Wartatrans.com, JAKARTA – TransJakarta terus melakukan berbagai inovasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Tak hanya pembenahan sarana dan prasarana, TransJakarta juga memingkatkan peran untuk turut mengurangi polusi udara di Jakarta.

Direktur Utama PT TransJakarta Welfizon Yuza menyampaikan, langkah nyata yang dilakukan perusahaan adalah dengan merevitalisasi bus ke armada bus listrik.
“Kami transfromasi armada sejak 2016 dan hingga kini kami telah mengoperasikan 470 bus listrik yang tersebar di semua koridor,” ungkapnya, di sela Diskusi INSTRANS di Jakarta, Senin (191/2026).
Namun diakuinya masih banyak PR lantaran total armada sebanyak lebih dari 5.000 untuk 233 rute yang dihadirkan di 15 koridor.
Namun pihaknya optimistis akan dapat terus melakukan transformasi yang berkelanjutan.
Tak hanya itu saja, di layanan yang setiap harinya mencapai 1,4 juta penumpang untuk semua layanan TransJakarta (baik koridor maupun non koridor), pihaknya kata Yuza juga ingin meningkatkan digitalisasi.
“Kami ingin inovasi digital dan pengembangan bisnis, karena digitalisasi seluruh aspek adalah penting,” ucapnya.
Dia menyampaikan, saat ini sudah ada CCTV hampir di semua armada TransJakarta, sehingga bisa mengetahui setiap pergerakan yang ada di bus.
“Misalnya saja saat pramudi menguap dan mulai mengantuk terekam CCTV, maka sistem akan memberikan ‘peringatan’ agar dapat melewati rasa kantuk saat mengemudi,” kata Yuza.
Pihaknya juga tengah meriset untuk melayani Open Top Tour, yakni urban turism melalui transportasi. Seperti di negara-negara lain ada yang mengimplementasikan Ibukota sebagai salah satu destinasi yang bisa dinikmati wisatawan.
“Kita bisa mencoba angkat sudut-sudut Jakarta, yang dapat dinikmati maka akan menemukan juga eksperien menarik,” imbuh Yuza.
Tak hanya itu saja, perusahaan juga akan mengembangkan TransJakarta academy.
Dengan sosialisasi yang informatif, pihaknya ingin masyarakat juga mengetahui bahwa ada profesi pramudi yang juga setara dengan profesi lainnya, termasuk Pilot dan Masinis.
“Saat ini kami tengah mempersiapkan 20 personel pramudi terbaik untuk mendapatkan pengetahuan dan pendidikan juga pelatihan ke Jepang,” ujarnya.
Selanjutnya, diharapkan mereka dapat berbagi pengalaman kepada pramudi lainnya dan menjadi penyemangat untuk memberikan yang lebih baik lagi dalam melayani masyarakat luas.
Seperti diketahui, saat ini penumpang TransJakarta 66 persen adalah wanita dan sisanya 34 persen laki-laki.
“Dan kalau liat tren, animo pengguna jasa TransJakarta, 80 persen adalah Gen Z dan Milenial,” tutup Yuza. (omy)






















