Wartatrans.com, Aceh Tamiang – Bencana banjir dahsyat yang membawa lumpur dan kayu gelondongan yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
Hingga Selasa (23/12/2025) pukul 18.00 WIB, tercatat 88 orang meninggal dunia akibat dampak bencana banjir yang terjadi hampir merata di wilayah tersebut.

Data sementara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Aceh Tamiang mencatat, selain korban meninggal, 18 orang mengalami luka-luka. Bencana ini berdampak luas pada 12 kecamatan dan 209 kampung di Aceh Tamiang.
Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, banjir juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Berdasarkan laporan, sebanyak 3.475 unit rumah mengalami rusak berat dan hanyut, sehingga pemiliknya dipastikan kehilangan rumah dan tidak dapat kembali menetap. Selain itu, 9.998 rumah rusak berat, 9.632 rumah rusak sedang, dan 13.532 rumah rusak ringan, memperparah kondisi permukiman warga.
Akibat kerusakan tersebut, ratusan ribu warga terdampak secara langsung. Sebanyak 150.484 jiwa dari 36.849 kepala keluarga terpaksa mengungsi dan tersebar di 609 titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana.
Sementara itu, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tamiang terus melakukan pendataan dan koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi dan pencarian korban terdampak lainnya.
Bencana banjir ini menjadi salah satu yang terparah di Aceh Tamiang dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak signifikan terhadap keselamatan jiwa dan kehilangan tempat tinggal masyarakat.(****)










