Menu

Mode Gelap
Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

SOSOK

Tu Sop: Arsitek Peradaban yang Memadukan Tasbih dan Perniagaan

badge-check


 Tu Sop: Arsitek Peradaban yang Memadukan Tasbih dan Perniagaan Perbesar

Oleh. Tgk Lah Buket Batee

_______

Wartatrans.com —- Jarang kita temukan sosok yang mampu mengawinkan kedalaman ilmu agama dengan ketajaman insting bisnis dalam satu tarikan napas pengabdian.

Di Aceh, sosok itu hadir pada diri Ayahanda Tu Sop Jeunieb (Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab).

Beliau adalah ulama multitalenta—pemimpin ruhani, pendidik, sekaligus penggerak kemandirian ekonomi umat. Sebagai pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen, Tu Sop tidak hanya mencetak santri yang alim, tetapi juga membangun ekosistem kemandirian yang nyata dan berkelanjutan.

1. Pelopor Kemandirian Ekonomi Umat
(Dikenal sebagai “Bapak Pengusaha”)
Tu Sop mendobrak stigma lama bahwa lembaga pendidikan agama harus selalu bergantung pada bantuan. Melalui payung usaha Yadara, beliau membuktikan bahwa dayah dapat berdiri tegak secara finansial, bahkan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Beberapa lini usaha yang dikembangkan antara lain:
Air Minum Le Yadara – Produk AMDK kebanggaan lokal.

Radio Yadara – Media dakwah dan edukasi yang menjangkau lintas lapisan.
Travel Yadara – Layanan transportasi dan perjalanan yang profesional dan amanah.

2. Penggerak Filantropi melalui BMU
Kepedulian sosial beliau terwujud melalui Barisan Muda Umat (BMU).

Organisasi ini menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan: pembangunan rumah layak huni, bantuan kebencanaan, hingga penguatan solidaritas sosial.

BMU mengonsolidasikan energi anak muda untuk bergerak, bukan sekadar bersimpati.

3. Tokoh Inklusif dan Universal
Dengan kemampuan komunikasi yang hangat dan membumi, Tu Sop diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Beliau mampu berdiri di tengah-tengah:

Kalangan profesional, sebagai mitra diskusi yang visioner.

Anak muda, sebagai mentor yang menginspirasi dan membangkitkan keberanian bermimpi. Rakyat jelata, sebagai guru yang rendah hati dan mengayomi.

4. Orator dengan Pesan yang Menghujam
Setiap tausiyah beliau selalu dinanti dan dihadiri ribuan jemaah. Kekuatan utamanya bukan sekadar retorika, melainkan kejujuran hidup. Apa yang beliau sampaikan adalah apa yang beliau jalani—sehingga nasihatnya tidak hanya terdengar, tetapi menetap di sanubari.

Kini, sosok inspiratif itu telah berpulang ke haribaan-Nya. Namun api yang beliau nyalakan tidak boleh padam. Cara terbaik menghormati beliau bukan sekadar mengenang, melainkan meneruskan cita-citanya:
mandiri dalam ekonomi, peduli dalam sosial, dan lurus dalam akidah.

Ya Allah, tempatkan Guru kami, Tu Sop, di sisi terbaik-Mu. Ampunilah segala khilafnya, dan terimalah seluruh amal jariyahnya yang terus mengalir untuk umat ini. Amin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Keterbatasan Menuju Keberkahan: Kisah Inspiratif Siti Patimah Azzahra Bersama PNM

27 Maret 2026 - 11:31 WIB

Lebih Dekat dengan Halimah Munawir

25 Maret 2026 - 02:06 WIB

Ribuan Buruh Djarum dan Masyarakat Kudus Berduka atas Berpulangnya Bambang Hartono

23 Maret 2026 - 15:53 WIB

Polemik Tambang Emas Dongi-Dongi, Agussalim Tantang Debat Terbuka

9 Maret 2026 - 11:30 WIB

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

2 Maret 2026 - 09:55 WIB

Lampu Penerang dari Reubee Telah Padam, Cahayanya Abadi di Hati Umat

20 Februari 2026 - 23:23 WIB

Herty Purba Produksi Film Perdana Heart Pictures, Jadi Sarana Pembelajaran Industri Film

15 Februari 2026 - 15:43 WIB

Mantap, Sekper PTP Nonpetikemas Raih Penghargaan Insan PR di Ajang PRIA

14 Februari 2026 - 17:39 WIB

Abiya Jeunieb: Lelaki Kurus yang Memeluk 500 Anak Yatim

12 Februari 2026 - 18:45 WIB

Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang

11 Februari 2026 - 10:39 WIB

Trending di PERISTIWA