banjir Aceh 2025 Disebut Ekosida, Desakan Bentuk Badan Khusus Menguat

16 Februari 2026 - 20:00 WIB

Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir

16 Februari 2026 - 19:18 WIB

Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ

16 Februari 2026 - 14:38 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Trending di EKOBIS