Menu ✖

Mode Gelap
KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

PERISTIWA

Touring Religi Satria Kencana Nusantara: Tapak Tilas Sejarah Islam di Banten

badge-check


 Touring Religi Satria Kencana Nusantara: Tapak Tilas Sejarah Islam di Banten Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Rombongan Satria Kencana Nusantara (SKN) satu per satu tiba kembali di Pimpinan Pusat Daerah Sawangan, Depok, setelah menyelesaikan perjalanan religi ke Banten pada 22–23 November 2025. Kegiatan bertajuk Touring Religi SKN ini berlangsung selama dua hari dengan mengunjungi sejumlah situs sejarah dan makam para sultan serta ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di nusantara.

Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, menyampaikan bahwa perjalanan ini bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan spiritualitas, sekaligus menanamkan kesadaran sejarah bagi para anggota. “Kita adalah bangsa yang besar, terlahir dari sejarah yang besar. SKN akan terus mengikat mata rantai generasi yang tangguh dan tahan uji,” ucapnya.

Perjalanan dimulai dari kompleks Masjid Agung Banten, tempat dimakamkannya Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten yang berkuasa pada 1552–1570 M. Masjid Agung Banten merupakan salah satu warisan bersejarah yang juga dibangun pada masa kepemimpinan beliau. Di lokasi ini, rombongan SKN melakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang sultan.

Destinasi berikutnya adalah makam Sultan Maulana Yusuf, sultan kedua Kesultanan Banten (1570–1580 M) yang dikenal sebagai tokoh penting dalam memperluas pengaruh Islam di wilayah Banten. Rombongan melakukan ziarah dan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kepemimpinan beliau.

Rombongan SKN kemudian menuju wilayah Kesultanan Kenari untuk berziarah ke makam Sultan Syekh Abu Mufakir dan Patih Purba Negara. Kedua tokoh tersebut memiliki peran signifikan dalam sejarah perkembangan kekuasaan di Banten. Makam-makam ini kini dirawat oleh Abah Efendi, tokoh yang menjadi penjaga sekaligus perawat situs sejarah Kesultanan Kenari.

Pada hari terakhir, rombongan melakukan silaturahmi dengan Kesultanan Banten ke-18, RTB Bambang Wisangeni Soerjaatmadja. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, SKN menyerahkan cinderamata, sementara Sultan Banten XVIII memasangkan pin resmi Kesultanan Banten kepada Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, sebagai simbol persahabatan dan penghormatan.

Perjalanan religi selama dua hari ini diharapkan mampu memperkuat nilai spiritual dan wawasan sejarah para anggota SKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara komunitas masyarakat dengan para penjaga tradisi Kesultanan Banten.*** (Septiadi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong

1 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

1 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Trending di RAGAM