Menu

Mode Gelap
Aksi Jujur Petugas Cleaning KAI Services Kembalikan Dompet Penumpang Tuai Pujian Netizen 5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

PERISTIWA

Update Korban Banjir Aceh Tamiang: 52 Tewas dan Ratusan Ribu Kehilangan Rumah

badge-check


 Update Korban Banjir Aceh Tamiang: 52 Tewas dan Ratusan Ribu Kehilangan Rumah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Jumlah korban bencana Banjir besar yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang terus bertambah.

Hingga Jumat (5/12/2025) pukul 18.00 WIB, tercatat 52 warga meninggal dunia dan 18 orang lainnya dilaporkan hilang. Sementara itu, lebih dari 280 ribu jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana ini.

Data dari Posko Terpadu Penanganan Banjir Aceh Tamiang menunjukkan, seluruh 12 kecamatan di kabupaten ini terdampak banjir. Jumlah pengungsi mencapai 280.386 jiwa, sedangkan 18.539 jiwa lainnya masih bertahan di rumah dengan kondisi terbatas. Korban luka-luka tercatat sebanyak 18 orang.

Ribuan rumah dilaporkan rusak, dengan 2.961 rumah terdampak dan 280 di antaranya mengalami rusak berat. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan kini bertahan di posko-posko darurat dengan kondisi seadanya. Di beberapa titik, pengungsi bahkan kekurangan makanan, selimut, dan air bersih.

“Saat ini masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan, terutama di daerah-daerah terpencil. Rumah mereka hanyut atau rusak parah, sementara akses menuju lokasi masih terputus,” kata salah satu relawan yang berada di lokasi.

Fasilitas umum juga tak luput dari kerusakan. Sedikitnya 54 sarana pendidikan, 33 sarana ibadah, dan 32 kantor pemerintahan terdampak banjir. Tiga sekolah dan dua rumah ibadah mengalami kerusakan berat. Satu fasilitas kesehatan dilaporkan rusak, namun data kerusakan berat belum terkonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, pendataan dan pencarian korban masih terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama relawan gabungan terus berupaya mengevakuasi korban dan mendistribusikan bantuan.

Namun dengan skala bencana yang luas, banyak warga berharap bantuan dari pemerintah pusat segera datang, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Diduga Gunakan Sabu, Satresnarkoba Amankan Staf Protokoler Bupati Aceh Barat 

21 Juni 2026 - 05:01 WIB

Polisi Tingkatkan Patroli Malam, Situasi Kamtibmas Aceh Tengah Tetap Kondusif

20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Trending di JALUR