Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Bencana alam hidrometeorologi menerjang Kabupaten Aceh Tamiang dengan dampak yang sangat besar.
Berdasarkan laporan pemantauan data Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang per 8 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, banjir dan longsor telah melumpuhkan 12 kecamatan dan 209 kampung di wilayah tersebut.

Sebanyak 57 warga dilaporkan meninggal dunia, menjadikan bencana kali ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai angka yang sangat besar, yaitu 252.159 jiwa dari 65.016 KK. Adapun 10.120 KK atau 46.766 jiwa tercatat tidak mengungsi. Total terdapat 403 titik pengungsian yang tersebar di berbagai lokasi.
Kerusakan fasilitas dan rumah warga juga masif. Data menunjukkan 5.200 unit rumah terdampak, terdiri dari 887 rumah berat, 829 rumah sedang, 1.160 rumah ringan, dan 2.324 rumah rusak. Selain itu, 40 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) turut terdampak, termasuk dua unit mengalami rusak berat dan 38 rusak ringan.
Sektor pendidikan tidak luput dari kerusakan. Sebanyak 54 fasilitas pendidikan dilaporkan terdampak, terdiri dari tiga rusak berat, satu rusak ringan, dan 50 lainnya mengalami kerusakan berbeda.
Pada sektor perkantoran, 62 bangunan terdampak, satu di antaranya rusak berat.
Tak hanya permukiman dan fasilitas publik, bencana ini juga memukul sektor perekonomian warga.
Tercatat 329 petak sawah terendam serta sebuah jembatan mengalami kerusakan berat sehingga memperparah akses distribusi bantuan.
Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tamiang terus melakukan pendataan, evakuasi, dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Hingga kini, petugas gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi warga, memperbaiki akses yang terputus, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Aceh Tamiang.(***)









