Menu

Mode Gelap
Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional MD Pictures kembali meramaikan industri perfilman Indonesia dengan menghadirkan film drama keluarga berjudul Children Of Heaven Terminal Teluk Lamong Perkuat Kompetensi Pekerja dalam Pertolongan Pertama Kecelakaan Karnaval SCTV Kembali Meriahkan Jember, Hadirkan Deretan Artis dan Hiburan Gratis untuk Warga Dr. Edy Panjaitan Presentasikan Musik Piano Indonesia di Konferensi Musik Klasik New York

PERISTIWA

Update Korban Banjir Aceh Tamiang: 52 Tewas dan Ratusan Ribu Kehilangan Rumah

badge-check


 Update Korban Banjir Aceh Tamiang: 52 Tewas dan Ratusan Ribu Kehilangan Rumah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Jumlah korban bencana Banjir besar yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang terus bertambah.

Hingga Jumat (5/12/2025) pukul 18.00 WIB, tercatat 52 warga meninggal dunia dan 18 orang lainnya dilaporkan hilang. Sementara itu, lebih dari 280 ribu jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana ini.

Data dari Posko Terpadu Penanganan Banjir Aceh Tamiang menunjukkan, seluruh 12 kecamatan di kabupaten ini terdampak banjir. Jumlah pengungsi mencapai 280.386 jiwa, sedangkan 18.539 jiwa lainnya masih bertahan di rumah dengan kondisi terbatas. Korban luka-luka tercatat sebanyak 18 orang.

Ribuan rumah dilaporkan rusak, dengan 2.961 rumah terdampak dan 280 di antaranya mengalami rusak berat. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan kini bertahan di posko-posko darurat dengan kondisi seadanya. Di beberapa titik, pengungsi bahkan kekurangan makanan, selimut, dan air bersih.

“Saat ini masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan, terutama di daerah-daerah terpencil. Rumah mereka hanyut atau rusak parah, sementara akses menuju lokasi masih terputus,” kata salah satu relawan yang berada di lokasi.

Fasilitas umum juga tak luput dari kerusakan. Sedikitnya 54 sarana pendidikan, 33 sarana ibadah, dan 32 kantor pemerintahan terdampak banjir. Tiga sekolah dan dua rumah ibadah mengalami kerusakan berat. Satu fasilitas kesehatan dilaporkan rusak, namun data kerusakan berat belum terkonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, pendataan dan pencarian korban masih terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama relawan gabungan terus berupaya mengevakuasi korban dan mendistribusikan bantuan.

Namun dengan skala bencana yang luas, banyak warga berharap bantuan dari pemerintah pusat segera datang, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi Pendidikan Seni Digelar dalam Pameran “Guru Inspiratif” di Ruang Darmin Jakarta

11 Mei 2026 - 12:13 WIB

Siswa SMPIT Raudhatul Muttaqin Tampilkan Harmoni Budaya Nusantara

9 Mei 2026 - 10:31 WIB

Peninjauan Lokasi Sidang Sengketa, Tanah 5,25 Meter Jadi Objek Perselisihan

9 Mei 2026 - 09:18 WIB

Diduga Angkut BBM, Satu Unit Avanza Terbakar Hebohkan Warga Takengon

8 Mei 2026 - 04:15 WIB

Kartun Tidak Harus Lucu (Mengenang Kartunis Rosyid)

8 Mei 2026 - 00:15 WIB

Heboh Pencabulan Puluhan Santri di Pesantren Pati, Pemprov Jateng Menyisir Tempat Pendidikan

7 Mei 2026 - 18:44 WIB

Aceh melawan lupa luka simpang KKA belum sembuh

3 Mei 2026 - 18:49 WIB

Yuli Riban Tegaskan Semangat Menggambar dalam Pameran “Guru Inspiratif”

3 Mei 2026 - 18:45 WIB

KAI Wisata Beri Diskon 50 Persen Tiket Lawang Sewu di HUT ke-479 Kota Semarang

2 Mei 2026 - 21:37 WIB

Catatan Halimah Munawir: Pemberontakan Sunyi Ki Hajar Dewantara Melalui Pendidikan

2 Mei 2026 - 20:39 WIB

Trending di PERISTIWA