Menu

Mode Gelap
Sindikat Gas Oplosan Dibongkar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita 2.301 Tabung KAI Daop 7 Madiun Edukasi Pelajar Nganjuk tentang Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api Berkah Jelang Ramadhan: Hadirkan Promo Rute Antarkota Favorit DAMRI Mulai 120 Ribuan! Stasiun Jatake Perkuat Akomodasi Mobilitas Wilayah Barat Jawa melalui Pengembangan Layanan Bertahap KAI Perkuat Integrasi Antarmoda untuk Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran 2026 Pemkab Kapuas Hulu Sambut Tiga Atlet NPCI Berprestasi Nasional dan Internasional

PERISTIWA

Update Korban Banjir Aceh Tamiang: 52 Tewas dan Ratusan Ribu Kehilangan Rumah

badge-check


 Update Korban Banjir Aceh Tamiang: 52 Tewas dan Ratusan Ribu Kehilangan Rumah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Jumlah korban bencana Banjir besar yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang terus bertambah.

Hingga Jumat (5/12/2025) pukul 18.00 WIB, tercatat 52 warga meninggal dunia dan 18 orang lainnya dilaporkan hilang. Sementara itu, lebih dari 280 ribu jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana ini.

Data dari Posko Terpadu Penanganan Banjir Aceh Tamiang menunjukkan, seluruh 12 kecamatan di kabupaten ini terdampak banjir. Jumlah pengungsi mencapai 280.386 jiwa, sedangkan 18.539 jiwa lainnya masih bertahan di rumah dengan kondisi terbatas. Korban luka-luka tercatat sebanyak 18 orang.

Ribuan rumah dilaporkan rusak, dengan 2.961 rumah terdampak dan 280 di antaranya mengalami rusak berat. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan kini bertahan di posko-posko darurat dengan kondisi seadanya. Di beberapa titik, pengungsi bahkan kekurangan makanan, selimut, dan air bersih.

“Saat ini masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan, terutama di daerah-daerah terpencil. Rumah mereka hanyut atau rusak parah, sementara akses menuju lokasi masih terputus,” kata salah satu relawan yang berada di lokasi.

Fasilitas umum juga tak luput dari kerusakan. Sedikitnya 54 sarana pendidikan, 33 sarana ibadah, dan 32 kantor pemerintahan terdampak banjir. Tiga sekolah dan dua rumah ibadah mengalami kerusakan berat. Satu fasilitas kesehatan dilaporkan rusak, namun data kerusakan berat belum terkonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, pendataan dan pencarian korban masih terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama relawan gabungan terus berupaya mengevakuasi korban dan mendistribusikan bantuan.

Namun dengan skala bencana yang luas, banyak warga berharap bantuan dari pemerintah pusat segera datang, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Musprov Inkindo Sulteng, Gufran Ahmad: Momentum Strategis Dukung Pembangunan Daerah

6 Februari 2026 - 14:01 WIB

Haili Yoga Tindak Tegas Calon P3K Paruh Waktu Saat Pelantikan

5 Februari 2026 - 12:41 WIB

Respon Cepat, KPLP Tanjung Priok Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Nelayan di Alur Pelabuhan

4 Februari 2026 - 11:28 WIB

Catatan Halimah Munawir: Ziarah ke Makam Imam al-Busiri di Alexandria

4 Februari 2026 - 09:16 WIB

Warga Terdampak Banjir Parah, Donasi Sumur Galian Jadi Harapan Hidup

3 Februari 2026 - 21:03 WIB

Trending di PERISTIWA