Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

PERISTIWA

Touring Religi Satria Kencana Nusantara: Tapak Tilas Sejarah Islam di Banten

badge-check


 Touring Religi Satria Kencana Nusantara: Tapak Tilas Sejarah Islam di Banten Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Rombongan Satria Kencana Nusantara (SKN) satu per satu tiba kembali di Pimpinan Pusat Daerah Sawangan, Depok, setelah menyelesaikan perjalanan religi ke Banten pada 22–23 November 2025. Kegiatan bertajuk Touring Religi SKN ini berlangsung selama dua hari dengan mengunjungi sejumlah situs sejarah dan makam para sultan serta ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di nusantara.

Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, menyampaikan bahwa perjalanan ini bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan spiritualitas, sekaligus menanamkan kesadaran sejarah bagi para anggota. “Kita adalah bangsa yang besar, terlahir dari sejarah yang besar. SKN akan terus mengikat mata rantai generasi yang tangguh dan tahan uji,” ucapnya.

Perjalanan dimulai dari kompleks Masjid Agung Banten, tempat dimakamkannya Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten yang berkuasa pada 1552–1570 M. Masjid Agung Banten merupakan salah satu warisan bersejarah yang juga dibangun pada masa kepemimpinan beliau. Di lokasi ini, rombongan SKN melakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang sultan.

Destinasi berikutnya adalah makam Sultan Maulana Yusuf, sultan kedua Kesultanan Banten (1570–1580 M) yang dikenal sebagai tokoh penting dalam memperluas pengaruh Islam di wilayah Banten. Rombongan melakukan ziarah dan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kepemimpinan beliau.

Rombongan SKN kemudian menuju wilayah Kesultanan Kenari untuk berziarah ke makam Sultan Syekh Abu Mufakir dan Patih Purba Negara. Kedua tokoh tersebut memiliki peran signifikan dalam sejarah perkembangan kekuasaan di Banten. Makam-makam ini kini dirawat oleh Abah Efendi, tokoh yang menjadi penjaga sekaligus perawat situs sejarah Kesultanan Kenari.

Pada hari terakhir, rombongan melakukan silaturahmi dengan Kesultanan Banten ke-18, RTB Bambang Wisangeni Soerjaatmadja. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, SKN menyerahkan cinderamata, sementara Sultan Banten XVIII memasangkan pin resmi Kesultanan Banten kepada Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, sebagai simbol persahabatan dan penghormatan.

Perjalanan religi selama dua hari ini diharapkan mampu memperkuat nilai spiritual dan wawasan sejarah para anggota SKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara komunitas masyarakat dengan para penjaga tradisi Kesultanan Banten.*** (Septiadi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM